TRIBUN WIKI
SOSOK Nurni Sulaiman, Taekwondoin DAN V Internasional Perempuan Pertama dan Satu-satunya di Sumut
Kualifikasi DAN V adalah tingkatan kelima, masuk ke level tinggi (high DAN) di olahraga beladiri yang berasal dari Korea Selatan tersebut.
TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN- Nurni Sulaiman, menjadi yang pertama dan satu-satunya taekwondoin perempuan di Sumatera Utara (Sumut) pemegang DAN V Taekwondo kukkiwon internasional.
Nurni berhasil lolos bersama lima rekan taekwondoin pria lainnya pada ujian sabuk hitam yang digelar Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia Sumatra Utara (Pengprov TI Sumut) di GOR Badminton Cemara Asri, Deliserdang, Minggu (29/1/2023).
Para taekwondoin putra tersebut adalah Zainal Abidin (Medan), Suwamsyah Sinulingga (Medan), Rahmat Sitanggang (Pematangsiantar), Karta Nadeak (Karo), dan Prabudi Ginting (Binjai).
Baca juga: Profil Samanhudi, Sosok Walikota jadi Otak Perampokan di Rumah Dinas Walikota
Ketua Panitia Zainal Abidin menyatakan, ada 165 peserta yang mengikuti ujian kenaikan tingkat (UKT) sabuk hitam mulai DAN I hingga DAN V.
Kualifikasi DAN V adalah tingkatan kelima, masuk ke level tinggi (high DAN) di olahraga beladiri yang berasal dari Korea Selatan tersebut.
Pelaksanaan UKT DAN V juga pertama digelar di Sumut.
Umumnya ujian high DAN harus dilaksanakan di Jakarta dengan pelaksana langsung dari pengurus pusat oleh Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI).
Setiap level DAN, memerlukan tahun yang setara dengan DAN yang disandang. Artinya, jika atlet taekwondo atau taekwondoin tersebut memiliki DAN I, berarti ia harus menjalani satu tahun masa Latihan untuk naik ke DAN II.
Dengan kata lain, untuk naik ke DAN V, seorang taekwondoin minimal 10 tahun menyandang sabuk hitam sejak DAN I.
Ketua Pengprov TI Sumut sekaligus Wakil Gubernur Sumatra Utara, Musa Rajekshah, membuka kegiatan ujian sabuk hitam (black kbelt) dan menyambut positif antusiasme peserta.
Apalagi Sumut akan menjadi tuan rumah PON 2024 mendatang bersama Provinsi Aceh. Sumut dipatok mengoleksi medali emas di posisi lima besar pada ajang bergengsi tersebut.
Baca juga: Sosok Wilmar Simanjorang, Eks Bupati Samosir yang Berkecimpung di Toba Caldera Unesco Global Geopark
Penguji UKT Black Belt sekaligus Ketua Harian PBTI, Grand Master Anthony Musa Siregar, menyatakan bahwa taekwondo merupakan olahraga prioritas yang masuk Desain Besar Olahraga Nasional (DBON).
Serta, pelaksanaan kali ini merupakan penerapan UKT online pertama di Sumut menggunakan TIIS (Taekwondo International Integrated System) dan terdaftar internasional di system TCON Kukkiwon, Korea Selatan.
Nurni, yang juga Ketua Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Sumut sebagai satu-satunya peserta perempuan yang naik ke DAN V menyatakan bahwa ujian yang dilalui tidak mudah.
Persiapan harus matang. Bukan hanya dana, karena biaya yang tidak murah, tetapi juga fisik dan mental serta pengetahuan dan stamina yang mumpuni.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/wasit-nasional-taekwondo-nurni-sulaiman_20181021_232348.jpg)