Contoh soal SNBT 2023

Contoh Soal SNBT 2023 Materi Literasi Bahasa Indonesia, Cocok Untuk yang Mau Masuk UM

Universitas Negeri Malang yang disingkat sebagai UM adalah sebuah perguruan tinggi negeri di Indonesia yang berlokasi di Semarang, Jawa Tengah.

Penulis: Istiqomah Kaloko |
HO / TRIBUN
Contoh Soal SNBT 2023 Materi Literasi Bahasa Indonesia, Cocok Untuk yang Mau Masuk UM 

B. makin banyaknya individu berusia 20 tahun ke atas dengan gangguan jiwa di dunia.

C. media sosial makin berisiko terhadap peningkatan gangguan mental masyarakat.

D. pejabat kesehatan masyarakat melarang penggunaan media sosial.

E. masyarakat makin tidak menyadari konsekuensi negatif media sosial.

Jawaban: C. media sosial makin berisiko terhadap peningkatan gangguan mental masyarakat.

Pembahasan:

Untuk menentukan dampak yang paling mungkin muncul dari suatu hal, dibutuhkan pemahaman mengenai informasi yang disampaikan. Informasi yang ingin disampaikan penulis terdapat pada ide pokok/gagasan utama.

Teks pada paragraf pertama menjelaskan bahwa penggunaan media sosial berdampak buruk bagi kesehatan mental. Sementara itu, paragraf kedua menjelaskan tentang jumlah individu dengan gangguan jiwa karena media sosial. Berdasarkan penjelasan tersebut, dampak yang sangat mungkin muncul apabila penggunaan media sosial semakin meningkat adalah media sosial makin berisiko terhadap peningkatan gangguan mental masyarakat.

5. Budi melihat bahwa salah satu syarat dalam tugas esai tentang tindak korupsi adalah berciri esai persuasif. Untuk memenuhi syarat tersebut, Budi menyisipkan infografik berikut ke dalam esainya.

Siapa sasaran pembaca esai Budi?

A. Penduduk desa

B. Perangkat desa

C. Aktivis antikorupsi

D. Aparat penegak hukum

E. Peneliti pemerintahan desa

Jawaban: A. Penduduk desa

Pembahasan:

Infografik yang tercantum merupakan teks persuasi yang mengandung argumen dan langkah-langkah untuk membangun desa. Infografik tersebut menyampaikan bahwa warga desa adalah subjek pembangunan dan bahwa kesejahteraan desa ditujukan dan ditentukan oleh warga. Informasi tersebut menyiratkan bahwa infografik tersebut dibuat untuk dibaca oleh warga desa. Dengan demikian, pilihan A tepat.

Pilihan B, C, D, dan E tidak tepat karena kelompok-kelompok pembaca dalam pilihan-pilihan tersebut tidak mewakili warga desa secara luas (terlalu spesifik).

Teks berikut untuk soal no 6 - 7

“Kamu sudah bijaksana; tapi kamu bukan anak biasa. Jutaan anak biasa di luar sana nggak sebijak kamu, dan mungkin saja membuat pilihan yang salah. Dan, kalau kesalahan dia, atau kesalahan kamu, menyakiti salah satu dari kalian, bisa saja itu membekas dan berdampak parah. Luka dari masa kecil itu lebih sulit disembuhkan daripada yang kamu dapat setelah dewasa.”

Aku mengangkat bahu. “Yang kubilang barusan adalah perspektif umum orang dewasa. Tapi, kamu yang menentukan apa yang mau kamu lakukan. Aku nggak kenal anak ini. Tapi, sebagai orang yang sayang kamu, aku akan otomatis menganggap kalau nggak ada anak yang sepadan untuk kamu.”

Suki mengernyit. “Jadi, menurut kamu, aku harus bilang nggak?”

“Nggak juga. Kalau kamu mau coba, silakan saja. Tapi, kamu harus tahu kalau nggak ada orang lain yang bisa menanggung risiko dari perbuatan yang kamu pilih. Jadi, anak kecil nggak akan memberikanmu pengecualian.”

"Jadi ... kamu nggak memberi nasihat apa-apa?” tanya Suki.

Aku tertawa dan menggeleng. “Nggak. Menurutku, anak-anak harus dididik untuk belajar mengambil keputusan dan menanggung hasilnya. Tapi, kamu bukan anak biasa. Kamu sudah terbiasa menghadapi keputusan sulit. Tapi kalau nasihat, aku punya satu.

“Sejauh ini, kamu selalu mendasarkannya pada kebutuhan orang—pindah ke sini untuk menemani Abel, pindah ke Jepang untuk keluarga ibumu .... Aku mau, untuk keputusan yang ini, pikirkan diri sendiri. Ambil keputusan berdasarkan keinginanmu, bukan apa yang diminta anak itu.

“Mungkin ini bukan waktunya lagi kamu belajar mengambil keputusan, tapi untuk membedakan jenis keputusan mana yang harus diambil berdasarkan kebutuhan orang, dan mana yang harus diambil berdasarkan kebutuhan kamu.” Aku tersenyum dan mengusap rambutnya lagi.

6. Tema kutipan novel tersebut adalah…..

A. cara pandang  seseorang terhadap orang lain dalam bersikap dan memahami sebuah keputusan

B. pergolakan batin seseorang dalam menghadapi pendapat dan opini orang lain

C. kepastian dan keteguhan prinsip dalam menghadapi beragam peristiwa yang terjadi

D. keputusan akhir tentang cara menjalani hidup menjadi tanggung jawab diri sendiri

E. Anak-anak harus dididik sejak dini untuk terbiasa mengambil keputusan dan menanggung hasilnya

Jawaban: D. keputusan akhir tentang cara menjalani hidup menjadi tanggung jawab diri sendiri

Pembahasan: Tema merupakan sebuah gagasan cerita yang dapat diketahui atau didapatkan dari peristiwa yang mendominasi cerita, baik dari percakapan tokoh, narasi, maupun perilaku tokoh. Dalam kutipan novel tersebut, peristiwa yang mendominasi cerita adalah percakapan tokoh tentang cara mengambil keputusan dalam menjalani hidup dan risiko atau tanggung jawab yang akan dijalaninya. Jadi, rumusan yang tepat adalah alternatif jawaban D.

7. Pernyataan berikut yang mencerminkan ketegasan dalam memegang prinsip hidup yang muncul dalam kutipan novel tersebut adalah….

A. “Dan, kalau kesalahan dia, atau kesalahan kamu, menyakiti salah satu dari kalian, bisa saja itu membekas dan berdampak parah”

B. “Tapi, sebagai orang yang sayang kamu, aku akan otomatis menganggap kalau nggak ada anak yang sepadan untuk kamu”

C. “Tapi, kamu harus tahu kalau nggak ada orang lain yang bisa menanggung risiko dari perbuatan yang kamu pilih”

D. “Menurutku, anak-anak harus dididik untuk belajar mengambil keputusan dan menanggung hasilnya”

E. “Aku mau, untuk keputusan yang ini, pikirkan diri sendiri. Ambil keputusan berdasarkan keinginanmu, bukan apa yang diminta anak itu”

Jawaban: C. “Tapi, kamu harus tahu kalau nggak ada orang lain yang bisa menanggung risiko dari perbuatan yang kamu pilih”

Pembahasan: Jawaban yang benar adalah C karena merupakan kalimat penegasan bahwa diri sendiri harus menanggung risiko perbuatan yang dilakukan. Adapun pilihan jawaban D, E, A, dan B merupakan saran dan pendapat.

Teks di bawah untuk menjawab soal 8 - 9

Galaktosa adalah salah satu jenis gula yang terdapat di dalam susu, baik ASI maupun susu formula. Pada kondisi normal, galaktosa akan dicerna oleh tubuh dan diubah menjadi energi. Akan tetapi, pada penderita galaktosemia, tubuh tidak dapat mencerna galaktosa sehingga zat tersebut menumpuk di dalam darah. Jika menumpuk dalam darah, galaktosa dapat mengalir ke organ-organ tubuh, seperti ginjal dan hati. Galaktosa yang mengalir ke organ tubuh akan diubah menjadi galaktitol, yaitu salah satu zat yang beracun bagi tubuh. Akibatnya, organ tubuh dapat mengalami kerusakan.

Galaktosemia (galactosemia) tergolong penyakit langka yang terjadi pada sekitar 1 dari 48.000 bayi di seluruh dunia. Galaktosemia disebabkan oleh perubahan atau mutasi pada gen GALT, GALK1, dan GALE. Gen-gen tersebut berfungsi untuk membentuk enzim galaktokinase yang mengubah galaktosa menjadi energi. Mutasi menyebabkan gen-gen tersebut hanya dapat memproduksi sedikit enzim galaktokinase. Akibatnya, tubuh tidak dapat mencerna galaktosa dengan baik. Galaktosemia diturunkan dari orang tua kepada anak dalam pola penurunan autosomal recessive. Jika kedua orang tua memiliki gen galaktosemia, risiko anaknya menderita galaktosemia adalah sebesar 25 persen pada setiap kehamilan. Meskipun galaktosemia dapat berakibat fatal, bayi yang terlahir dengan kondisi ini dapat hidup normal jika segera diberikan penanganan yang tepat.

8. Makna paling tepat kata galaktosemia dalam bacaan adalah…..

A.      bayi dengan kondisi yang tidak dapat minum baik ASI maupun susu formula.

B.      penyakit keturunan yang menyebabkan tubuh tidak dapat mencerna galaktosa

C.      galaktosa yang menumpuk dalam darah dan  mengalir ke organ-organ tubuh yang vital

D.      tubuh tidak dapat mencerna galaktosa sehingga zat tersebut menumpuk di dalam darah

E.       galaktosa yang mengalir ke tubuh menjadi galaktitol sebagai zat yang beracun bagi tubuh

Jawaban: B. penyakit keturunan yang menyebabkan tubuh tidak dapat mencerna galaktosa

Pembahasan: Dalam kunci jawaban B, terdapat kata kunci makna kata galaktosemia, yakni penyakit keturunan sebagai inti dari makna kata galaktosemia. Adapun pilihan jawaban A, C, D, dan E merupakan pengecoh karana hanya merupakan unsur atau bagian dari ciri penanda makna kata galaktosemia.

9. Dalam bacaan terdapat pernyataan “Galaktosemia (galactosemia) tergolong penyakit langka yang terjadi pada sekitar 1 dari 48.000 bayi di seluruh dunia."

Pernyataan berikut ini yang merupakan penjelas yang tepat atas pernyataan tersebut adalah…..

A. galaktosemia disebabkan oleh perubahan atau mutasi pada gen GALT, GALK1, dan GALE.

B. gen-gen yang berfungsi untuk membentuk enzim galaktokinase yang mengubah galaktosa menjadi energi

C. mutasi yang menyebabkan gen-gen tersebut hanya dapat memproduksi sedikit enzim galaktokinase

D. galaktosemia diturunkan dari orang tua kepada anak dalam pola penurunan autosomal recessive.

E. bayi dengan galaktosemia dapat hidup normal jika segera diberikan penanganan yang tepat

Jawaban: D. galaktosemia diturunkan dari orang tua kepada anak dalam pola penurunan autosomal recessive.

Pembahasan: Dalam jawaban D terdapat kata kunci diturunkan dari orang tua kepada anak sebagai penyakit langka dengan perbandingan 1:48.00 dari bayi di seluruh dunia. Adapun pilihan jawaban A, B, dan C merupakan pengecoh yang berisi penjelasan tentang gen yang merupakan salah satu unsur, bagian, atau sifat tentang keturunan, sedangkan pilihan jawaban E sebagai pengecoh yang berupa sifat atau ciri bayi yang menderita galaktosemia.

Teks berikut untuk menjawab soal nomor 10

(1) Bunuh diri masih menjadi masalah nyata di berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia. (2) Berdasarkan data World Health Organization (WHO), setiap tahun, ada 800 ribu orang yang meninggal karena bunuh diri. (3) Dengan kata lain, setiap 40 detik, ada setidaknya satu orang yang bunuh diri. (4) Sementara itu, di Indonesia, ada sekitar 16 ribu kasus percobaan bunuh diri setiap tahun. (5) Angka tersebut pun diperkirakan belum mencerminkan kondisi yang real karena masih banyak kasus bunuh diri yang belum terdata. (6) Bahkan, berdasarkan hasil riset, angka kasus bunuh diri di Indonesia terus meningkat, terutama dalam situasi pandemi seperti sekarang ini. (7) Oleh karena itu, sudah sepantasnya kasus bunuh diri mendapat perhatian dari berbagai pihak.

(8) Di sisi lain, upaya pencegahan bunuh diri pun sangat penting untuk dilakukan, baik oleh pihak berwenang maupun diri kita sebagai bagian dari masyarakat. (9) Tidak harus muluk-muluk dengan melakukan hal-hal besar, beberapa hal sederhana justru dapat menjadi opsi yang tepat. (10) Pencegahan bunuh diri dapat dimulai dengan mengenali ciri seseorang yang ingin bunuh diri. (11) Umumnya, orang yang berkeinginan untuk bunuh diri akan sering membicarakan kegelisahan yang dialami serta kematian. (12) Selain itu, mereka biasanya stres, sulit tidur karena gangguan jiwa, dan akhirnya menarik diri dari aktivitas sehari-hari, keluarga, serta orang lain. (13) Dengan mengenali ciri-ciri tersebut, kita dapat menolong orang-orang terdekat yang memiliki keinginan untuk bunuh diri.

10. Ilustrasi yang paling tepat untuk melengkapi penjelasan pada bacaan tersebut adalah ....

A. tabel jumlah kasus bunuh diri di negara maju di dunia

B. tabel persebaran kasus bunuh diri di dunia selama pandemi

C. infografik dampak bunuh diri terhadap populasi penduduk dunia

D. bagan langkah-langkah pertolongan untuk orang yang ingin bunuh diri

E. diagram perbandingan jumlah kasus bunuh diri di Indonesia dan negara lain.

Kunci Jawaban: D. bagan langkah-langkah pertolongan untuk orang yang ingin bunuh diri

Pembahasan:

Sebuah ilustrasi dapat ditambahkan ke dalam bacaan agar informasi dalam bacaan tersebut menjadi lebih lengkap. Namun, ilustrasi yang ditambahkan harus sesuai dengan konteks agar tetap padu dengan isi bacaan.

Bacaan pada soal terdiri atas dua paragraf. Paragraf pertama membahas perlunya kasus bunuh diri mendapat perhatian. Sementara itu, paragraf kedua membahas perlunya penanganan bunuh diri dari berbagai pihak. Dalam paragraf tersebut, dijelaskan bahwa penanganan bunuh diri dapat dimulai dengan mengenali ciri orang yang melakukan bunuh diri. Ciri-ciri tersebut dijelaskan pula pada paragraf kedua. Untuk melengkapi bacaan tersebut, dapat ditambahkan ilustrasi berupa bagan untuk menunjukkan langkah-langkah pertolongan untuk orang yang ingin bunuh diri. Ilustrasi tersebut dapat melengkapi informasi pada paragraf kedua.

(cr31/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved