Breaking News:

Berita Sumut

Pengakuan Elipitua Siregar, Mantan Atlet MMA Sumut Sampai Nekat Habisi Nyawa Abang Kandungnya

Mantan atlet MMA Sumut, Elipitua Siregar ditangkap personel Polres Tapanuli Utara dan kini harus mendekam di sel tahanan.

Dok. One Championship
Elipitua Siregar akan bertarung melawan Robin Catalan di Singapore Indoor Stadium, Jumat (14/01/2022). 

TRIBUN-MEDAN.com, TAPANULI UTARA - Mantan atlet MMA Sumut, Elipitua Siregar ditangkap personel Polres Tapanuli Utara dan kini harus mendekam di sel tahanan.

Elipitua Siregar diringkus di Lobu Tangga, Desa Silali, Kecamatan Muara, Kabupaten Tapanuli Utara.

Baca juga: Perlintasan Kereta Api di Jalan Pantai Timur Makan Korban, Warga Mohon Agar Dipasangi Palang Pintu

Polisi menangkap Elipitua Siregar lantaran melakukan penganiayaan hingga tewas Marganti Siregar (45), yang tak lain adalah abang kandungnya.

Saat ditanya soal kebenaran informasi Elipitua Siregar adalah mantan atlet MMA, Aiptu Walpon Baringbing membenarkannya.

"Iya. Kini sudah pada tahap 2 di Kejaksaan pada dua minggu yang lalu," ujar Staf Humas Polres Taput Aiptu Walpon Baringbing, Selasa (24/1/2023).

Elipitua Siregar, pelaku yang bunuh abang kandungnya setelah diamankan polisi
Elipitua Siregar, pelaku yang bunuh abang kandungnya setelah diamankan polisi (HO)

Keduanya saling baku hantam di Desa Silalitoruan, Kecamatan Muara, Kabupaten Tapanuli Utara pada Sabtu (15/10/2022) lalu.

Di Mapolres Tapanuli Utara, mantan atlet MMA asal Sumut itu membeberkan alasan sampai membunuh abangnya.

Ia mengakui bahwa korban mengancam akan membunuh dirinya dan ibu mereka.

“Karena saya dan ibu diancam sama dia (korban) mau dibunuh. Diancamnya pada saat kejadian juga,” ujar Elipitua Siregar, Selasa (18/10/2022).

Elipitua mengakui bahwa dirinya membunuh abang kandungnya dalam keadaan sadar.

“Saya dalam keadaan sadar,” sambungnya. 

Ia juga menjelaskan, korban sontak mendorong pelaku sehingga pelaku mengambil sepotong kayu dan membunuh korban hingga meninggal dunia.

“Saat itu, kami lagi ngopi. Lalu ia datang, kemudian saya didorong dan saya pun refleks ambil kayu dan itulah yang terjadi (pembunuhan),” terangnya.

“Dia (korban) sudah beberapa kali mengancam. Ia tinggal di rumah lama. Dia sudah dua kali berumahtangga dan dua kali cerai,” sambungnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved