Berita Internasional
Mempelai Wanita Akui Pernah Aborsi, Menangis Minta Maaf dan Berharap Pengantin Pria Menerima Dirinya
Dia menundukkan kepala dan menangis tanpa henti. Wanita itu mengatakan sesuatu yang membuat mempelai pria sangat terkejut dan marah.
Penulis: Rena Elviana Purba | Editor: Randy P.F Hutagaol
Namun ibu mempelai pria dengan marah mengutuk menantu perempuannya.
“Jika kamu tidak dapat memiliki anak, mengapa kamu menikah?” teriak ibu mempelai pria.
"Ibarat ayam betina yang tidak bisa bertelur, tetapi terus meminta mahar yang besar!"
"Kenapa kamu berani melakukan itu?" teriaknya lagi.
Ibu mertua tidak bisa mengendalikan emosinya dan menampar wajah pengantin wanita.
Ibu mertua juga meminta semua mahar dikembalikan dan mengajukan cerai sesegera mungkin.
Saat mendengar itu, pengantin wanita semakin menangis.
Dia meminta maaf dan memohon kesempatan untuk menjalani kehidupan pernikahan dengan baik.
Dia mengaku bahwa saat itu dia masih muda, naif dan impulsif.
"Aku tidak tahu bagaimana cara menjaga diri sendiri. Aku menyesali perbuatanku saat itu," ucap pengantin wanita.
"Aku hanya berharap bisa mendapatkan suami yang baik dan menjalani kehidupan yang damai," mohonnya.
Pengantin wanita kemudian berbalik untuk memegang tangan pengantin pria, berharap dia akan membantunya meyakinkan ibunya.
Kali ini, mempelai pria pun menitikkan air mata.
Ia tentu tidak bisa memaafkan istrinya yang menyimpan rahasia sebesar itu hingga pernikahan selesai.
Padahal dia tidak terlalu peduli dengan masa lalu istrinya.
Namun dia tidak bisa menerima istri yang tidak bisa melahirkan anak.
Jadi pengantin pria memutuskan untuk bercerai atau membatalkan pernikahan mereka.
(cr19/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Mempelai-wanita-akui-pernah-aborsi-dan-tidak-bisa-melahirkan-seorang-anak_.jpg)