Awalnya Menduga Salah Pilih, Rupanya Jadi Keberuntungan
Dia berharap seluruh perempuan di dunia dapat menghargai satu sama lain dan tidak menjatuhkan sesama kaumnya.
"Dengan adanya nama yang dikenal masyarakat banyak, saya juga ingin mempergunakannya untuk memberikan inspirasi serta edukasi kepada wanita muda Indonesia terkhusus Langkat," tegasnya.(cr10)
Menjadi Aktivis Perempaun dan Lingkungan
Mempunyai jiwa sosial terhadap lingkungan dan sesama telah dimiliki Kiambang sejak masih kecil.
"Aku tuh nggak mau dikenal orang hanya modal tampang aja tapi pengen dikenal kalau aku tu benar-benar mempunyai potensi yang bagus dan bermanfaat untuk orang sekitar jadi bukan untuk diri sendiri aja," ucapnya.
Dia mengatakan, jiwa sosial yang saat ini dimilikinya merupakan jiplakan dari sang Bunda yang juga aktif di lembaga Non-Government Organization (NGO) dan sebagai aktivis sosial
"Sudah terdoktrin seperti sedari kecil untuk dapat lebih peduli dengan sesama dan saat ini aku juga sudah bergabung disalah satu lembaga NGO," imbuhnya
Dia menceritakan, alasannya ingin terjun menjadi seorang aktivis perempuan dikarenakan keprihatinannya terhadap wanita yang ada di daerahnya yang tidak berpandangan yang luas
"Sebenarnya aku pengen jadi aktivis wanita itu tergerak karena melihat fenomena di kampungku yaitu Stabat, jadi aku tuh tinggal di agak masuk sedikit ke kampung dan di sana teman-teman main dulu banyak banget yang setelah SD nikah kemudian MBA atau lulus SMA hanya sebatas kerja pabrik gitu, nah pikiran-pikiran seperti itu yang yang membuat aku tergerak untuk memberikan edukasi terhadap mereka bahwasanya perempuan itu bisa ngelakuin banyak hal seperti itu," sebutnya.
Kiambang juga berkeinginan untuk memberikan pandangan yang lebih luas kepada wanita di kampungnya, bahwasanya saat ini wanita juga mampu menjadi seorang pemimpin.
"Apalagi kalau sekarang kita ngikutin isu global yaitu Sustainable Development Goal nomor lima yaitu ender equality jadi aku maunya orang-orang punya pemahaman kalau kita itu sama. Jadi sedih banget liat teman-temanku yang di sana itu pemikirannya hanya sebatas ya sudah menikah dan banyak masalah di daerah tempat asalku kayak angka putus sekolah yang tinggi," sebutnya.
Dia berharap ke depannya, jika telah memiliki kekuatan serta material yang cukup, Kiambang akan balik ke Kota Stabat untuk membangun kampung tempatnya dilahirkan.
"Jadi aku pengen suatu saat nanti ketika aku benar-benar punya power dan material aku mau balik ke sana dan membangun kampungku, karena di sana masih banyak pandangan yang tidak terbuka, kemudian banyak yang beralasan putus sekolah atau tidak melanjutkan pendidikan itu karena tidak punya biaya padahal pemerintah udah menyediakan banyak beasiswa, nah mungkin aku akan ke sana dan memberikan edukasi agar masyarakat di sana lebih melek digital," katanya.
Dia berharap seluruh perempuan di dunia dapat menghargai satu sama lain dan tidak menjatuhkan sesama kaumnya.
"Semoga bisa semakin banyak wanita yang sadar memiliki awareness lebih untuk sesama kaumnya, Dengan hal kecil seperti tidak menghina wanita lainnya atau membully wanita lainnya karena menurut aku itu aja sudah cukup jadi jangan bayangin kita untuk membangun desa karena kita sendiri juga tidak sadar terkadang kita bisa menjauhi satu kaum kita sendiri," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Kiambang-Jogja.jpg)