TRIBUNWIKI
SOSOK Nurul Huda Hasibuan, Striker Sepakbola Putri PON Sumut, Pernah Tak Direstui Orangtua
Nurul Huda Hasibuan bakal menjadi satu diantara atlet sepak bola putri PON Sumut jelang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024 mendatang.
Penulis: Aprianto Tambunan | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN- Sosok atlet sepakbola putri PON Sumut, Nurul Huda Hasibuan pernah tidak direstui orangtua untuk menggeluti sepakbola.
Nurul Huda Hasibuan bakal menjadi satu diantara atlet sepak bola putri PON Sumut jelang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024 mendatang.
Siapa sangka striker tim sepakbola putri PON Sumut tersebut, ternyata pernah tak mendapat restu alias dukungan dari orangtuanya untuk menggeluti dunia sepakbola.
Meski begitu, atlet yang lahir di Rantau Parapat, Sumatera Utara itu, tidak putus asa.
Ia terus berusaha meyakinkan ayahnya bahwa sepakbola bisa menjadi masa depan yang menjanjikan.
"Saya main bola sejak kelas 4 SD, sekitar usia 10 tahun, karena saya punya sepupu pelatih dan saya ikut ikut latihan dan belum pakai sepatu saat itu," Kata Nurul Huda Hasibuan kepada Tribun Medan, Selasa (29/8/2023).
"Kalau dari orang tua jelas enggak mendukung, karena saya berasal dari keluarga yang ketat agama, tapi saya pribadi coba jelaskan ke orangtua dan keluarga, bahwasanya sepak bola ini baik dan benar jika dilakukan dengan baik dan benar," sambungnya.
Dengan tekad yang kuat, Nurul terus membuktikan ke Ayahnya jika sepak bola itu mempunyai masa depan yang baik.
Ia pun terus mendalami dan berlatih sepak bola, hingga akhirnya Nurul memutuskan untuk merantau ke Kota Medan untuk bergabung di tim Futsal Unimed pada tahun 2018.
Saat itu, Nurul dan timnya berhasil lolos hingga tahap nasional di kompetisi futsal Indonesia.
Dengan prestasi itu, akhirnya Nurul pun mendapatkan beasiswa untuk kuliah di Unimed dan berhasil membuktikan kepada ayahnya bahwa sepak bola memiliki masa depan yang baik.
"Alhamdulillah saya pun bisa membuktikan ke orangtua, saya kuliah gara gara sepak bola dan dapat beasiswa, serta keliling Indonesia karena sepak bola. Dengan cara itulah saya bisa membuktikan bahwa sepak bola itu tidak salah. Sehingga akhirnya orangtua hanya bisa berdoa yang terbaik untuk saya,"jelasnya.
Tak puas sampai disitu, Nurul pun terus mengasah kemampuannya dan berhasil bergabung di tim sepak bola putri PON Sumut.
Nurul tidak menyangka bisa sampai di titik saat ini.
Pasalnya, mengingat ayahnya yang pernah tidak merestui langkahnya di dunia sepakbola.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Sosok-atlet-sepakbola-putri-PON-Sumut-Nurul-Huda-Hasibuan-pernah-tidak-direstui-orangtua.jpg)