Berita Viral

Terkuak Kronologi Bidan Hety Tewas di Mes Perkebunan Sawit, Dipaksa Berhubungan Badan Lalu Dibunuh

Bidan Mes Perkebunan tewas dengan mengenaskan. Bidan Hety Karmila (26) tewas dibunuh gegara melawan saat diperkosa. 

HO
NR tersangka pembunuh Bidan Hety ditangkap. 

Atas kasus pembunuhan itu, tersangka dijerat Pasal 351 subsider Pasal 339 KUHP dan atau 338 KUHP dengan ancaman hukuman penjara paling lama seumur hidup.

Usai penemuan jenazah, korban langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Pratama Semitau, untuk dilakukan visum dan autopsi.

“Korban mengeluarkan darah di bagian hidung, mulut dan dubur,” ucap Hendrawan.

Hasil olah TKP kamar korban dalam kondisi berserakan dan ditemukan pecahan cermin kecil.

Di lokasi kejadian, juga ditemukan obat merk Omedrinat, Ambroxol Hydroc Hloride dan 2 buah kedondong kecil.

“Saat ini korban telah dibawa pulang ke rumah duka di Kecamatan Selimbau,” tutup Hendrawan.

Mahasiswi Tewas dalam Mobil

Sebelumnya di Sidoarjo, penemuan jasad wanita di dalam mobil, viral di media sosial.

Ia ditemukan tewas di dalam mobilnya di halaman apartemen Desa Tambakojo, Kecamatan Waru, Sidoarjo

Diketahui wanita tersebut ternyata berinisial CA, mahasiswi Unair yang tewas di mobil.

Gunawan, ayah sambung mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga (Unair), CA (21), menyampaikan rasa kehilangannya atas kepergian CA yang ditemukan tewas di dalam mobil.

Gunawan mengaku terkejut ketika mendengar kabar putri sambungnya ditemukan meninggal dunia, Minggu (5/11/2023). Pasalnya, CA tidak pernah mengeluhkan masalah apa pun kepadanya.

“Ndak ada (keluhan), itu yang membuat saya merasa kaget dan kehilangan. Dia kan dengan saya juga dekat, juga ndak pernah (cerita) merasa terbebani hidupnya, tertutup sekali orangnya,” ucap Gunawan di rumah duka di Kota Kediri, Jawa Timur, Senin (6/11/2023).

Ia pun bercerita bahwa dalam kesehariannya, CA selalu terlihat lelah. Sebab, CA kerap kali melaju Surabaya-Kediri untuk bekerja dan kuliah.

“Mungkin terlalu capek, kerjanya Surabaya-Kediri, kadang-kadang bantu ibunya di toko, kadang-kadang kembali dia harus koas di Unair. Capek kadang-kadang, kasihan saya,” cerita Gunawan.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved