Sumut Terkini
LPAI Tebingtinggi Minta Kasus Perundungan GRH di Sergai Jadi Atensi Semua Pihak
Bahkan dirinya juga sudah sempat berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Serdangbedagai (Sergai) terkait permasalahan ini.
TRIBUN-MEDAN.com,SEIRAMPAH - Seorang bocah pelajar SD di Desa Juhar II, Kecamatan Bandar Khalipah, Serdangbedagai (Sergai), GRH (13) menjadi korban perundingan oleh teman-temannya hingga terbaring sakit selama setahun.
Menyoroti hal ini, Ketua Lembaga Perlindungan Anak dan Ibu (LPAI) Kota Tebingtinggi, Eva Novarisma Purba mengatakan, hal ini mesti menjadi sorotan semua pihak.
"Ini mesti menjadi atensi bagi semua orang dan semua pihak. Ini masalah anak, loh. Kita mesti menaruh perhatian bagi korban ini," katanya saat dikonfirmasi Tribun Medan, Selasa (21/11/2023).
Eva menjelaskan, pihaknya turut aktif mengawal kasus ini.
Bahkan dirinya juga sudah sempat berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Serdangbedagai (Sergai) terkait permasalahan ini.
Sayang, dirinya menilai Dinas Sosial belum memberikan respon yang baik untuk mengatensi permasalahan ini.
Padahal, menurut Eva, hal ini merupakan gawean dari Dinas tersebut.
"Bayangkan, korban sudah terbaring sakit sejak setahun lalu. Ini sudah sempat kita sampaikan terhadap Dinas Sosial Sergai, tapi belum ada respon sama sekali hingga saat ini," ucapnya.
Eva menambahkan, dirinya ikut prihatin atas apa yang terjadi terhadap GRH dan Hotmaida Manalu (47), orangtua korban.
Pasalnya, untuk berobat saja, orangtua korban mesti berharap belas kasih orang lain.
"Korban ini bisa dibilang sudah hampir sekarat. Mana bentuk tanggungjawab pihak yang terkait. Sekali lagi, kita minta ini menjadi atensi semua pihak agar tidak ada lagi korban-korban selanjutnya," ujarnya.
Hotmaida Manalu yang merupakan warga Desa Juhar II, Kecamatan Bandar Kalipa, Kabupaten Serdangbedagai (Sergai) bahkan meminta bantuan Presiden Jokowi terkait kondisi anaknya.
GRH yang merupakan pelajar kelas 6 SD terbaring lemas.
Hotmaida mengaku, saat bersekolah sang anak kerap mendapatkan perundungan berupa pengeroyokan oleh pelajar lainnya.
"Saya ingin mengajukan kepada Bapak Presiden Jokowi, anak saya yang nomor 4 korban pengeroyokan atau penganiayaan beramai-ramai," katanya.
Hingga berita ini dituliskan, Tribun Medan masih berupaya mengonfirmasi Polres Tebingtinggi dan Kadis Sosial Kabupaten Sergai.
(cr12/tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.