Breaking News

Berita Viral

Kaesang Pangarep Dikabarkan Gabung PSI, PDIP: Sebaiknya Pelajari Dulu AD/ART PSI, Jangan Grasa-grusu

Baru-baru ini, publik dihebohkan dengan kabar putra bungsu Jokowi, Kaesang Pangarep, diisukan terjun ke politik dan bergabung dengan Partai Solidarita

Editor: Liska Rahayu
instagram
Kaesang Pangarep Dikabarkan Gabung PSI 

TRIBUN-MEDAN.com - Baru-baru ini, publik dihebohkan dengan kabar putra bungsu Jokowi, Kaesang Pangarep, diisukan terjun ke politik dan bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Kabar itu beredar usai akun Instagram PSI mengunggah video 'Mawar' bergabung ke PSI, Rabu (20/9/2023).

Sosok Mawar disebut-sebut merupakan Kaesang Pangarep.

Netizen menilai sosok tersebut adalah Kaesang Pangarep dilihat dari siluet dari video reel Instagram yang diunggah dan suara serta gaya bicaranya.

Menanggapi hal ini, ketua DPP PDIP Bidang Ideologi dan Kaderisasi Djarot Saiful Hidayat meminta Kaesang Pangarep mempelajari anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) sebelum gabung Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

"Sebaiknya, sebelum masuk dan aktif secara penuh di organisasi partai politik Mas Kaesang pelajari dan pahami dulu AD/ART, struktur, dan tata kelola organisasi partai tersebut," kata Djarot kepada wartawan, Kamis (21/9/2023).

Djarot meminta putra Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu agar tak terburu-buru dalam mengambil keputusan.

"Saran saya, ojo kesusu dan grusa grusu (terburu-buru)," ujarnya.

Anggota Komisi IV DPR RI ini menyarankan Kaesang perlu mempelajari ideologi partai yang akan dia gabung.

Kaesang Pangarep Dikabarkan Gabung PSI
Kaesang Pangarep Dikabarkan Gabung PSI (instagram)

"Terutama bagaimana ideologi partai bisa dijabarkan dan dioperasionalisasikan ke dalam program perjuangan partai," ucap Djarot.

Selain itu, Djarot juga meminta Kaesang mempelajari mengenai mekanisme pengambilan keputusan di internal partai tersebut.

"Untuk mengukur apakah partai tersebut benar menjunjung tinggi nilai-nilai dan prinsip demokrasi," ungkapnya.

"Bagaikan sistem pendidikan dan kaderisasi dijalankan untuk mempersiapkan calon-calon pemimpin yang akan ditempatkan di lembaga politik dan publik," ucapnya menambahkan.

Kendati demikian, Djarot menjelaskan PDIP tak menekan atau memaksa siapapun dalam mengambil keputusan.

"Yang jelas, kita tidak bisa memaksa dan menekan seseorang dalam mengambil dan menentukan keputusan," tegasnya.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved