PSDS Deli Serdang

Suporter PSDS Deli Serdang Buka Suara Alasan Tak Mau Dukung Tim Lagi di Stadion Baharoeddin Siregar

Barisan Suporter Atrack (BSA) buka suara terkait ketidakhadiran mereka dalam laga PSDS vs Karo United di Stadion Baharoedsin Siregar akhir pekan lalu.

Penulis: Indra Gunawan | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN MEDAN/ABDAN SYAKURO
Suporter BSA (Barisan Supporter Atrack) melakukan aksinya saat mendukung PSDS Deliserdang melawan Sriwijaya FC pada Kompetisi Liga 2 musim 2023-2024 di Stadion Baharoeddin Siregar, Lubukpakam, Deliserdang, Senin (25/9). PSDS Deliserdang menorehkan satu poin usai bermain imbang 2-2. 

TRIBUN-MEDAN. com, LUBUKPAKAM - Kelompok suporter PSDS Deli Serdang dari Barisan Suporter Atrack (BSA) buka suara terkait ketidakhadiran mereka dalam laga PSDS vs Karo United di Stadion Baharoedsin Siregar akhir pekan lalu. Ketua BSA, Rahmad menyebut saat itu anggotanya yang datang kurang dari 50 orang. Disebut Prestasi PSDS yang membuat mereka jadi seperti ini.

"Aku sendiri memang datang tapi nggak pakai baju suporter. Pakai baju biasa saja saat itu. Kawan-kawan nggak mau datang karena nggak ada lagi yang dibanggakan dari PSDS ini," ujar Rahmad Rabu, (6/12/2023).

Rahmad mengaku dahulu PSDS dikenal juga sebagai tim yang juga jago kandang. Sekarang ini prestasi jago kandang pun sudah tidak lagi terdengar. Dalam sekian laga baru satu kali PSDS menang.

"Dulu mana pernah tim lain bisa menang di Baharoeddin Siregar ini. Sekarang sudah nggak bisa diharapkan lagi sepertinya PSDS ini. Makanya anggota pun semangatnya untuk nonton sudah berkurang. Sudah payahlah kita bilangnya lihat PSDS ini," kata Rahmad.

Pada laga PSDS vs Sada Sumut FC akhir pekan lalu, pihak Panpel pun menjelang pertandingan berakhir mengumumkan melalui pengeras suara kalau jumlah penonton hanya 200 orang. Padahal biasanya jumlahnya bisa mencapai 2000 sampai 3000 penonton. Dari kelompok suporter BSA bisa sampai 1000 orang yang memenuhi area tribun timur penonton.

Pada saat laga terakhir di kandang itu tidak ada lagi terdengar suara sorak-sorak suporter. Saat itu malah banyak penonton yang terdengar melemparkan kata-kata hinaan dan makin kepada pemain PSDS yang melakukan kesalahan dan melakukan tendangan tidak sesuai harapan. Pertandingan berakhir dengan skor 1-1.

Ketika itu kelompok suporter lain dari Antrak Mania juga sempat melakukan aksi protes kepada managemen PSDS dan tim. Saat itu dari kelompok ini membentangkan spanduk besar di pagar pembatas besi di area Tribun Timur penonton. Spanduk yang dipasang bertuliskan "Kami Menolak Liga 3, Degradasi Bukan Tujuan".

Apa yang dilakukan ini merupakan bagian dari kecintaan suporter Antrak kepada tim PSDS. "Kami tidak mau kalau PSDS ini kembali ke Liga 3," kata Riski Ketua Antrak Mania.

Saat ini PSDS masih berada di dasar klasemen karena berada di urutan ke 7. PSDS dipastikan akan berlaga di babak playoff. Saat ini hanya tinggal pertandingan menghadapi Persiraja Banda Aceh yang belum dilakukan. Berkaca dari putaran pertama Persiraja bisa menaklukkan tim PSDS di kandangnya sendiri sehingga pada putaran kedua semakin berat Traktor Kuning untuk bisa meraih kemenangan.

(dra/tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter

 

 

Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved