Materi Belajar

Materi Belajar Biologi :  Proses Pembelahan Mitosis

Proses Pembelahan Mitosis merupakan pembahasan pada materi biologi berikut ini.

Tayang:
Penulis: Rizky Aisyah |
HO / TRIBUN
Proses Pembelahan Mitosis 

TRIBUN-MEDAN.com.MEDAN – Proses Pembelahan Mitosis akan dibahas pada materi biologi berikut ini.

Proses pembelahan mitosis

Ada empat tahap (tahapan) pembelahan mitosis termasuk fase profase, metafase, anafase, dan terminal. Namun, sebelum keempat fase tersebut dimulai, ada yang disebut fase persiapan atau interfase. Interfase ini sering disebut sebagai persiapan untuk pemisahan. Jadi mari kita ikuti pembahasan di bawah ini untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik!

Interfase

Selama masa interfase, ada proses di mana sel mempersiapkan dan menyimpan energi untuk melakukan pembelahan. Proses ini membutuhkan waktu yang sangat lama dibandingkan dengan langkah lainnya. Selama interfase, inti sel dan sel anak (nukleolus) terlihat jelas. Namun, kromosom sel tidak terlihat karena berbentuk kromatin, benang tipis yang tersusun dari molekul DNA, RNA, dan protein.

Di luar inti sel terdapat sentrosom, yaitu organel yang mempertahankan jumlah kromosom antara sel induk dan sel anak sehingga jumlah kromosom tetap sama selama pembelahan sel. Nah, pada sel hewan, setiap sentrosom mengandung sepasang sentriol yang berbentuk seperti badan silindris kecil.

Interfase dibagi menjadi tiga fase: fase G1 (interval pertama), fase S (sintesis) dan fase G2 (interval kedua).

  1. Fase G1 juga disebut sebagai fase pertumbuhan dan perkembangan sel. Ini ditandai dengan sintesis zat yang digunakan dalam sitoplasma (sitosol), perkembangan organel, dan tahap selanjutnya, fase S.
  2. Selama fase S, replikasi atau duplikasi DNA terjadi, menghasilkan dua salinan DNA dengan materi genetik untuk diteruskan ke sel anak.
  3. Replikasi DNA, tahap terakhir, tahap G2, telah selesai. Sebagai langkah terakhir dalam menyiapkan sel untuk pembelahan, terjadi peningkatan sintesis protein.

Profase

Selanjutnya kita memasuki fase awal pembelahan sel yaitu profase. Pada awal kemiringan, sentrosom mengalami duplikasi untuk menghasilkan dua sentrosom. Setiap sentrosom kemudian bermigrasi ke kutub berlawanan dari inti sel.

Pada saat yang sama, mikrotubulus mulai muncul di antara kedua sentrosom. Mikrotubulus ini adalah serat protein panjang yang memanjang ke segala arah dari sentriol. Seiring waktu, mikrotubulus membentuk seperti gulungan benang yang bisa disebut benang gelendong.

Juga pada tahap pembelahan sel ini, benang kromatin mulai menebal membentuk kromosom. Nah, kromosom ini terdiri dari dua kromatid identik yang melekat pada sentromer. Setiap sentrosom memiliki dua kinetokor, yang membentuk protein dan kemudian menjadi tempat menempelnya benang gelendong.

Setelah fase profase, nukleolus dan membran inti mulai menghilang. Selanjutnya, sentrosom mencapai kutubnya masing-masing. Benang spindel membentang dari satu tiang ke tiang lainnya. Spindel ini nantinya berfungsi untuk menarik kromosom menuju pusat inti sel.

Metafase

Pada tahap ini, inti sel dan membran inti tidak terlihat. Setiap kinetokor sentromer terhubung ke sentrosom oleh serat gelendong. Kromatid saudara kemudian bermigrasi ke pusat sel (bidang ekuator) untuk membentuk pelat metafase.

Letak kromosom di tengah sel memungkinkan penghitungan jumlah kromosom secara akurat dan mengamati bentuk kromosom dengan jelas.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved