Medan Terkini
Pemko Medan bakal Bangun Underpass demi Mengurai Kemacetan di Jalan HM Yamin
Pemko Medan disebut bakal membangun under pass di Jalan HM Yamin yang berpapasan dengan rel kereta api.
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Pemko Medan disebut bakal membangun under pass di Jalan HM Yamin yang berpapasan dengan rel kereta api.
Kepala dinas perhubungan Medan, Iswar Lubis mengatakan, pembangunan sebagai langkah mengatasi kemacetan di jalan HM Yamin seiring meningkatnya intensitas kereta api belakangan ini yang mencapai 100 kali melintas.
Dibanding sebelumnya, kereta api melintas di Jalan tersebut diantara 60 hingga 70 kali.
Baca juga: Tragedi Bus Paradep Terbakar di Jalinsum, Polisi Sampaikan Keterangan Ini soal Korban Jiwa
Iswar menyebut pembangunan under pass akan dilakukan dinas pekerjaan umum (PU) Kota Medan dan diperkirakan mulai dikerjakan tahun 2023 ini.
Meski demikian ia tak mengetahui pasti kapan pembangunan dimulai.
"Di mana kita lihat kereta apinya sendiri juga perlu meningkatkan pelayanannya, seyogianya kereta api itu baiknya under atau sky ya, tetapi itu pemerintah Kota Medan mengantisipasi itu insyaallah tahun 2023 melalui dinas pekerjaan PU di sekitar situ akan dibuat under pass,"kata Kepala dinas perhubungan Medan, Iswar Lubis, Selasa (3/1/2022).
Baca juga: Detik-detik Jaksa Wanita di Lampung Digerebek, Si Pria Pengacara Tak Bercelana, Ngaku Baru BAB
Iswar menjelaskan, jika pembangunan dimulai kemacetan di Kota Medan diprediksi bakal terus meningkat.
Kemacetan inilah salah satunya yang disinggung Wali Kota Medan Bobby Nasution beberapa waktu lalu kalau tahun 2023 bakal lebih macet.
"Ketika underpass itu nanti dikerjakan pasti lalu lintas terganggu lagi, itu yang dimaksudkan pemerintah kota Medan mungkin tahun 2023 masyarakat akan mengalami kemacetan, maksudnya bukan yang lain."
Sebelumnya, Kadishub Pemko Medan Iswar Lubis mengakui jalan HM Yamin Medan semakin macet belakangan ini.
Menurut Iswar, macetnya jalan tersebut karena lalu lintas kereta api meningkat drastis.
Berdasarkan data yang diterimanya, saat ini kereta api yang melintas melewati jalan raya itu bisa mencapai 100 kali dalam sehari. Padahal, sebelumnya kereta api yang melintas hanya di sekitaran 60 hingga 70.
Hal itulah yang menyebabkan area tersebut semakin macet.
"tu murni sebenarnya karena memang ada peningkatan frekuensi kereta Api yang tadinya tidak sampai 60-70 perhari yang melintas, hari ini frekuensi kereta api yang melintas di jalan HM Yamin 100,"kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan, Iswar Lubis, Selasa (3/1/2023).
Iswar menjelaskan, sekali melintas penutupan palang pintu kereta memakan waktu sekitar 2- 3 menit. Dengan waktu segitu membutuhkan penguraian arus lalu lintas selama 5 hingga 7 menit.
Pihaknya pun memperhitungkan total kemacetan di jalan HM Yamin akibat tingginya intensitas kereta api sebanyak 100 kali mencapai 500 menit per hari.
"Nah, anggapla rata-rata 5 menit di kali 100 dalam 100 kali, berarti sudah hilang waktu 500 menit."
(cr25/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Kemacetan-di-Jalan-HM-Yamin-Medan.jpg)