Tribun Wiki

Manfaat Ganja Bagi Dunia Medis Menurut Guru Besar Farmasi UGM

Ganja merupakan tumbuhan yang tumbuh subur di dataran tinggi Aceh, hingga ke Sumatra Utara. Ganja diyakini punya manfaat medis

|
Editor: Array A Argus
INTERNET
Ilustrasi ganja medis 

Selain itu, digunakan sesuai indikasi seperti nyeri kanker yang sudah tidak respons lagi terhadap analgesik lain dengan pengawasan distribusi yang ketat.

“Tanamannya yakni opium tetap masuk dalam narkotika golongan 1 karena berpotensi penyalahgunaan yang besar, begitupun dengan ganja. Oleh sebab itu, semestinya yang dilegalkan bukan tanaman ganjanya, tetapi obat yang diturunkan dari ganja dan telah teruji klinis dengan evaluasi yang komperehensif akan risiko dan manfaatnya,” pungkasnya.

IDI Bilang Masih Dilarang

Ketua Dewan Pertimbangan Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB-IDI), Zubairi Djoerban mengungkapkan penggunaan ganja untuk pengobatan dilarang di Indonesia hingga saat ini.

Zubairi menuturkan jika melihat dari Amerika Serikat penggunaan ganja untuk medis dibatasi serta diatur secara ketat.

"Jadi sebetulnya sudah ada obat untuk masing-masing penyakit seperti, epilepsi dan lainnya itu, namun ganja medis bisa menjadi pilihan, tapi bukan yang terbaik," terang Zubairi, seperti dilansir oleh Kompas.com, Rabu (29/6/2022).

Dia mengatakan Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) baru mengeluarkan izin penggunaan ganja untuk pasien epilepsi dengan kejang.

Namun, menurutnya kasus tersebut jarang terjadi.

Kata Zubairi penggunaan ganja bagian THC dan Delta-8-THC dilaporkan memiliki banyak efek samping sehingga direkomendasikan untuk dihindari.

"Produk delta ini sering terkait dengan bahan kimia, yang ternyata jelek untuk kesehatan, memang banyak laporannya," tuturnya.

Zubairi mengungkapkan terkait dengan anak yang menderita cerebral palsy, anak itu tetap harus ditolong semaksimal mungkin.

"Anak yang cerebral palsy harus ditolong semaksimal mungkin dan itu caranya dengan dibahas khusus oleh para ahli yang terkait dengan itu, neorologi anak semuanya yang terkait dengan cerebral palsy untuk kemudian rekomendasinya apa," papar Zubairi.(tribun-medan.com)

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved