Berita Viral
Sinar UV Capai Level Bahaya, BMKG Peringatkan Hindari Sinar Matahari di Jam Segini
Sinar ultraviolet (UV) telah mencapai level bahaya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan sinar UV di sebagian besar wilay
Terkait tingginya indeks sinar UV di Indonesia, Koordinator Bidang Diseminasi Informasi Iklim dan Kualitas Udara BMKG Hary Tirto Djatmiko menyampaikan bahwa masyarakat bisa memantau kondisi ini melalui akun Instagram BMKG @infobmkg.
Kendati demikian, saat ditanya soal cuaca panas yang belakangan ini melanda sejumlah wilayah di Indonesia, ia menampik kondisi ini disebut sebagai “panas mendidih”.
Hary menjelaskan, kata "mendidih" yang digunakan untuk menggambarkan cuaca panas di Indonesia kurang tepat.
Ia beralasan secara terminologi kata "mendidih" memiliki suhu atau temperatur 100 derajat Celcius.
Ukuran suhu ini, kata Hary, tidak terjadi di Indonesia.
“Padahal suhu udara tidak sampai mencapai nilai (100 derajat Celcius). Kurang pas (penggunaan katanya),” ujar Hary.
BUKAN GELOMBANG PANAS (HEAT WAVE)
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengatakan, fenomena udara panas yang terjadi di Indonesia belakangan ini tidak masuk dalam kategori gelombang panas (heat wave).
"Fenomena udara panas yang terjadi di Indonesia belakangan, jika ditinjau secara lebih mendalam secara karakteristik fenomena maupun secara indikator statistik pengamatan suhu, tidak termasuk ke dalam kategori gelombang panas, karena tidak memenuhi kondisi-kondisi tersebut," ujar Dwikorita dalam siaran pers BMKG, Selasa (25/4/2023).
Secara karakteristik fenomena, suhu panas yang terjadi di wilayah Indonesia merupakan fenomena akibat dari adanya gerak semu matahari yang merupakan suatu siklus yang biasa dan terjadi setiap tahun.
Sehingga potensi suhu udara panas seperti ini juga dapat berulang pada periode yang sama setiap tahunnya.
Sedangkan secara indikator statistik suhu kejadian, lonjakan suhu maksimum yang mencapai 37,2° Celcius melalui pengamatan stasiun BMKG di Ciputat pada pekan lalu hanya terjadi satu hari tepatnya pada tanggal 17 April 2023.
"Suhu tinggi tersebut sudah turun dan kini suhu maksimum teramati berada dalam kisaran 34 hingga 36°Celcius di beberapa lokasi. Variasi suhu maksimum 34°Celcius - 36°Celcius untuk wilayah Indonesia masih dalam kisaran normal klimatologi dibandingkan tahun- tahun sebelumnya," jelas Dwikorita.
"Scara klimatologis, dalam hal ini untuk Jakarta, bulan April-Mei-Juni adalah bulan-bulan di mana suhu maksimum mencapai puncaknya, selain Oktober-November," lanjut dia.
Dwikorita menjelaskan mengenai kondisi suhu udara panas yang dibahas oleh berbagai media.
Suhu panas itu juga dikaitkan dengan fluktuasi radiasi ultraviolet (UV) dari sinar matahari.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Tingkat-sinar-UV-di-Indonesia.jpg)