Gembong Sabu

Polres Sergai tak Juga Mampu Tangkap Iwan Penger, Si Gembong Sabu Punya Banyak Pengikut

Polres Sergai sampai detik ini tak kunjung bisa menangkap Iwan Penger si gembong sabu

Editor: Array A Argus
Tribun Medan/Anugrah Nasution
Ternyata Iwan Penger yang saat ini masuk dalam daftar pencarian orang memiliki banyak pengikut dalam menjalankan peredaran sabu-sabu sejak lama.  

TRIBUN-MEDAN.COM,SERGAI- Polres Sergai sampai detik ini tak mampu menangkap Iwan Penger, si gembong sabu yang sudah melakukan penculikan dan percobaan pembunuhan.

Sampai detik ini, Iwan Penger masih bebas berkeliaran.

Patut diduga, Iwan Penger masih menjalankan bisnis haramnya berjualan sabu, dengan cara mengendalikannya lewat 'kaki tangan' dan anak buahnya.

Baca juga: Gembong Narkoba Iwan Penger Dalangi Percobaan Pembunuhan Terhadap Juliadi, Terkuak saat Rekonstruksi

Saat polisi menggelar rekontruksi kasus percobaan pembunuhan terhadap Juliadi alias Ego, terungkap bahwa Iwan Penger si gembong sabu ini punya banyak pengikut dan anak buah. 

Dari pengakuan sejumlah tersangka, mereka menjalankan bisnis sabu di Dusun Gardu, Desa Pon, Kecamatan Sei Bamban, Kabupaten Serdang Bedagai. 

Para tersangka mengakui jika percobaan pembunuhan terhadap Ego atas dasar perintah Iwan Penger

Selain itu, para tersangka mengakui jika selama ini mereka bekerja pada Iwan Penger untuk mengelola bisnis sabu dan punya kaki tangan lainya. 

Baca juga: Kendalikan Peredaran Narkoba di Sergai, Iwan Penger Punya Puluhan Pengikut, Tiap Pekan Diberi Gaji

Mereka bertugas mulai dari menjual sabu, hingga petugas yang menjaga keamanan di sekitar lokasi. 

Dari bisnis tersebut, Iwan Penger memberi gaji kepada anggotanya seminggu sekali. 

"Saya pada saat lagi piket, lagi jaga. Jaga untuk lihat keamanan. Jadi setelah kasus itu kami pergi ke Desa Bingkat atas perintah Iwan Penger. Itu pas hari Sabtu. Karena memang setiap hari Sabtu kami gajian," kata Ipo Hasibuan, satu diantara tersangka anak buah Iwan Penger.

Dari bisnis sabu tersebut, Iwan Penger kemudian menyuruh anak buahnya untuk melakukan percobaan pembunuhan terhadap Juliadi alias Ego.

Baca juga: Karena Masalah Narkoba, Gembong Narkotika Iwan Penger Perintahkan Pembunuhan Terhadap Ego

Motifnya, Iwan Penger merasa terusik karena korban dianggap kaki tangan polisi. 

Dalam gelar rekontruksi yang digelar pada Selasa (30/5/2023) di Mapolres Serdang Bedagai, delapan orang tersangka dihadirkan. 

Terungkap jika motif para pelaku melakukan penganiayaan terhadap Ego lantaran Iwan Penger menuduh korban memberikan informasi saol peredaran narkoba ke polisi. 

Para tersangka yang berhasil diamankan adalah Sanjani Gunawan alias Panjul, Zulrifian Manalu alias Ondong, Ardiansyah alias Dian, Heri Gunawan alias Bengbeng, Ipo Hasibuan, Andre Septian alias Dedek, Edi Handoko alias Burik dan Rudi Wartono alias Budi. 

Baca juga: Terkuak dalam Rekonstruksi,Gembong Narkoba Iwan Penger Dalangi Percobaan Pembunuhan Terhadap Juliadi

Sebanyak 23 adegan diperagakan dalam rekontruksi tersebut. 

Diketahui aksi percobaan pembunuhan terhadap Ego terjadi pada 24 Februari 2023 didalangi oleh Iwan alias Penger. 

Rekontruksi diawali saat Iwan Penger memerintahkan Sanjani alias Panjul untuk menjemput Ego di rumahnya dan membawanya ke Gardu yang ada di Desa Pon, Kecamatan Sei Bamban, Kabupaten Serdang Bedagai. 

"Kemudian Sanjani meminta agar Dedek menjemput Ego dan membawa ke Gardu. Mereka sempat menjual hp milik korban untuk membeli narkoba jenis sabu lalu pergi ke Gardu," ujar penyidik Polres Sergai membacakan berita acara Pemeriksaan rekontruksi yang dihadiri Kejaksaan Sergai. 

Baca juga: Polres Sergai Biarkan Gembong Sabu Iwan Penger Berkeliaran, Sampai Sekarang tak Juga Ditangkap

Setiba di Gardu, Iwan Penger dengan puluhan anak buahnya yang mengendalikan putaran narkoba sudah menunggu korban. 

Disaat itu, Iwan Penger sudah menunggu korban sambil memegang helm. 

"Juliadi kemudian sampai di Dusun Gardu Desa Pon Kecamatan Sei Rampah Kabupaten Sei Bamban dan melihat Iwan Penger sudah memegang helm bersama Sanjani, Budi Satpol PP, Rudi Wartono, Heri Gunawan, Dian alias Ipo dan langsung melakukan penganiayaan terhadap korban,"

Penganiayaan kemudian terus berlanjut hingga melibatkan puluhan orang yang ada di markas narkoba milik Iwan Penger

Usai melakukan penganiayaan, Iwan Penger  membawa korban ke sebuah tambak udang yang ada di Kecamatan Teluk Mengkudu milik Maruba Sitanggang. 

Di sana para pelaku kembali melakukan penganiayaan dan membuang korban ke sungai Besitang Kabupaten Langkat. 

"Setelah gelap sekitar pukul 19.00 WIB korban dimasukkan ke mobil Iwan Penger dengan kondisi terikat dibawa oleh Balo, Sitinjak, Iwan Penger dan Sanjani ke tambak udang," 

"Di sana Maruba Sitanggang, Upeh kemudian memukuli korban. Sekitar jam 12 malam, Upeh dan Maruba kemudian membuang korban ke sungai Besitang Kabupaten Langkat,".(tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved