Berita Sumut

Kodam I BB Pastikan Tak Ada Intimidasi, Ucapan Korlap Togel Setoran ke Pejabat Polres Langkat Jujur

Kodam I Bukit Barisan memastikan tidak ada mengintimidasi Supriatin, Korlap Togel yang mengaku setoran ke pejabat Polres Langkat.

|
Penulis: Fredy Santoso |
Tribun Medan/ Fredy Santoso 
Kapendam I Bukit Barisan Kolonel Rico J Siagian (kiri) dan Kapten Rhadi Yanuar (kanan), saat diwawancarai soal pengakuan korlap judi togel ngaku diintimidasi personel Kodam I Bukit Barisan saat akui setor ke Polres Langkat jajaran. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kodam I Bukit Barisan memastikan tidak ada mengintimidasi Supriatin, korlap judi Toto Gelap (Togel) saat dia mengaku ada setor hasil judi ke Kanit Pidum Polres Langkat, Polsek Stabat dan Polsek Secanggang lainnya.

Kapendam I Bukit Barisan, Kolonel Rico J Siagian mengatakan, pihaknya sudah memeriksa sejumlah saksi di lokasi.

Baca juga: Kordinator Togel di Stabat Ngaku Diintimidasi Intel Kodam saat Buat Pernyataan Setoran ke Polisi

Menurutnya, pernyataan yang diucapkan Supriatin benar, tanpa dipaksa, apalagi diancam senjata api.

"Dari kami, Deninteldam tidak ada melakukan intimidasi, pengancaman, ataupun intervensi. Dan pada saat pemeriksaan biasa-biasa saja. Dan itu sudah saya cek, kebenarannya," kata Kolonel Rico, Jumat (18/8/2023).

Kata Rico, pascamunculnya video pernyataan tandingan dari Supriatin diduga di Polres Langkat, pihaknya telah bertemu dengan Kapolres Langkat AKBP Faisal Rahmat Husein Simatupang dan Kasat Reskrim.

AKBP Faisal pun disebut telah memohon maaf kepada Deninteldam atas beredarnya video pernyataan tandingan Supriatin.

Kepada Kodam I Bukit Barisan, AKBP Faisal Rahmat Husein Simatupang berjanji akan mengusut siapa yang merekam dan menyebarkan video pengakuan tersangka diancam senjata.

Menurut Kodam I Bukit Barisan, pernyataan Supriatin kedua itu direkam di Polres Langkat, lalu disebarkan.

"Dan mereka juga berjanji akan mengusut terkait dengan video kedua itu. Kita tunggu saja." ucapnya.

Baca juga: WOW Koordinator Togel di Langkat Diringkus Deninteldam I/BB, Ngaku Setor ke Polres Hingga Polsek

Diketahui, usai viral kordinator judi togel ngaku menyetor ke Kanit Pidum Polres Langkat, Iptu Herman Sinaga Rp 25 juta, Kapolsek Stabat dan Kapolsek Secanggang, Supriatin (38), membuat pernyataan berbeda.

Pria bertubuh gempal ini mengatakan apa yang diucapkannya tidak benar karena dalam keadaan diintimidasi.

Katanya, saat itu dia ketakutan, dikelilingi personel TNI bersenjata makanya menyatakan uang bisnis perjudian itu bergulir ke pejabat Polres Langkat.

"Dengan rasa takut, saya cemas. Mereka bersenjata semua mau tak mau lah saya bilang. Dengan rasa terpaksa saya takut jadi gimana lagi nggak tahu lagi gimana,"ucapnya dalam video singkat yang diterima Tribun Medan, Selasa (15/8/2023).

Dalam video terbarunya kali ini Supriatin yang ditangkap TNI itu meralat seluruh pernyataannya mengenai setoran judi.

Dia menyebut, semua setoran itu tidak ada dan hanya karangan belaka karena dikelilingi tentara, meski dia sempat menunjukkan bukti transfer.

"Nah, masalah uang yang saya transfer 25 juta ke Kanit Pidum Herman itu tidak ada. Yang dibilang ke Polres itu juga tidak ada. Ke Polsek itu juga tidak ada semua," ucapnya.

Supriatin pun buka-bukaan alasannya ditangkap TNI, bukan Polisi. Dia menduga ada persaingan bisnis perjudian antara dia dan pria bernama Wak Udin, yang diduga dibekingi Deninteldam I Bukit Barisan.

Baca juga: SOSOK Supriatin, Koordinator Togel Rutin Bayar Oknum TNI dan Polisi: Koramil Rp 1,5 Juta

Menurutnya, wak Udin, bos togel yang diduga dibekingi Deninteldam itu sudah ditangkap Polisi, makanya mereka balas dendam.

Hal inilah yang diduga menyebabkannya ditangkap Personel Kodam I Bukit dan dipaksa buka suara telah menyetor puluhan juta ke Polisi.

"Cuma saya dapat informasi dibawah ada namanya Wak Udin, main beringin 1. Nah, pas saya tanya beringin 1 itu siapa ? Orang Deninteldam," ujarnya.

"Nah saya berpikir seperti itu. Mungkin ada kaitannya sama orang itu. Sebab apa, mungkin karena ketangkap orang itu terus merembet ke saya. Saya berpikir seperti itu," sambungnya.

Sebelumnya, heboh pernyataan Supriatin, koordinator togel di Kecamatan Stabat dan Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat mengaku rutin setoran Rp 25 juta setiap dua minggu ke Kanit Pidum Polres Langkat, Iptu HS.

Pengakuan koordinator togel itu disampaikan dihadapan anggota Deninteldam I/Bukit Barisan yang menangkap Supriatin.

Terpisah, Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi membenarkan adanya penangkapan yang dilakukan Kodam I Bukit Barisan.

Tetapi ia tidak menjelaskan secara gamblang apakah yang dimaksud termasuk Aipda JPH yang diduga sebagai kordinator judi.

Baca juga: Koordinator Togel Supriatin Tuding Diintimidasi Intel Kodam I/BB: Mereka Bersenjata Semua Saya Takut

Saat ini, kata Hadi mereka masih diperiksa oleh Sat Reskrim Polres Langkat.

"Betul, Bahwa Hari Sabtu malam Denintel Kodam I Bukit Barisan Menangkap beberapa Orang terduga Pelaku Perjudian di Langkat. Saat ini, penyidik reserse Polres Langkat sedang melakukan pemeriksaan untuk Proses Pembuktiannya," singkat Hadi.

(cr25/tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter

 

 

Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved