Materi Belajar

Teks Ceramah: Pengertian, Tujuan dan Struktur, Materi Belajar Bahasa Indonesia Kelas 11

Pengertian teks ceramah, tujuan teks ceramah dan struktur teks ceramah akan dibahas pada materi belajar Bahasa Indonesia kelas 11 berikut ini.

Penulis: Rizky Aisyah |
HO / TRIBUN
Pengertian teks ceramah, tujuan teks ceramah dan struktur teks ceramah 

TRIBUN-MEDAN.com.MEDAN – Pengertian teks ceramah, tujuan teks ceramah dan struktur teks ceramah akan dibahas pada materi belajar Bahasa Indonesia kelas 11 berikut ini.

Pengertian teks ceramah

Ceramah adalah penyampaian pesan, informasi atau pengetahuan yang dilakukan dan dikomunikasikan secara terbuka oleh orang-orang yang berkompeten di bidangnya. Orang yang memberikan ceramah disebut instruktur. Sebelum memberikan ceramah, pengajar terlebih dahulu harus menyiapkan materi berupa teks ceramah sesuai tema acara.

Jadi, di satu sisi, teks ceramah merupakan transkripsi atau bentuk tulisan yang menyampaikan pesan secara terbuka. Tak jarang, orang menyebut ceramah sebagai pidato atau khutbah. Keduanya sering dianggap mirip karena cara mereka menyampaikan pesan di depan banyak orang. Namun pada kenyataannya ada perbedaan antara ceramah, pidato dan khotbah! Diantaranya adalah:

Pidato: Mengekspresikan ide dalam bentuk kata-kata yang menjangkau orang banyak dan bersifat persuasif; yaitu melibatkan mengundang atau mendorong audiens untuk melakukan sesuatu.

Khotbah: Wacana umum yang menyampaikan ilmu agama, amalan ibadah, atau ajakan keagamaan.

Tujuan teks cermah

Saat menulis teks cermat, perhatian harus diberikan pada tujuan kuliah itu sendiri. Ada beberapa jenis tujuan teks ceramah yang harus informatif, persuasif, dan menghibur. Apa artinya

1. Memberitahukan (informatif)

Ceramah yang informatif dimaksudkan untuk menambah pengetahuan pendengar. Misalnya, kuliah tentang peran mahasiswa selama Perang Revolusi.

2. Memengaruhi (persuasif)

Ceramah persuasif bertujuan agar pendengar percaya, setuju, atau bahkan menuruti ajakan pembicara. Misalnya, ceramah tentang hidup sehat dan menjaga lingkungan yang sehat.

3. Menghibur (rekreatif)

Ceramah rekreatif bertujuan untuk membuat pendengarnya merasa terhibur. Biasanya ceramah ini diwarnai dengan humor, anekdot atau lelucon yang membuat penonton tertawa.

Struktur teks ceramah

Seperti jenis teks lainnya, teks ceramah memiliki struktur. Struktur teks kuliah, meliputi:

1. Tesis

Sertakan pengantar masalah, isu, atau sudut pandang pembicara tentang topik yang sedang dibahas.

2. Rangkaian argumen

Sertakan pandangan pembicara yang disajikan untuk mendukung tesis.

3. Penegasan ulang

Cantumkan hasil penalaran pembicara, kesimpulan, dan saran tentang topik yang dibahas.

Kaidah kebahasaan teks ceramah

Oleh karena itu, selain memperhatikan tujuan dan struktur teks ceramah, Anda juga harus memahami kaidah bahasanya. apa saja, ya? Berikut penjelasan lengkapnya!

1. Sapaan orang pertama (tunggal) dan orang kedua jamak

Kata ganti orang pertama yang disebutkan termasuk saya, saya atau kami ketika pembicara berbicara atas nama kelompok.

Teks ceramah juga sering menggunakan sapaan yang ditujukan kepada banyak orang: hadirin, Anda, bapak ibu, saudara-saudara.

2. Menggunakan kata teknis atau istilah

Teks ceramah umumnya banyak menggunakan jargon atau terminologi yang berkaitan dengan topik yang sedang dibahas.

Misalnya, dalam teks ceramah tentang masalah kebahasaan, istilah yang muncul dalam teks adalah sarkasme, eufemisme, tata krama, etika berbahasa, dan sebagainya.

3. Gunakan kata-kata untuk menunjukkan sebab-akibat

Teks ceramah juga menggunakan kata-kata untuk penyebab. Misalnya jika... maka, demikian, karena, ada akibat.

4. Gunakan kata-kata yang menyatakan hubungan temporal

Teks ceramah boleh juga menggunakan kata-kata yang menyatakan hubungan atau perbandingan waktu (oposisi).

5. Menggunakan kata kerja mental

Apa itu Kata Kerja Mental? Kata kerja mental seperti yang diharapkan, ditakuti, diperkirakan, terkejut, ditebak, ditegaskan, diasumsikan, disimpulkan.

6. Menggunakan bahasa persuasif

Kata-kata persuasif yang umum digunakan termasuk harus, harus, mengharapkan, perlu, harus.

(cr30/tribun-medan.com)
 

Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved