Muhammadiyah Apresiasi Kapolda Sumut yang Berani Tangkap Samsul Tarigan dan Ratakan SKY Garden

Muhammadiyah Sumut memberikan apresiasi terhadap Kapolda Sumut yang menangkap Samsul Tarigan dan memberantas narkoba

Editor: Jefri Susetio
Tribun Medan/Fredy
Kapolda Sumut Irjen Agung Setya Imam Effendi menyatakan pihaknya sudah menangkap Samsul Tarigan, terduga bandar judi dan narkoba di wilayah Kabupaten Deliserdang dan Binjai. 

TRIBUNMEDAN.COM, MEDAN - Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumatera Utara, Ustad Irwan Syahputra memberikan apresiasi terhadap Polda Sumut yang gencar memberantas narkoba.

Apalagi baru-baru ini Kapolda Sumut Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi menangkap Syamsul Tarigan.

Syamsul Tarigan merupakan gembong narkoba sekaligus pemilik diskotik dan KTV Sky Garden.

Baca juga: Kapolda Sumut Angkat Bicara Terkait Penemuan 5 Mayat di UNPRI, Irjen Agung: Itu Adalah Cadaver

 

"Narkoba jadi pemicu hampir 95 persen kejahatan jalanan di Sumut. Penangkapan bandar, pengedar, penutupan tempat hiburan malam serta diratakannya SKY Garden menjadi komitmen Kapolda," ujarnya kepada media, Sabtu (16/12/2023).

Usai Syamsul Tarigan diringkus, KTV SKY Garden langsung diratakan pakai alat berat. Barak-barak tempat pemakaian sabu-sabu sudah dibersihkan.

Saat meratakan KTV SKY Garden di Desa Namorambe Julu, Kecamatan Kutalimbaru, Deliserdang petugas menurunkan alat berat.

"Usai kunjungan Kapolda Sumut ke Kantor PWM, awal November 2023 silam, komitmen pemberantasan narkoba dibuktikan Pak Irjen Pol Agung Setya. Selama ini Syamsul Tarigan tak tersentuh, berhasil ditangkapnya, termasuk kemarin diratakannya Sky Garden. Muhammadiyah apresiasi itu semua," kata Ustad Irwan Syahputra.


Ia menjelaskan, kepemimpinan Irjen Pol Agung Setya memberikan warna dan wajah baru di Provinsi Sumut.

Sebab, begal yang selama ini meresahkan warga kini sudah terselesaikan. Bahkan, kurang dari satu bulan baru menjabat sudah teratasi.

Komitmen menciptakan ruang publik yang aman oleh polisi ini jadi pembicaraan masyarakat. Dan diakui mampu mengubah wajah institusi penegak hukum.

Selama ini, narkoba sulit diberantas karena ada oknum-oknum yang beking.

Akan tetapi saat kepemimpinan Kapolda Sumut, Irjen Pol Agung Setya semua tidak berkutik.

"Begal diselesaikan secara cepat oleh Kapolda Sumut, narkoba diberantas ke akar-akarnya, termasuk bandar besarnya. Kerja keras tersebut mampu mengubah imej negatif polisi di tengah masyarakat," ujarnya memberikan apresiasi.

Muhammadiyah Sumut, kata dia, akan tetap mendukung penuh komitmen Polda Sumut dalam menciptakan ruang publik yang aman dan nyaman, termasuk pemberantasan narkoba hingga ke akar-akarnya.

"Kita akan dukung penuh komitmen Kapolda Sumut. Kepolisian dan Muhammadiyah dalam jalur yang sama berupa dakwah menegakkan amar maruf nahi munkar serta masyarakat aman dan nyaman," katanya.

Sedangkan, Antropolog Universitas Sumatera Utara, Dr. Firkawin Zuska menyampaikan, pemberantasan narkoba selama ini menjadi masalah yang paling berat dipecahkan.

Namun Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi mulai mengurai dan menyelesaikan masalah yang ada.

Kuncinya, tutur Dosen Antropologi itu, penegakkan hukum yang tidak setengah-setengah, dan dijalankan secara konsisten serta konsekuen.

Selama ini, penegakkan hukum itu yang masih kurang, tak berani mengungkap, tentu tak bisa diproses sesuai aturan berlaku.

"Jika itu ditegakkan, proses hukum tersebut, maka lama-lama narkoba di Sumut akan berkurang drastis. Narkoba sudah jadi candu, ketagihan. Masyarakat bukan tak suka, namun tak berani. Apa dilakukan Kapolda Sumut berantas itu semua, kini mendapat apresiasi dari masyarakat," jelasnya.

Ia mengungkapkan, riset-riset Antropologi dilakukan ke desa-desa, ditemukan narkoba itu masalah sudah lama.

Bahkan menjadi tradisi di masyarakat akibat tidak diberantas hingga ke akar-akarnya.

Baca juga: Kapolda Sumut: Kolaborasi Menjadi kunci Suksesnya Agenda Pembangunan Nasional

 

Menurutnya, warga menganggap konsumsi narkoba, jadi pengedar bahkan bandar hal yang bisa. Artinya bukan perbuatan terlarang.

Apalagi, mereka melihat oknum-oknum aparat negara ikut dalam bisnis tersebut.

"Apa dilakukan oleh Polda Sumut, seperti kejutan buat bandar dan pengedar serta pengguna Narkoba. Mereka akhirnya berpikir. Apa telah menjadi tradisi itu memang berat, namun jika ada penegakkan hukum dilakukan secara konsisten, tanpa tebang pilih, maka lama-lama terkikis juga," pungkasnya.

(*)

Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved