Materi Belajar
Aksara Jawa : Pengertian dan Contohnya, Materi Belajar Sejarah
Pengertian dan Contoh Aksara Jawa akan dibahas pada materi belajar sejarah kelas 12 berikut ini.
Penulis: Rizky Aisyah |
Artinya, masing-masing aksara memiliki pasangannya sendiri-sendiri.
Secara aturan, pasangan Aksara Jawa hanya boleh ditulis di tengah kata atau kalimat.
Pasangan tidak boleh ditulis di awal kata atau kalimat.
Sebagai catatan, pasangan yang ditulis adalah pasangan aksara yang berada setelah aksara yang ingin dimatikan vokalnya. Penulisannya dari kiri ke kanan.
Cara Penggunaan Pasangan Aksara Jawa
“Keraton Jogja”
Penulisan “Keraton Jogja” tanpa menggunakan pasangan maka akan terbaca “Keratonajogja”.
Vokal aksara “na” harus dimatikan sehingga akan tertulis dan terbaca “keraton”.
Cara mematikannya dengan menuliskan pasangan aksara “ja” dibawah aksara “na”.
“Nulis Surat”
Jika “Nulis Surat” ditulis tanpa pasangan, maka akan terbaca “Nulisasurat”.
Dalam hal ini, vokal aksara “sa” harus dimatikan agar terbaca “nulis”.
Cara mematikannya dengan menuliskan pasangan aksara “su” (aksara “sa” ditambah sandangan “u”) di bawah aksara “sa”.
“Anak Sapi”
Jika “Anak Sapi” ditulis tanpa pasangan maka akan terbaca “Anakasapi”.
Dalam hal ini, vokal aksara “ka” harus dimatikan agar terbaca “anak”.
Cara mematikannya dengan menuliskan pasangan aksara “sa” di bawah aksara ka.
(cr30/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Pengertian-dan-Contoh-Aksara-Jawa.jpg)