PSDS Deli Serdang
Suporter PSDS Deli Serdang Buka Suara Alasan Tak Mau Dukung Tim Lagi di Stadion Baharoeddin Siregar
Barisan Suporter Atrack (BSA) buka suara terkait ketidakhadiran mereka dalam laga PSDS vs Karo United di Stadion Baharoedsin Siregar akhir pekan lalu.
Penulis: Indra Gunawan | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN-MEDAN. com, LUBUKPAKAM - Kelompok suporter PSDS Deli Serdang dari Barisan Suporter Atrack (BSA) buka suara terkait ketidakhadiran mereka dalam laga PSDS vs Karo United di Stadion Baharoedsin Siregar akhir pekan lalu. Ketua BSA, Rahmad menyebut saat itu anggotanya yang datang kurang dari 50 orang. Disebut Prestasi PSDS yang membuat mereka jadi seperti ini.
"Aku sendiri memang datang tapi nggak pakai baju suporter. Pakai baju biasa saja saat itu. Kawan-kawan nggak mau datang karena nggak ada lagi yang dibanggakan dari PSDS ini," ujar Rahmad Rabu, (6/12/2023).
Rahmad mengaku dahulu PSDS dikenal juga sebagai tim yang juga jago kandang. Sekarang ini prestasi jago kandang pun sudah tidak lagi terdengar. Dalam sekian laga baru satu kali PSDS menang.
"Dulu mana pernah tim lain bisa menang di Baharoeddin Siregar ini. Sekarang sudah nggak bisa diharapkan lagi sepertinya PSDS ini. Makanya anggota pun semangatnya untuk nonton sudah berkurang. Sudah payahlah kita bilangnya lihat PSDS ini," kata Rahmad.
Pada laga PSDS vs Sada Sumut FC akhir pekan lalu, pihak Panpel pun menjelang pertandingan berakhir mengumumkan melalui pengeras suara kalau jumlah penonton hanya 200 orang. Padahal biasanya jumlahnya bisa mencapai 2000 sampai 3000 penonton. Dari kelompok suporter BSA bisa sampai 1000 orang yang memenuhi area tribun timur penonton.
Pada saat laga terakhir di kandang itu tidak ada lagi terdengar suara sorak-sorak suporter. Saat itu malah banyak penonton yang terdengar melemparkan kata-kata hinaan dan makin kepada pemain PSDS yang melakukan kesalahan dan melakukan tendangan tidak sesuai harapan. Pertandingan berakhir dengan skor 1-1.
Ketika itu kelompok suporter lain dari Antrak Mania juga sempat melakukan aksi protes kepada managemen PSDS dan tim. Saat itu dari kelompok ini membentangkan spanduk besar di pagar pembatas besi di area Tribun Timur penonton. Spanduk yang dipasang bertuliskan "Kami Menolak Liga 3, Degradasi Bukan Tujuan".
Apa yang dilakukan ini merupakan bagian dari kecintaan suporter Antrak kepada tim PSDS. "Kami tidak mau kalau PSDS ini kembali ke Liga 3," kata Riski Ketua Antrak Mania.
Saat ini PSDS masih berada di dasar klasemen karena berada di urutan ke 7. PSDS dipastikan akan berlaga di babak playoff. Saat ini hanya tinggal pertandingan menghadapi Persiraja Banda Aceh yang belum dilakukan. Berkaca dari putaran pertama Persiraja bisa menaklukkan tim PSDS di kandangnya sendiri sehingga pada putaran kedua semakin berat Traktor Kuning untuk bisa meraih kemenangan.
(dra/tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter
Selamatkan PSDS Deliserdang dari Degradasi, Nasrul Koto Fokus Libur Bersama Keluarga, Evaluasi Diri |
![]() |
---|
PSDS Deliserdang Dipastikan Bertahan di Liga Nusantara Musim Depan setelah Kalahkan Persikab Bandung |
![]() |
---|
Persiba Bantul vs PSDS Deli Serdang 4-2, Traktor Kuning Gagal Raih Poin di Playoff Degradasi Liga 4 |
![]() |
---|
PSDS Deli Serdang Tahan Imbang PSCS Cilacap 2-2, Poin Pertama Traktor Kuning di PNM Liga Nusantara |
![]() |
---|
PSDS Deli Serdang Matangkan Persiapan Menatap Play Off Degradasi PNM Liga Nusantara |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.