Berita Sumut

Kepala BKD Sumut Sebut Bambang Pardede Dicopot Buntut Proyek 2,7 Triliun Tak Beres

Safruddin menyebut, pencopotan Bambang bersamaan dengan Presiden Jokowi mengecek jalan rusak di Desa Sialang Taji, Kecamatan Waluh Selatan, Labura.

|
TRIBUN MEDAN/RECHTIN HANI RITONGA
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sumatra Utara Safruddin saat diwawancarai di depan rumah dinas gubernur, Jalan Sudirman Medan, Senin (13/2/2023). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi mencopot jabatan Bambang Pardede sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sumut.

Kepala Badan Kepegawaian Darerah (BKD) Provinsi Sumut, Safruddin mengatakan pencopotan Bambang Pardede dari Kadis PUPR Sumut, lantaran kinerja kurang baik terkait proyek infrastruktur senilai Rp 2,7 triliun.

Baca juga: Edy Rahmayadi Copot Bambang Pardede dari Jabatan Kadis PUPR Sumut Usai Jokowi Tinjau Jalan di Labura

"Di tahun 2022, realisasinya hanya 23 persen, hanya sebatas uang muka. Setelah Oktober 2022, amanat diberikan dikasih waktu 6 bulan, untuk memberikan memperbaikinya kinerja. Kalau dihitung sudah 7 bulan lebih," kata Safruddin, Jumat (19/5/2023).

Kadis PUPR Sumut, Bambang Pardede.
Kadis PUPR Sumut, Bambang Pardede. (Tribun Medan/Rechtin Hani Ritonga)

Safruddin menyebut, pencopotan Bambang bersamaan dengan Presiden Joko Widodo mengecek jalan rusak di Desa Sialang Taji, Kecamatan Waluh Selatan, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumatera Utara, Rabu (17/5/2023) pagi.

"17 Mei 2023, sore diserahkan sama Bambang. SK (pencopotan) diserahkan kepada Bambang melalui sekretaris," ucap Safruddin.

Safruddin mengungkapkan untuk Pelaksana Tugas (Plt) Kadis PUPR Sumut, ditunjuk Kepala Bidang Pembangunan Dinas PUPR Sumut, Marlindo Harahap hingga terpilih Kadis PUPR Sumut definitif.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Sumatera Utara, Arief S Trinugroho mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut akan membuka lelang jabatan Kadis PUPR Sumut, menggantikan Bambang Pardede dan menetapkan Kadis PUPR Sumut defenitif.

Baca juga: Gubernur Edy Rahmayadi Minta Maaf Soal Jalan Rusak ke Warga Sumut, Singgung Soal DBH

"Dibebastugaskan, sudah kosong. Bambang ini, eselon II dan tunjangan kinerja masih melekat, setelah administrasi lengkap baru seleksi kita buka, kita masih evaluasi," kata Arief.

Untuk diketahui pengerjaan mega proyek tersebut, tengah berjalan dilakukan PT Waskita Karya bersama KSO. Sedangkan, progres dikerjakan baru 38,08 persen.

(cr14/tribun-medan.com)

 

Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved