Museum di Medan

DAFTAR 10 Museum di Medan, Ada yang Simpan Koleksi Hewan Hingga Peninggalan Sejarah

Museum menjadi tempat dimana koleksi yang memiliki banyak kenangan dan sejarah kerap disimpan.

Penulis: Husna Fadilla Tarigan | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/ABDAN SYAKURO
Suasana Museum Djoeang 45 Sumatera Utara saat peresmian di Jalan Pemuda, Kota Medan, Jumat (18/8). Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi meresmikan Museum Djoeang 45 Sumut sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-78, tahun 2023. Peresmian itu ditandai dengan gunting pita dan mencoba aplikasi barcode berisi kisah perjuangan masa penjajahan. 

Untuk biaya masuk museum sendiri mulai dari Rp 3.000 per orang.

2. Rahmat International Wildlife Museum and Gallery

SUASANA Rahmat International Wildlife Museum and Gallery di Jalan S Parman  No.309, Medan.
SUASANA Rahmat International Wildlife Museum and Gallery di Jalan S Parman No.309, Medan. (TRIBUN MEDAN/NATALIN)

Rahmat International Wildlife Museum and Gallery adalah diprakarsai oleh Dr. H Rahmatsyah yang memiliki kecintaan pada alam dan niatnya mencegah kepunahan hewan langka. Museum ini terletak di Kelurahan Petisah Hulu, Medan Baru, Kota Medan

Sangat unik, museum ini menghadirkan berbagai koleksi binatang dari seluruh dunia yang diawetkan dengan sempurna.

Museum ini akan membuat para pengunjung terpesona dengan ribuan koleksi hewan yang terlihat hidup dan nyata, seolah-olah mereka berada di habitat aslinya.

Hewan-hewan yang diawetkan ini adalah bintang-bintang yang telah mati secara alami, hasil dari berburu yang dilegalkan, serta sumbangan dari lembaga dan kolektor.

Harga masuk museum ini mulai dari Rp 75.000, para pengunjung dapat menikmati lebih dari 2.600 spesies dan 5.600 spesimen, baik yang berukuran besar maupun kecil, disusun dengan apik dan artistik.

3. Museum Al-Quran Sumatera Utara
Disini para wisatawan dapat menyaksikan puluhan Al-Quran kuno, bahkan ada penemuan bahwa Al-Quran pernah tersaji dalam bentuk koin.

Museum yang berada di Jalan Wiliam Iskandar Muda, Deliserdang ini, beroperasi setiap hari Senin-Sabtu, mulai pukul 09.00 WIB. Pengunjung cukup bayar Rp15 ribu untuk umum. Sementara pelajar atau mahasiswa hanya Rp5 ribu bisa mendapatkan ilmu pengetahuan baru soal peradaban Islam di Sumatra Utara.

Didirikan dengan tujuan untuk menambah pengetahuan bagi masyarakat luas, bahwa Sumut memiliki sejarah dan peradaban Islam di masa lalu.

Pasalnya, dari banyak daerah di Indonesia, Sumut pernah disebut sebagai daerah yang tidak memiliki sejarah mushaf Al-Quran.

4. Museum Situs Kota Cina

Gerabah dan tembikar hasil penggalian di Situs Kota Cina di kawasan Paluh Besar, Jalan Kota Cina, Kelurahan Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan
Gerabah dan tembikar hasil penggalian di Situs Kota Cina di kawasan Paluh Besar, Jalan Kota Cina, Kelurahan Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan (TRIBUN MEDAN / ABUL MUAMAR)

Museum Situs Kota Cina berada di Jalan Kota Cina, Nomor 65, Kelurahan Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan.

Adanya hal ini, menjadi bukti Kota Medan pernah dijadikan sebagai pelabuhan internasional dari abad 11 hingga abad 14 Masehi. Berbagai kapal perniagaan dari Persia, Hindia dan bahkan Tiongkok pernah berlabuh di Kota Cina itu.

Hal itu dibuktikan dengan berbagai penemuan barang bersejarah di kawasan tersebut seperti keramik dari Persia dan Tiongkok, uang keping dari Sri Lanka dan Tiongkok dan patung Buddha dari Hindia.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved