Penggusuran

Pedagang di Pasar Bunga Berastagi Mau Digusur, Tempatnya Mau Dibuat Parkiran

Pasar Bunga Berastagi bakal digusur dan bakal dijadikan tempat parkir. Pedagang menolak pindah

Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/MUHAMMAD NASRUL
Suasana Pasar Bunga Berastagi, Jalan Gundaling, Berastagi, Minggu (15/1/2023). Direncanakan akan digusur, para pedagang ancam akan lakukan aksi ke Kantor Bupati Karo. 

TRIBUN-MEDAN.COM,KARO - Pedagang di Pasar Bunga Berastagi bakal digusur Pemkab Karo.

Rencananya, lokasi Pasar Bunga Berastagi di Jalan Gundaling itu akan dibuat lahan parkir. 

"Ini langkah pemerintah untuk merevitalisasi kawasan tersebut untuk memaksimalkan lahan parkir. Karena selama ini kita lihat parkir di sana masih kurang, sehingga sering terjadi macet terutama saat hari libur," kata Asisten I Pemkab Karo, Caprilus Barus, Senin (16/1/2023).

Baca juga: Pedagang di Pasar Bunga Berastagi Bakal Digusur, Warga: Kami Berjuang Sampai Tetes Darah Terakhir

Disinggung mengenai lokasi baru bagi pedagang yang akan digusur, Caprilus mengatakan pedagang bakal dipindah ke dalam Taman Mejuah-Juah.

Taman tersebut berada tak jauh dari lokasi lahan yang saat ini menjadi tempat para pedagang berjualan.

Namun, rencana pemindahan ini ditolak oleh para pedagang dikarenakan beberapa alasan.

Satu diantara alasan kenapa pedagang enggan pindah karena lokasi baru itu dianggap terpelosok. 

Baca juga: Pedagang Pasar Bunga Berastagi Tetap Tolak Dipindahkan, Anggap Cacat Prosedural

"Kami tetap tidak mau pindah, katanya kami mau dipindahkan ke dalam sana, ke hutan itu kalau kami bilang. Enggak ada pembeli di sana, lalat saja kawan kami," kata pedagang bernama Marta Muliyana Ginting.

Seperti diketahui, sampai saat ini Taman Mejuah-Juah memang terbuka untuk umum namun akses masuknya sangat jarang diketahui oleh wisatawan dari luar daerah. Pasalnya, gerbang utama taman yang berada di pinggir jalan tidak pernah dibuka dan pintu masuk hanya dari kawasan parkiran dan masyarakat yang masuk dikutip retribusi.

Disinggung perihal hal ini, Caprilus mengungkapkan nantinya pihaknya akan membuka taman tersebut melalui gerbang utama. Ditanya perihal retribusi, ia mengaku nantinya taman tersebut akan dibuka untuk umum dan digratiskan.

Baca juga: Produksi Kentang di Sumut Menurun, Karo Menjadi Penghasil Paling Banyak

"Nanti inilah yang akan kita ubah, masuknya nanti dari gerbang yang besar dan retribusi dihilangkan. Nanti pedagang pindah ke sana, di sana sudah ada sekitar 12 lapak yang dibangun," Ungkapnya.

Sebagai informasi, para pedagang yang terdampak revitalisasi ini sebanyak 25 orang, sementara lapak yang sudah ada saat ini hanya 12.

Ditanya perihal sisanya, dirinya mengungkapkan Pemkab memberikan waktu kepada pedagang untuk menata tempat lokasi yang baru.

Sementara, bagi 13 pedagang lainnya yang belum mendapatkan lapak, diminta untuk membangun lapaknya secara mandiri.

"Makanya kita berikan waktu satu minggu untuk menata, yang belum ada lapak silakan bangun. Nanti untuk yang belum dapat, tahun ini akan kita anggarkan untuk pembangunan lapak yang permanen," pungkasnya. (mns/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved