Ibadah Haji 2023

Pulang dari Arab Saudi, Begini Kondisi Kesehatan Jemaah Haji Asal Sumut

Kepala Bidang Kesehatan PPIH Sumut 2023, dr Jefri H Sitorus menyampaikan, para jemaah yang tiba di Tanah Air akan dipantau kesehatannya dalam 14 hari.

Tribun Medan/Husna Fadilla Tarigan
Jemaah haji asal Sumut, saat tiba di Debarkasi Asrama Haji Medan, Rabu (19/7/2023). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Proses pemulangan jemaah haji sedang berlangsung, dimana hingga hari ini, sebanyak 5.330 jemaah haji asal Sumatera Utara sudah tiba di Tanah Air, Rabu (19/7/2023).

Kepala Bidang Kesehatan PPIH Sumatera Utara 2023, dr Jefri H Sitorus menyampaikan, para jemaah yang tiba di Tanah Air akan dipantau kesehatannya dalam 14 hari.

Baca juga: Aksi Pamer Emas 1 Kg Viral, Jemaah Haji Asal Makassar Ngamuk Ditagih Pajak Rp 500 Juta

Baca juga: Sempat Dirawat di Mekkah, Jemaah Haji Asal Bangka Meninggal Dunia saat Tiba di Bandara Kualanamu

"Selama 14 hari para jemaah akan diteliti apakah ada terserang virus yang ada di sana. Tapi kalau mungkin dia penyakit jantung, hipertensi dan sebagainya, tidak ada hubungan," ujar, dr Jefri saat ditemui di Asrama Haji Medan, Rabu (19/7/2023).

Dimana penyakit atau virus bawaan yang masih dikhawatirkan saat ini menjangkit jemaah yaitu, MERS (Middle East Respiratory Syndrome – Corona Virus), Meningitis dan juga Covid-19.

"Kalau virus yang saat ini masih dikhawatirkan, MERS-Covd, meningitis, covid juga masih ada ya," ungkapnya.

Kondisi cuaca panas di Arab Saudi, disebutnya juga menjadi penyebab kemungkinan, menurunnya kondisi kesehatan jemaah haji, saat kembali ke Tanah Air.

Hal tersebut karena secara fisik harus menyesuaikan kembali keadaan udara di Indonesia.

"Cuaca di sana juga sangat mempengaruhi kesehatan jemaah, yang paling utama dehidrasi, batuk pilek itu jadi penyakit yang dominan, karena perubahan cuaca, yang dihadapi jemaah," jelasnya.

Disebutnya, tiga jemaah yang tiba di Tanah Air harus dirujuk ke rumah sakit, sebab kondisi kesehatan yang menurun, dua di RS Haji dan satu RS Deli Serdang.

Baca juga: Jemaah Haji Suharja yang Hilang Ditemukan Meninggal Dunia, Mayatnya Ditemukan di Ruang Jenazah RS

Baca juga: Kisah Haru Nur Aisyah, Jemaah Haji Asal Medan, Tetap Tegar Meski Kehilangan Suami di Tanah Suci

"Penurunan kesadaran, sesak dan kondisi kesehatan yang secara fisik menurun. Artinya bukan karena virus, mereka dirawat karena penurunan kesadaran, dan cenderung terjadi terhadap lansia," katanya.

Jemaah yang harus mendapat perawatan tersebut juga mayoritas adalah lansia, usia 61-90 tahun.

Jefri juga mengatakan, banyak jemaah haji tahun ini yang menderita Penyakit bawaan, seperti hipertensi, jantung, gula darah, dan ada juga TB.

(cr26/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved