Jejak Teror Bom Jakarta

JEJAK TEROR BOM JW Marriot dan Ritz-Carlton 2009, Meledak Berdekatan dan Terjadi Usai Pemilu!

Pengeboman Jakarta pada 2009 yang disebut Pengeboman Mega Kuningan 2009 menjadi bukti serangan teroris dan meninggalkan kisah pilu bagi masyarakat.

Editor: M.Andimaz Kahfi

TRIBUN-MEDAN.COM - Pengeboman Jakarta pada 2009 meninggalkan kisah pilu bagi masyarakat.

Peristiwa yang juga disebut Pengeboman Mega Kuningan 2009 menjadi bukti serangan teroris.

Ledakan bom di hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan terjadi pada Jumat 17 Juli 2009 pagi pukul 07.58 WIB.

Peristiwa bom bunuh diri tersebut menewaskan 9 orang dan membuat 53 korban terluka baik warga Indonesia maupun warga asing.

Ini merupakan kali kedua Hotel JW Marriot diguncang bom, setelah terjadi peristiwa serupa pada 6 tahun sebelumnya atau 5 Agustus 2003.

Peristiwa maut di lingkar Mega Kuningan ini terjadi 9 hari setelah penyelenggaraan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2009.

Noordin M Top dituding sebagai dalang lalu diburu kepolisian.

Ledakan berasal dari bom bunuh diri melalui mobil Toyota Kijang bernomor polisi B7462 ZN.

Mobil tersebut dikendarai oleh Asmar Latin Sani.

Akibat peristiwa tersebut Hotel JW Marriott ditutup selama 5 minggu.

Ledakan pada 17 Juli 2009 itu terjadi di bagian lobi hotel dan terjadi hampir bersamaan dengan bom yang meledak di Hotel Ritz-Carlton.

Akibat ledakan itu, bagian depan Hotel Ritz-Carlton hancur tepatnya di restoran yang terletak di lantai dua.

Diketahui, pusat ledakan terjadi di Restoran Airlangga.

Pelaku ledakan di Ritz-Carlton adalah seorang perempuan setelah ditemukan jenazah perempuan yang hancur terkena ledakan.

Selain bom tersebut, terdapat sebuah bom serupa yang tidak meledak di kamar 1808 Hotel JW Marriott.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved