Hari Kemerdekaan
Berikut 10 Tradisi Unik Setiap Daerah dalam Merayakan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia
Berikut ini 10 tradisi unik setiap daerah dalam merayakan hari kemerdekaan Republik Indonesia.
Penulis: Rizky Aisyah | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – Berikut ini 10 tradisi unik setiap daerah dalam merayakan hari kemerdekaan Republik Indonesia.
Setiap tahunnya di bulan Agustus selalu menjadi bulan yang meriah di Indonesia, karena setiap warga negara di seluruh penjuru negeri berpartisipasi dengan sangat antusias dalam merayakan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Selain menghias kampung dan rumah dengan berbagai ornamen dan ciri khas 17-an, ada juga tradisi-tradisi lain yang membuat perayaan ini menjadi lebih meriah di beberapa daerah.
Berikut beberapa tradisi unik yang dilakukan masyarakat untuk merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia di masing-masing daerah berikut ini:
1. Tradisi Pacu kude, Aceh
Tradisi yang dilakukan oleh masyarakat Aceh ini merupakan permainan rakyat yang sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda dan biasanya dimainkan setelah panen raya.
Setelah Indonesia merdeka, tepatnya pada tahun 1956, permainan ini secara resmi diambil alih oleh pemerintah setempat.
Sejak saat itu, pemerintah dan masyarakat Aceh menganggap pacu kude sebagai simbol perjuangan rakyat dalam merebut kemerdekaan, sehingga mereka melanjutkan tradisi pacu kude setiap tahunnya untuk merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia.
Kuda-kuda yang digunakan dalam acara ini juga merupakan hasil persilangan antara kuda Australia dan kuda Gayo.
Biasanya, kuda-kuda yang ikut serta dalam perlombaan ini berasal dari enam daerah yaitu Aceh Tengah, Bener Meriah, Gayo Lues, Aceh Tenggara, Aceh Besar, dan Sumatera Barat
2. Lomba Dayung, Banjarmasin
Jika Anda pergi ke pulau Kalimantan, tepatnya Banjarmasin, ada sebuah perlombaan yang selalu menarik banyak perhatian.
Apalagi kalau bukan Lomba Dayung Perahu Naga, yang diadakan rutin setiap tahun di Sungai Martapura.
Ajang ini bukanlah kegiatan baru, namun, sudah berlangsung sejak tahun 1924.
Lomba dayung ini tidak hanya digunakan sebagai hiburan saat perayaan Hari Kemerdekaan, tapi juga sebagai sarana mencari bibit-bibit pendayung yang handal.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Ilustrasi-Tradisi-Pacu-kude1.jpg)