Berita Medan

Rayakan Hari Santri Nasional, UINSU Undang 16 Pondok Pesantren di Sumut dan Lantunkan 2 Juta Salawat

Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) akan menggelar perayaan Hari Santri Nasional yang jatuh pada 22 Oktober 2023 mendatang.

|
HO
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) akan menggelar perayaan Hari Santri Nasional yang jatuh pada 22 Oktober 2023 mendatang. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) akan menggelar perayaan Hari Santri Nasional yang jatuh pada 22 Oktober 2023 mendatang.

Rektro UINSU, Prof Nurhayati mengatakan, dalam perayaan itu pihaknya akan mengundang 16 pondok pesantren (Ponpes) ternama di Sumatera Utara.

Baca juga: Menjadi Irup Hari Santri Nasional di Pesantren Sidiangkat, Kapolres Ajak Santri Jaga Kebhinekaan

Tujuannya untuk meningkatkan nilai dan peran pondok pesantren.

“Kita sangat bersemangat merayakat Hari Santri Nasional ini, UIN SU telah mempersiapkan berbagai kegiatan menyangkut Hari Santri tersebut yang akan kita mulai rangkaian peringatannya pada 20-22 Oktober mendatang,” jelas Prof Nurhayati, Kamis (19/10/2023).

Adapun rangkaian kegiatan perayaan Hari Santri Nasional di UINSU yakni Pondok Pesantren Expo.

Selain memamerkan keahlian dalam bidang agama, juga ada UMKM-UMKM dari para santri.

Rencananya kegiatan tersebut akan dipusatkan di Kampus I, Jalan IAIN, Medan.

“Jadi di era digital saat ini, tidak hanya cakap dan mampu dalam ilmu keagamaan, tapi juga perlu kita dukung dari sisi kemampuan mengelola usaha atau entrepreneurship. Itu merupakan nilai yang penting, karena menguasai perekomomian maka artinya juga menguasai dunia,” ujarnya..

Rangkaian kegiatan lain ialah seminar nasional Jihad Santri Jayakan Negeri, yang akan digelar di Gedung Gelanggan Mahasiswa UINSU.

Rektor menyampaikan dalam kegiatan ini UINSU bekerja sama dengan Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Sumut dan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumut.

Akan digelar juga Salawat Nariyah dan doa bersama untuk kemajuan dan keselamatan Indonesia, khususnya jelang memasuki tahun politik.

“Santri sebagai ahli agama, kita arahkan juga agar mandiri dari sisi ekonomi. Itu akan sangat bagus sekali. Sehingga dengan kemandirian itu, santri bisa lebih mudah mengembangkan ilmunya dan mengabdi di tengah masyarakat. Hal ini sejalan program kemandirian pesantren dari kementerian,” ujarnya

Baca juga: Peringati Hari Santri Nasional, Gubernur Edy Kenakan Sarung saat Jadi Inspektur Upacara

Sub Koordinator Humas dan Informasi, Yunni Salma, menyampaikan, pada 21 Oktober malam, giat Salawat Nariyah akan diawali dengan Salat Maghrib dan Isyah berjemaah.

Salawat ini akan diikuti 1.000 peserta secara offline dan 20 ribu peserta secara online atau virtual.

Acara ini ditargetkan akan melantunkan 2 juta Salawat Nariyah. Seluruh rangkaian ini, akan berpuncak pada upacara Hari Santri Nasional pada 22 Oktober 2023 di kampus I Jalan IAIN, Medan.

(cr26/tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter

 

Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved