18 Tahun Tsunami Aceh
18 Tahun Tsunami Aceh, Simak Enam Faktor Penyebabnya
Hari ini tepat 18 tahun tragedi mengerikan tsunami Aceh. Inilah enam faktor penyebab tsunami Aceh
Nah, merujuk pada kondisi masa lalu, tampaknya tsunami di wilayah Aceh merupakan peristiwa berulang dengan siklus lebih dari satu abad.
Baca juga: Gempa Magnitudo 6,2 Guncang Jember, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami
Namun, dalam kenyataannya, di Aceh pernah terjadi “twin tsunami” atau tsunami kembar.
Dinamakan tsunami kembar jika dalam satu abad pernah terjadi dua kali tsunami.
Uniknya di Aceh, jangankan “twin tsunami”, “triple tsunami” pun pernah terjadi.
Berikut faktanya: tahun 1907 tsunami melanda Pulau Simeulue dan Singkil, lalu tahun 2004 (kurang tiga tahun dari satu abad) terjadi lagi tsunami di Aceh.
Baca juga: TERJAWAB Kenapa Jepang Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Akibat Erusi Gunung Semeru Jawa Timur
Berikutnya, saat terjadi gempa Nias pada 28 April 2005, lagi-lagi ada wilayah Aceh yang dirundung tsunami, yakni Pulau Haloban yang “run-up” tsunaminya di pulau itu mencapai 6 meter.
Sedangkan "run-up" tsunami pada 26 Desember 2004 mencapai 42,5 meter di kawasan Krueng Raba, Lhoknga, Aceh Besar.
Lalu, apa sebetulnya tsunami itu dan apa penyebab terjadinya?
Tsunami merupakan bencana alam yang terjadi karena adanya aktivitas geologi Bumi. Biasanya berlangsung setelah gempa tektonik.
Walau terjadi di laut, tsunami berbeda dengan ombak pada umumnya.
Baca juga: Abu Vulkanik Gunung Semeru Tutupi Perkampungan, Jepang Waspadai Peringatan Tsunami
Sebab, tsunami bergerak dengan kecepatan tinggi dan sanggup menerjang wilayah yang berjarak ribuan kilometer dari pusatnya atau dikenal dengan istilah “long tsunami”.
Menurut Siti Dahlia dan Wira Fazri Rosyidin dalam buku Modul Pembelajaran Geografi Kebencanaan (2021), tsunami adalah gelombang transien (berlangsung sangat cepat dan singkat) yang terjadi karena aktivitas tektonik atau letusan gunung api dasar laut.
Tingkat kedalaman laut sangat memengaruhi gelombang tsunami. Karena kecepatan gelombangnya cenderung menurun seiring berkurangnya kedalaman laut.
Dikutip dari buku ”Tsunami Aceh Getarkan Dunia” (2005) karangan Yarmen Dinamika dkk, faktor penyebab terjadinya tsunami terdiri atas enam sebab, yakni:
- gempa bumi;