Ngopi Sore

Wahai Para Ahli Tafsir Mimpi, Apa Arti Mimpi Pak SBY Ini?

Tiga presiden yang pernah menjabat melakukan perjalanan panjang secara bersama-sama dengan kereta api. Apakah makna dari mimpi ini?

Penulis: T. Agus Khaidir | Editor: T. Agus Khaidir
TRIBUNNEWS/BIRO PERS/CAHYO BRURI SASMITO
PRESIDEN Joko Widodo (kiri) menerima kunjungan Ketua Umum DPP Partai Demokrat yang juga Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (kanan) di Istana Merdeka, beberapa waktu lalu. 

Syahdan, pada petang yang dingin di November 1963, Paul McCartney tersentak dari tidurnya yang singkat dan tidak terlalu nyenyak. Dia sedang menginap di kediaman keluarga pacarnya, artis Inggris Jane Ashe di 57 Wimpole Street, London.

Sebelum terjaga, McCartney merasa dirinya berada di satu tempat dan mendengar satu rangkaian nada. Anehnya, nada-nada ini terus terngiang di telinganya. McCartney segera berlari ke lantai bawah dan mencoba mengindentifikasi nada ini dengan piano. Hasilnya: G F#m7 B Em dan kembali ke E.

Sampai kurang lebih satu setengah tahun kemudian [14 Juni 1965], setelah berulangkali menyempurnakan nada ini (F Em7 A7 Dm Dm/C) dan menjadikannya satu lagu utuh, McCartney, bersama John Lennon, George Harrison, dan Ringo Star, membawanya masuk ke studio rekaman Abbey Road. Lagu ini diberi judul ‘Yesterday’.

Ada yang bilang mimpi tiada lebih dari sekadar bunga tidur. Orang Jawa menyebutnya ‘kembangé turu’. Rasa-rasanya tiap orang pernah bermimpi. Bahkan ada yang bisa bermimpi berkali-kali dalam satu tidur –yang panjang maupun yang pendek.

Namun kenapa orang bisa bermimpi? Atau sebelum lebih jauh, apa sesungguhnya mimpi ini? Ada yang menyebut mimpi juga fantasi; luapan kecemasan; isyarat; simbol; atau firasat yang sarat makna. Dalam teologi, khususnya Islam, mimpi bisa merupakan bisikan hati, gangguan setan, atau semacam tanda-tanda baik.

Secara medis, mimpi adalah gambaran, pikiran, dan emosi yang dialami seseorang selama tidur. Sigmund Freud, seorang pakar psikoanalisis, menyebut mimpi adalah gagasan dari sisi emosional yang tertekan. Sebangsa keinginan yang tak tersampaikan dan tak terselesaikan di kehidupan nyata.

Biasanya mimpi terjadi pada tahap tidur REM (rapid eye movement) yakni tahapan tidur yang membuat napas jadi lebih cepat atau tidak teratur, dan mata bergerak ke segala arah dengan cepat.

Berangkat dari teori J Allan Hobson dan Robert McCarley, sirkuit otak aktif selama tahapan tidur REM, memicu amigdala dan hipokampus untuk membuat serangkaian impuls listrik. Kombinasi inilah yang kemudian menghasilkan pikiran, gambar, dan ingatan acak.

Oleh sebab itu, seringkali mimpi tidak dapat diingat secara utuh. Hanya bayang-bayang samar. Atau dalam potongan-potongan yang justru berserakan. Entah gambarnya (visual), entah suaranya (audio), seperti yang terjadi pada Paul McCartney.

Maka dari itu, dalam pentakwilannya, penceritaannya, orang-orang yang bermimpi jarang sekali bisa melakukannya dengan detail dan runut. Kebanyakan hanya fokus pada satu dua sekuen (adegan) yang direka-reka, diduga, ditafsirkan sendiri sebagai inti mimpi.

Secara medis, mimpi sulit diingat lantaran pada fase REM, otak mematikan sistem memori, hingga umumnya, sekuen mimpi yang diingat adalah sekuen akhir, tatkala mendekati momentum terjaga, di mana tubuh dan otak mulai kembali saling terkoneksi.

Namun agaknya teori ini tidak berlaku bagi Bapak Susilo Bambang Yudhoyo atawa SBY, presiden keenam Republik Indonesia. Pak SBY, mampu mentakwilkan mimpinya secara detail, runut, dari awal sampai ke akhirnya.

Demikianlah disebutkan Pak SBY, sebagaimana ditulisnya secara bersambung di akun Twitter yang ia kelola, @SBYudhoyono, bahwa Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) datang ke kediamannya di Cikeas. Dari sana, mereka kemudian bersama-sama menjemput Presiden RI keempat dan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Sukarnoputri, lantas bertolak menuju Stasiun Gambir.

Di Stasiun Gambir, sudah menunggu Presiden Indonesia ke 8 dan beliau telah membelikan karcis kereta api Gajayana ke arah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Karena masih ada waktu, sejenak kami berempat minum kopi sambil berbincang-bincang santai,” tulisnya lagi.

Setelah itu, bilang SBY, mereka naik kereta api. "Di perjalanan, kami menyapa rakyat Indonesia dengan hangat. Rakyat yang pernah kami pimpin dengan penuh kesungguhan hati. Memimpin bangsa yang tak pernah sepi dari tantangan."

Mimpi SBY masih berlanjut. Pada sekuen selanjutnya, cerita SBY, mereka tiba di Solo. Jokowi dan SBY turun dari kereta. "Pak Jokowi kembali ke kediamannya, saya terus ke Pacitan dengan bus. Sedangkan Ibu Megawati melanjutkan perjalanan ke Blitar untuk berziarah ke makam Bung Karno."

Sampai di sini, rasa-rasanya kita perlu bersepakat bahwa kisah yang dipapar Pak SBY ini potensial untuk jadi film yang menakjubkan. Tiga presiden melakukan perjalanan kereta api yang panjang. Dialog-dialognya tentu akan hebat sekali. Gestur-gesturnya pasti menggetarkan. Ah! Dalam bayangan saya, ini akan seperti perpaduan The Darjeeling Limited dan Two Pope

Namun sebaiknya kita tepikan dulu soal film. Juga soal-soal teori mimpi dan korelasinya dengan memori tadi. Anggap sajalah Pak SBY memang memiliki keistimewaan.

Lebih menarik dicermati adalah makna dari mimpi ini: tiga presiden yang pernah menjabat melakukan perjalanan bersama-sama dengan kereta api.

Apakah ini semacam gagasan rekonsiliasi? Khususnya antara Pak SBY dan Ibu Megawati. Sudah sangat umum diketahui oleh siapa pun di negeri kita yang terkasih, Pemilu Presiden 2004 melecutkan “permusuhan” keduanya.

Walau SBY sudah tak lagi presiden dan PDI Perjuangan kembali menjadi partai penguasa, hubungan keduanya tetap renggang. Ibu Mega masih marah. Apalagi, sejak Jokowi jadi presiden, Partai Demokrat pimpinan SBY menempatkan diri sebagai oposan.

Belakangan, satu lompatan besar terjadi. Untuk kali pertama sejak saling mengambil sikap berlawanan, PDI Perjuangan bertemu muka dengan Demokrat dalam suasana yang “bersahabat”.

Memang, tidak ada Ibu Mega dan Pak SBY di sana. Namun Puan Maharani dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) jelas sangat bisa disebut sebagai representasi PDI Perjuangan dan Demokrat.

Sampai di sini pertanyaannya, apakah mimpi SBY berkaitpaut dengan kepentingan politik Pemilu Presiden 2024? Katakanlah, SBY bermimpi, bahwa Megawati membuka pintu maaf dan menerima Demokrat, wabil khusus tentu saja AHY, untuk menjadi pendamping (calon) presiden (usungan PDI Perjuangan) –yang nantinya akan jadi Presiden kedelapan.

Apakah demikian tafsirnya? Saya tidak tahu. Iseng tadi saya tanyakan ini kepada seorang kawan yang saya tahu dulunya suka memasang nomor togel. Saya mendapat dua jawaban. Pertama, klarifikasi bahwa dia sudah tidak pernah lagi pasang togel.

Jawaban kedua, lebih menarik. Sepengetahuan dia, di erek-erek, buku tafsir mimpi, tidak ada kode angka untuk ‘politik’ atau ‘politikus’. Apabila ada mimpi, atau petunjuk perihal kedua hal ini, maka yang dilakukan oleh para pemain togel adalah menghitung kemungkinan angka pelarian.

Biasanya, bilang dia, kode angka dasar yang digunakan adalah yang bersinonim dengan raja yakni 26 dan 52, raja dan raja laut.

"Tapi sebenarnya ada dua lagi, 05 dan 54. Raja rampok dan raja kera." (t agus khaidir)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved