Proyek Pemko Medan

60 Titik Proyek Galian Pemko Medan Dinilai Bikin Semrawut, Kadis PU: Sabar

Proyek drainase Pemko Medan dinilai warga bikin semrawut Kota Medan dan lamban dikerjakan

Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Array A Argus
Tribun Medan/Aprianto Tambunan
Tampak tanah bekas galian proyek drainase menumpuk di depan rumah warga di Jalan Rela, Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan, Selasa (18/10/2022).     

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN- Kadis PU Kota Medan, Topan Obaja Ginting mengakui bahwa saat ini ada 60 titik proyek drainase Pemko Medan yang tengah dikerjakan.

Namun, proyek-proyek yang dikerjakan ini justru menuai kritikan dari masyarakat.

Sebab, proyek-proyek galian ini tak kunjung selesai, hingga membuat wajah Kota Medan tampak semrawut.

Warga pun mendesak agar Pemko Medan segera menyelesaikan proyek galian ini.

Baca juga: Warga Sebut Proyek Pemko Medan Bikin Macet, Becek dan Berdebu, Kadis PU: Kenapa Rupanya

Menurut Topan, dia memang tidak bisa memastikan, kapan proyek drainase ini selesai dikerjakan.

Alasannya, dia tidak mau asal-asalan dalam bekerja.

"Jadi gini, saat ini untuk drainase itu ada 60 titik yang sedang kami bangun. Sementara untuk perbaikan jalan itu, hampir di seluruh kecamatan sedang ami lakukan. Bisa saja kami gunakan bahan abal-abal, tetapi tidak lama rusak lagi, pasti kami pihak PU akan kembali menerima kritikan," katanya, Kamis (22/12/2022).

Karena alasan itu, Topan meminta masyarakat bersabar.

Baca juga: Proyek Pemko Medan Banyak Menyusahkan Masyarakat, DPRD: Meresahkan

Topan juga menjelaskan, bahwa banyaknya proyek yang tidak tepat waktu selesainya juga bukan karena pekerjaan yang lambat.

"Misalnya kayak sekarang musim hujan, tentu ini mengganggu proyek untuk cepat selesai. Bahkan kami pun ingin proyek cepat selesai," jelasnya.

Disinggung banyaknya proyek yang mangkrak pada saat jalan sudah digali oleh pemborong, Topan membantah hal tersebut

"Semua itu ada teknisnya. Kadang warga ini kan melihat, oh ini udah digali, tapi kok gak ada yang kerja. Padahal setelah digali pun tanah itu, pemborong menunggu dulu berapa hari untuk melihat perkembangannya," jelasnya.

Baca juga: Perbaikan Jalinsum di Langkat Bikin Macet, Pengendara Nyaris Baku Hantam dengan Pekerja Proyek

Untuk itu, kata Topan, semua ada teknis dan caranya.

Bukan asal-asalan dalam bekerja.

"Spek material bangunan yang kita gunakan juga yang kelas tinggi makanya pekerjaan tidak asal-asalan," jelasnya.

Topan juga berharap agar masyarakat mendukung proyek pembangunan yang ada di Kota Medan ini dengan cara bersabar.

"Karena bangunan ini bisa selesai dengan baik juga harus memiliki dukungan dari masyarakat. Kita minta masyarakat semua bersabar karena pemerintah pasti tidak ingin memberikan kesusahan pada masyarakat," jelasnya. (cr5/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved