Berita Seleb
Bene Dion Rajagukguk Kenang Masa Kecil, Pernah Jadi Korban Tragedi GAM Hingga Pindah Rumah
Diakui Bene jika sejak kecil ia di didik keras oleh kedua orang tuanya yang juga bukan berasal dari kalangan orang berada.
TRIBUN-MEDAN.com – Nama komika Bene Dion Rajagukguk menjadi ramai diperbincangkan usai film Ngeri-Ngeri Sedap yang ia sutradai disukai banyak orang.
Film yang disutradai Bene Dion Rajagukguk itu meraih banyak sekali penghargaan, bahkan terpilih menjadi wakil Indonesia dalam ajang Piala Oscar 2023.
Sebagai orang Batak, Bene Dion Rajagukguk bangga bisa memperkenalkan budaya dan kehidupan masyarakat Batak dalam film tersebut.

Banyak hal yang dilalui Bene Dion sebelum dirinya terjun ke dunia entertain.
Diakui Bene jika sejak kecil ia di didik keras oleh kedua orang tuanya yang juga bukan berasal dari kalangan orang berada.
Bahkan , keluarga Bene Dion sampai beberapa kali pindah tempat tinggal karena sang ayah harus mencari kerja.
Dari semua perjalanan kehidupannya, Bene tak bisa melupakan saat ia dan keluarga harus pindah dari perbatasan Aceh dan Sumatera Utara karena saat itu masalah GAM (Gerakan Aceh Merdeka) sedang berkecamuk.
Baca juga: Ngeri-Ngeri Sedap Masuk Nominasi Piala Oscar 2023, Bene Dion Berharap Adat Batak Semakin Dikenal
Orang tua Bene, takut anak-anaknya menjadi korban dari tragedi tersebut.
‘Gue dari lahir sampai dewasa itu sering pindah-pindah tempat, enggak banyak sih cuman ya ada beberapa,” ujar Bene Dion dilansir dari YouTube HAHAHT TV, Jumat (10/2/2023).
“Lahir di Deli Serdang, Dolok Masihul , itu sekitar 45 menit dari kota Tebing Tinggi,” lanjut Bene Dion bercerita.
“Disitu dari lahir sampai setahun lah,” ujarnya.
Kemudian, ayah Bene diterima menjadi PNS dan ditempatkan di daerah perbatasan Aceh dan Sumatra Utara, ia dan keluarganya pun harus ikut pindah ke daerah tersebut.
“Kemudian, ayah aku keterima PNS jadi guru ditempatkan di Dairi, perbatasan Aceh dan Sumatra, di sana sampe umur ku sampai 11 tahun,” kenangnya.
Kemudian ia menceritakan bagaimana kondisi keluarganya saat perseteruan antara GAM dengan aparat negara saat itu terjadi.
“Nah jadi itu pas tragedi GAM (Gerakan Aceh Merdeka) , keributannya sampai ke perbatasan, kami mengungsi takut karena ada perang di sekitar.”

“Kemudian, pindah ke Tebing Tinggi sampai SMA, baru ke Jogjakarta pas udah mau kuliah,” ujarnya.
Kemudian, host dalam acara tersebut penasaran apakah Bene Dion pernah menyaksikan perperangan tersebut atau tidak.
Menurut Bene sejak kecil ia tak pernah menyaksikan tragedi tersebut, namun memang orang tuanya sangat khawatir.
“Kalau di depan mata gak pernah, tapi lihat berita-berita jadi orang tua kan khawatir, cuman pas kejar-kejaran sama militer jadi mereka sembunyi sampai ke perbatasan.” Ujarnya.
“Nah jadi orang tua kan takut, banyak yang sembunyi di daerah tempat tinggal ku.”
“Orang tua ku panik, takut anaknya dibunuh GAM karena habis main kelereng,” ujar Bene Dion.
Lebih lanjut, Bene Dion menyebutkan jika orang tuanya memang sangat kerja keras untuk bisa membiayai kehidupan anak-anaknya.
Baca juga: Nonton Bareng Ngeri-Ngeri Sedap Bareng Bene Dion, Ijeck Ngaku Sampai Teteskan Air Mata
“Awal ngontrak, rumahnya kayak gubuk, atapnya dari daun bocor kalau hujan, jadi aku juga sering ditinggal sendiri dulu.”
“Jadi bangun tidur, bapak aku udah enggak di rumah karena ngurus surat, ibu aku jualan di pasar bawa adik-adik.”
“Jadi aku ya kalau mau sekolah semua siapin sendiri, itu sih sedihnya,” beber Bene Dion Rajagukguk.
Sosok Bene Dion Rajagukguk
Dilansir dari berbagai sumber, Bene Dion Rajagukguk adalah stand up comedian yang kini juga merangkap menjadi sutradara fiilm, penulis novel, penulis skenario, dan aktor.
Pria dengan nama panggung Bene Dion ini diketahui lahir pada 2 Maret 1990 di Dolok Masihul, Serdang Bedagai, Sumatera Utara.
Awalnya, Bene Dion mengawali kariernya sebagai komika setelah mengikuti Stand Up Comedy Indonesia Kompas TV pada musim ketiga tahun 2013.
Bene Dion mulai aktif open mic pada tahun 2011 sejak ia bergabung dengan komunitas Stand Up Indo Jogja.

Meski sudah berkarier di dunia entertainment Tanah Air, pria berdarah Batak ini tak melupakan pendidikannya. Bahkan ia juga dikenal sebagai sosok laki-laki yang pintar.
Hal ini terbukti karena ia merupakan lulusan sarjana teknik di Universitas Gadjah Mada pada tahun 2014. Tak tanggung-tanggung, ia berhasil meraih predikat cum laude.
Di komunitas stand up komedi, Bene Dion sering dijuluki Bamut atau Batak Imut. Ciri khas Bene Dion adalah sering menyajikan materi yang lugas serta membahas mengenai kesukuannya.
Meski menonjolkan pembawaan logat Bataknya yang kental, tegas, keras, serta terkesan seperti marah-marah namun tetap mengundang tawa.
Lalu pada tahun 2014, Bene Dion pun mencoba peruntungannya menjadi penulis. Ia pun berhasil menerbitkan novel karyanya yang berjudul Ngeri Ngeri Sedap.
Tak berhenti menjadi penulis novel saja, ia pun diketahui menjadi penulis skenario di beberapa episode mini seri XL 2econd Chance karya Ernest Prakasa.
Sukses menjadi penulis, Bene Dion pun mulai mencoba peruntungannya sebagai sutradara film di tahun 2019.
Ia diketahui debut sebagai sutradara dalam film layar lebar Ghost Writer yang diproduseri Ernest Prakasa dan Chand Parwez Servia.
Lalu karena ia terinspirasi dari film Cek Toko Sebelah karya Ernest Prakasa, Bene Dion pun akhirnya mencoba menjadi produser di film Ngeri Ngeri Sedap yang diangkat dari novel karyanya.
Film karya Bene Dion Rajagukguk itu sukses membuat penonton terkesima. (cr18/tribun- medan.com)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.