Sultan Serdang Beri Penghargaan untuk 16 Orang Pelestari Budaya dan Pendidikan

penganugerahan ini diberikan sebagai salah satu rangkaian acara peringatan Tiga Abad Kesultanan Serdang.

|
Editor: Eti Wahyuni
TRIBUN MEDAN/HO
Sultan Serdang memberikan penghargaan yang dinamai Kurnia Setia Negri kepada sebanyak 16 orang yang dianggap telah melakukan upaya pelestarian budaya, kesenian, dan pendidikan di Masjid Sulaimaniah Perbaungan, Serdang Bedagai, Minggu (21/5/2023). 

TRIBUN-MEDAN.com, PERBAUNGAN - Sultan Serdang memberikan  penghargaan yang dinamai Kurnia Setia Negri kepada sebanyak 16 orang yang dianggap telah melakukan upaya pelestarian budaya, kesenian, dan pendidikan.

Penganugerahan ini dilakukan di Masjid Sulaimaniah Perbaungan, Serdang Bedagai, Minggu (21/5/2023). Turut hadiri dalam acara tersebut, sejumlah tokoh Melayu di Sumut, di antaranya Tengku Mira Sinar dan Tengku Ryo.  

Dalam kesempatan tersebut, di sela acara penganugerahan, kepada Tribun Medan Sultan Serdang Tuanku Achmad Thala'a Shariful Alamsyah mengatakan, penganugerahan ini diberikan sebagai salah satu rangkaian acara peringatan Tiga Abad Kesultanan Serdang.

"Selama tiga abad eksistensi Kesultanan Serdang, alhamdulillah sejak zaman dulu hingga saat ini Kesultanan Serdang hadir bersama kita untuk ikut memberikan kontribusi. Jika pada zaman dahulu Kesultanan berkontribusi dengan membangun peradaban, maka saat ini setelah bergabung dengan Republik maka kontribusinya dalam bidang adat budaya.

Baca juga: Replika Istana Sultan Serdang Disulap Jadi Tempat Isolasi Terpadu di Sergai

Nama-nama yang diberikan penghargaan karena pihaknya melihat bahwa mereka semua sangat peduli dengan adat budaya, oleh karena itulah sebagai motivasi dari Kesultanan agar mereka terus berbuat sehingga adat budaya yang dimiliki bangsa ini tidak hilang di kemudian hari.

Terkait kriteria, dikatakan Sultan, untuk nama-nama yang diusulkan, dipantau langsung oleh Tengku Mira dan Tengku Ryo. Keduanya melihat kiprah para kandidat sehari-hari di masyarakat.

“Mereka  ini ada yang mengembangkan pendidikan, budaya juga. Seperti yang membuat pusat kuliner sarapan pagi di Desa Pasar Kamu, Pantai Labu. Ia berbuat dengan tidak meninggalkan budaya,” katanya.

Dijelaskan Sultan, penghargaan seperti ini diberikan pada moment tertentu, misalnya seperti kali ini dalam rangka memperingati Tiga Abad  Kesultanan Serdang. Pengharaan sejenis juga beberapa kali dilakukan untuk memperingati Hari Lahir Sultan Serdang Tuanku Achmad Thala'a Shariful Alamsyah.

Ditambahkan Sultan, Kesultanan Serdang, sebagian penerima penghargaan juga ada dari unsur pemerintah yang dianggap peduli terhadap pelestarian budaya.

Pada kesempatan yang sama Tengku Ryo mengatakan, penganugerahan penghargaan ini merupakan rangkaian acara peringatan tiga abad Kesultanan Serdang yang puncak acaranya akan digelar pada awal Juli mendatang di Convention Hall Deliserdang/Hotel Wings KNO.  

Tengku Ryo menegaskan, penghargaan diberikan kepada orang-orang yang dinilai memiliki dedikasi dan komitmen untuk berbuat dan memberikan manfaat kepada masyarakat.  Mereka bisa berasal dari suku apa pun.

Dari ke-16 nama yang menerima penghargaan tersebut  yaitu Zulkifli Sitorus merupakan Kakandepag Sergai, Tengku Nilfan Shahary Harumy sebagai Tokoh Pendidik/Pemilik Sekolah Yayasan Harum Sentosa, Sopian Lubis sebagai Kepala Madrasah Aliyah Sinar Serdang, Hendri Syahputra Nasution sebagai Kepala Madrasah Tsanawiyah Sinar Serdang, dan Erwin Pidi sebagai Kepala Alwashliyah 16 Sergai.

Selain itu ada nama Jumain yang merupakan Kepala Alwashliyah 12 Sergai, Searca Agung Nugroho sebagai Kabid Kebudayaan Sergai, M Alfin Sukri Lubis sebagai Adyatama Kepariwisataan dan Ekraf, Afri Deliansyah Nasution sebagai Kabid Kebudayaan Deliserdang, Ilhamsyah Putra sebagai Kepala Museum Deliserdang, Indra Purnawan Bin Baharuddin sebagai Penggerak Seni Budaya Melayu, Muhammad Hidayat sebagai Penggerak Musik Keroncong, Dedy Sofyan sebagai Pendiri Pasar Kamu, Syahril Edi Bin Udin Dinar sebagai Penggerak Seni Melayu, OK Thamrin sebagai Pimpinan Pencak Silat XII Pasir Putih, dan Harun Nuh sebagai Tokoh Pejuang Ulayat Masyarakat Adat.

Dikatakannya, sebelum menentukan 16 nama yang menerima penganugerahan ini, pihaknya membentuk sebuah tim untuk melakukan survei dan mengumpulkan informasi, selanjutnya tim mengusulkan kepada Sultan setelah itu barulah Sultan menentukan ke-16 nama tersebut.

“Mereka sebagian adalah juga orang-orang yang kami kenal, yang kami tahu betul bagaimana selama ini kiprahnya untuk masyarakat. Kami tinggal melakukan konfrimasi dari teman-teman dan yang pihak yang bersangkutan, jelasnya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved