Berita Sumut

Tanggapi Isu Ajudan Minta Uang Setoran, Gubernur Edy Rahmayadi Sebut Pemberi dan Penerima Dihukum

Edy Rahmayadi mengatakan, akan menghukum jika ada ajudan ataupun ASN lainnya di lingkungan Pemprov Sumut yang terbukti meminta setoran.

TRIBUN MEDAN/RECHTIN RITONGA
Gubernur Sumatra Utara Edy Rahmayadi saat diwawancarai di kantor gubernur, Rabu (25/1/2023). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi menanggapi isu terkait ajudan yang diduga minta uang setoran ke pejabat untuk dirinya.

Edy Rahmayadi mengaku dirinya tak begitu ambil pusing terkait hal tersebut.

Baca juga: Ajudan Gubernur Edy Rahmayadi Dicopot Diduga Karena Setoran, Ketua DPRD Sumut: Sangat Memalukan

"Aduh capek kali lah menanggapi isu yang berkembang, yang di sini aja tak kembang-kembang," ujar Edy Rahayadi sambil berkelakar saat ditanyai wartawan di kantor Gubernur Sumut, Kamis (26/1/2023).

Mantan Pangkostrad itu mengatakan, jika terbukti ada ajudan ataupun ASN lainnya di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut yang meminta setoran, dirinya akan menghukum pihak yang memberikan dan yang menerima uang.

"Nanti kita hukum itu, baik yang memberikan maupun yang menerima kita hukum," kata Edy.

Dalam kesempatan itu, Edy juga mengisyaratkan bahwa terkait isu yang beredar di lingkungan Pemprov Sumut, dirinya tak perlu menjawabnya.

"Tak perlu pun saya jawab, kalian sudah tahu itu jawabannya," kata Edy.

Sebelumnya, Ketua DPRD Sumatera Utara Baskami Ginting menyebut, tindakan ajudan Gubernur Edy Rahmayadi yang diduga meminta uang setoran ke pejabat sangat memalukan.

Baskami Ginting mengatakan, jika dugaan terbukti sangat menjelekkan nama baik pemerintah provinsi.

"Kalau memang terbukti sudah sangat menyalahi aturan," kata Baskami, Selasa (24/1/2023).

Baca juga: Gubernur Edy Rahmayadi Copot Dayat alias Ayek sebagai Ajudan, Diduga Sunat Uang Setoran Pejabat

Saat ini, DPRD Sumut, kata dia belum dapat memastikan, apakah dugaan ini benar terjadi. Sebab, masih mendalaminya.

"Saya belum dapat menyampaikan secara jelas, karena belum mengetahui apakah dugaan ini benar atau tidak," ungkapnya.

(cr14/tribun-medan.com)

 

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved