Preman Palak Toko Es Krim

Si Preman Pungli Bebas karena Manajemen Toko Eskrim Pilih Damai, Karyawan Kejepit Akhirnya Resign

Aksi preman melakukan pungli di Medan kembali meresahkan dan viral di media sosial.

|
Editor: AbdiTumanggor
tangkapan video
Si preman pungli melenggang bebas karena manajemen toko eskrim Mixue memilih damai, si karyawan malah kejepit dan akhirnya resign. (tangkapan video) 

"Tidak ada efek jeranya bagi premanisme n pungli makin lama makin bertambah saja," tulis @kristiansembirings.

"Acem mana mo jera & gak ada lg kasus kek gini.giliran diviralkan,trus ditangkap & terus..,tau sendiri lah kan ending nya kek mana," tulis @rafandra_rifqi.

"Emangnya dia Polisi atau TNI ya kok bilang soal jaga keamanan...klo ga kasih mau dimaling?," tulis @arifin.poh.

"Di kira pabrik es krim bapak nya min minta aja pake jatah lagi mau duit kerja biar berkah uang nya," tulis @farel.wijaya.75839923.

Momen antara preman yang minta uang Rp 150 ke kedai es krim dengan pihak toko bersepakat berdamai di Polsek Delitua. Polisi menyebut korban enggan membuat laporan.
Momen antara preman yang minta uang Rp 150 ke kedai es krim dengan pihak toko bersepakat berdamai di Polsek Delitua. Polisi menyebut korban enggan membuat laporan. (TRIBUN MEDAN/HO)

Pemilik Toko Es Krim Pilih Damai, Karyawan Resign

Kabar terbaru, setelah manajemen Xinxui ice cream Medan Johor dengan preman bernama Diansyah yang meminta uang sebesar Rp 150 ribu berdamai, karyawan perempuan berinisial KN (22) justru mengundurkan diri.

KN mengundurkan diri secara tiba-tiba sehari setelah manajemen dan preman tersebut sepakat berdamai di Polsek Delitua. KN sendiri baru bekerja sebulan lebih.

Muhammad Fajar (19) kepala toko Xinxui Jalan Karya Jaya mengatakan karyawan yang merekam aksi preman tersebut resmi mengundurkan diri pada Sabtu siang.

Pihaknya pun tidak mengetahui apa alasannya karyawan tersebut keluar secara tiba-tiba. "Semalam sudah berdamai. Yang memviralkan mengundurkan diri tanpa alasan. Mungkin ketakutan atau apa,"ungkap Fajar, Sabtu (9/12/2023).

Fajar menjelaskan, preman bernama Diansyah datang meminta uang sebesar Rp 150 ribu pada Kamis (7/12/2023) sore.

Karyawan merekam preman tersebut karena diduga merasa tak terima ada preman meminta-minta uang. Namun seusai keributan, preman tersebut tetap diberikan uang sebesar Rp 150 ribu lalu pergi. Alasan preman tersebut meminta uang dengan alasan uang keamanan.

Katanya, manajer Xinxui ice cream kerap memberikan uang kepada preman tersebut. "Dia memintanya 150 Ribu. Untuk uang keamanan dan manager sering ngasih.

Terpisah, Polisi menyatakan antara preman yang melakukan pungutan liar di toko ice cream Xinxui dengan pemilik atau pekerja berakhir damai.

Kanit Reskrim Polsek Delitua AKP Irwanta Sembiring mengatakan korban enggan membuat laporan.

Kedua belah pihak bersepakat berdamai dan tidak mempermasalahkan aksi premanisme ini lagi. "Sudah berdamai di kantor Polisi, kemarin. Korban tidak mau membuat laporan padahal sudah kita arahkan,"kata AKP Irwanta Sembiring, Sabtu (9/12/2023).

Irwanta menjelaskan, preman bernama Diansyah diamankan Polisi sehari setelah kejadian atau tepatnya Jumat (8/12/2023).

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved