Materi Belajar
Puisi: Bentuk, Komponen dan Contohnya, Materi Belajar Bahasa Indonesia Kelas 8
Bentuk puisi, komponen puisi, dan contoh-contoh puisi akan dibahas pada materi belajar Bahasa Indonesia kelas 8 berikut ini.
Penulis: Rizky Aisyah |
TRIBUN-MEDAN.com.MEDAN – Bentuk puisi, komponen puisi, dan contoh-contoh puisi akan dibahas pada materi belajar Bahasa Indonesia kelas 8 berikut ini.
Bentuk puisi
Menurut bentuknya, puisi dibagi menjadi dua jenis:
1. Puisi Lama
Puisi lama adalah puisi yang masih terikat aturan seperti rima, susunan tiap bait, jumlah kata dalam tiap susunan, dan musikalitas. Contohnya Pantun, Puisi, Gurindam, Karmina, Mantra, Seloka, dan Talibun.
2. Puisi baru
Puisi baru adalah bentuk puisi yang lebih bebas yang tidak terikat pada aransemen dalam penciptaan puisi. Contohnya termasuk balada, ratapan, himne, epigram, odes, roman, dan sindiran.
Komponen puisi
Puisi memiliki dua komponen: komponen fisik dan komponen mental. Jadi apa bedanya? Berikut penjelasan lengkapnya!
1. Elemen fisik
Unsur fisik merupakan unsur yang langsung dapat dikenali oleh pembaca karena terlihat pada bagian puisi. Unsur fisik puisi dibagi menjadi empat kategori.
Majas: bahasa kiasan yang digunakan untuk memberikan kesan kepada pendengar atau pembaca.
Irama: suara teratur dan berulang yang menghidupkan puisi
Kata-kata konotasi: Sebuah kata yang ditambahkan yang tidak memiliki arti sebenarnya.
Kata-kata berlambang: Sesuatu seperti gambar, simbol, atau kata yang mewakili suatu tujuan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Bentuk-puisi.jpg)