Awalnya Menduga Salah Pilih, Rupanya Jadi Keberuntungan
Dia berharap seluruh perempuan di dunia dapat menghargai satu sama lain dan tidak menjatuhkan sesama kaumnya.
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Bergaya di depan kamera sambil memeragakan pose dengan gestur tubuh tertentu atau berjalan di catwalk merupakan sebuah pekerjaan yang tak pernah dibayangkan oleh wanita asal stabat yaitu Kiambang Nistika Azzahra.
Kiambang, begitu sapaan karibnya, memulai karier menjadi seorang model dan influencer dari sebuah kontes kecantikan hijab yaitu Putri Hijab Daerah Istimewa Yogyakarta pada tahun 2022 lalu.
Mengaku sempat merasa salah terjun karena tidak sesuai dengan ekspektasinya, namun kini Kiambang malah bersyukur dengan keberuntungan yang didapatnya.
"Awal mengikuti Putri Hijab itu sebenarnya salah terjun sih, tapi aku tidak menyesali kesalahan itu, salah terjun itu karena di awal aku kira yang namanya putri-putrian atau duta gitu semacam Duta Genre yang pada ujungnya jadi aktivis, ternyata ketika sudah di Putri Hijab dan menang baru tau kalau di situ dibentuk menjadi model dan influencer, akhirnya ya sudah nggak perlu disesali malah menguntungkan," ujarnya.
• Jawaban Menohok Najwa Shihab Dikritik Tak Pakai Hijab Padahal Anak Ulama Besar
Sejak ia iaterjun ke dunia modeling atau setelah memenangkan sebagai Runner Up 3 Putri Hijab DIY 2022, Kiambang mulai merasakan serunya menjadi seorang model dan mendapatkan banyak keberuntungan, mulai dari endorse, job fashion show, dan akhirnya memutuskan untuk menekuninya.
"Ternyata dunia modeling itu not bad dan aku memutuskan untuk menekuninya hingga sekarang, sangat banyak manfaat lah mulai dari endorsement masuk, terus job talent fashion show juga ya lumayan lah untuk dunia yang baru, kebetulan aku juga anaknya mudah untuk beradaptasi jadi tidak membutuhkan waktu yang lama untuk belajar," tuturnya.
Kemudian, pada tahun yang sama ia melanjutkan perjuangan di kontes kecantikan Putri Hijab ke tingkat Nasional, di sana Kiambang bertemu dengan sejumlah finalis dari berbagai kota dan kabupaten di Indonesia termasuk dari Kabupaten Langkat tempat asalnya.
"Agak sedikit sedih sih karena harus mewakili kota lain bukan dari kota asal, tetapi ya tidak masalah karena aku kan bertugas di Yogyakarta," sebutnya.
Diceritakannya, banyak sekali pembelajaran yang tidak pernah dipelajari sebelumnya ketika berada di Putri Hijab Indonesia 2022, seperti make up, catwalk dan lainnya.
"Kalau tingkat nasional itu kan panjang sekali lika-likunya mulai dari karantina online, terus kita dapat kelas influencer, nah mulai dari situ kita ditekankan untuk jadi influencer dan jadi modeling itu juga sebenarnya pilihan masing-masing sih, tetapi kita harus punya basic model karena kita sering photoshoot, buat konten dan lainnya," jelasnya.
Basic menjadi seorang modeling, dikatakan Kiambang, baru saja dipelajarinya ketika pertama kali memiliki gelar Putri Hijab di Yogyakarta.
"Sebelumnya memang tidak punya basic karena aku dulu sekolahnya di Islami semi pesantren gitu jadi memang nggak boleh, nah di Putri Hijab lah mulai belajar," katanya
Ada pun pelajaran yang mungkin paling sulit untuk dilakukan oleh Kiambang adalah proses belajar make up.
"Ini sih bakat yang wajib sih dan dulunya aku nggak pernah nyentuh sama sekali yaitu make up, jadi ketika di Putri Hijab itu dalam waktu sekejap harus bisa makeup dan terbawa hingga sekarang jadi kalau keluar nggak ngalis itu seperti ada yang kurang gitu," ungkapnya.
Kiambang berharap keberuntungan yang dirasakannya saat ini juga dapat dirasakan wanita lainnya dengan memberikan inspirasi serta edukasi kepada wanita muda di Sumatra Utara terkhusus daerah asalnya yaitu Langkat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Kiambang-Jogja.jpg)