Materi Belajar
Ketimpangan Sosial: Pengertian dan Macam-macam Teorinya, Materi Belajar Sosiologi Kelas 12
Pengertian dan macam-macam teori ketimpangan sosial akan dibahas pada materi belajar sosiologi kelas 12 berikut ini.
Penulis: Rizky Aisyah |
TRIBUN-MEDAN.com.MEDAN – Pengertian dan macam-macam teori ketimpangan sosial akan dibahas pada materi belajar sosiologi kelas 12 berikut ini.
Pengertian Ketimpangan Sosial
Ketimpangan sosial merupakan keadaan yang diakibatkan oleh tidak proporsionalnya akses untuk memperoleh dan memanfaatkan sumber daya yang tersedia. Keren bahasanya, ketimpangan sosial ini bisa juga disebut ketimpangan sosial.
Teori Ketimpangan Sosial
Dalam perkembangan zaman, teori ketimpangan sosial dapat dibagi menjadi dua era yaitu teori ketimpangan sosial klasik dan teori ketimpangan sosial modern. Teori ketimpangan sosial klasik muncul pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20. Sementara itu, teori ketimpangan sosial modern muncul setelah Perang Dunia II.
Teori ketimpangan sosial klasik terdiri dari teori-teori yang dikemukakan oleh Emile Durkheim, Karl Marx, dan Max Weber. Sedangkan teori ketimpangan sosial modern terdiri dari teori-teori yang dikemukakan oleh Julius H. Boeke dan Raul Prebisch. Nah, mari kita bahas satu per satu!
1. Teori Ketimpangan Sosial Klasik
Teori Struktur Fungsional (Emile Durkheim)
Menurut Emile Durkheim, ketimpangan sosial tidak dapat dihindari dan memegang peranan penting dalam masyarakat. Ini karena ketimpangan berfungsi untuk menciptakan sistem meritokrasi, sistem yang digunakan untuk menilai orang berdasarkan kualitas dan keterampilannya.
Contoh dari teori ini adalah bahwa bahkan orang yang berpendidikan dan kurang terampil mengisi pekerjaan dengan penghasilan rendah. Namun, ini sangat diperlukan bagi orang-orang dengan pendidikan dan keterampilan tinggi.
Jika semua orang bekerja sebagai CEO, pengacara, atau dokter, bayangkan siapa yang mengisi posisi petani, pelayan, penata rambut, atau kurir jalan. Karena itu, menurut Emil, ketimpangan sosial memiliki peran yang tak terelakkan dan penting.
Yang bisa bermasalah adalah ketika peluang kerja didasarkan pada genetika, jenis kelamin, etnis, atau agama. Bila hal ini terjadi, ketimpangan sosial dikatakan buruk. Oh Iya, kelemahan teori ini adalah tidak memperhitungkan adanya konflik yang timbul akibat ketimpangan sosial.
Teori Konflik (Karl Marx)
Menurut teori konflik, eksploitasi oleh kelompok yang lebih kuat dapat menimbulkan ketimpangan sosial. Hal ini dapat dipengaruhi oleh kapitalisme yang lebih menguntungkan investor tetapi lebih merugikan pekerja/pekerja.
Contoh yang sesuai dengan teori ini adalah kontrak kerja yang tidak jelas atau sewenang-wenang membuat pekerja lebih mungkin untuk dipecat. Contoh kasusnya adalah adanya ketimpangan upah dan perlindungan kerja bagi pekerja/karyawan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Pengertian-dan-macam-macam-teori-ketimpangan-sosial.jpg)