Berita Viral
Ayah di Bima Babak Belur Dihajar Warga Kampung Gegara Ingin Rudapaksa Anak Tirinya
Geram mendengar cerita korban, pihak keluarga dan warga sekitar sontak mendatangi lalu menghakimi MM di rumahnya.
TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Ayah di Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) babak belur dihajar massa usai ketahuan akan merudapaksa anak tirinya, Jumat (29/12/2023) petang.
Pelaku rudapaksa ini diketahui berinisial MM yang berusia 33 tahun.
Sedangkan korban yang meurpakan anak tirinya ini berinisial KR berusia 12 tahun.
Baca juga: Bahaya Berhubungan Badan secara Anal bagi Kesehatan, Berikut Penjelasan dr Ardiansjah Dara
Warga dibuat geram dengan perilaku seorang ayah tiri yang tega mencabuli anaknya.
Pelaku sempat mendapatkan bogem mentah dari warga.
Keterangan dari pihak kepolisian, korban belum sempat dirudapaksa pelaku.
Kasus itu terungkap setelah KR mengadu pada ibunya.
Baca juga: Perkenalkan Fitur Kamera Long Exposure di Oppo Find N3, Ini Gunanya
Dia mengaku sudah berulang kali mendapat perlakuan tak senonoh dari sang ayah tiri.
"Benar, pelaku tadi sudah diamankan. Karena banyak warga yang geram, dia sempat dihakimi saat dibawa ke polsek," kata Kepala Desa Punti, Izman saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Jumat (29/12/2023) malam.
Izman mengungkapkan, berdasarkan pengakuan korban yang masih duduk di bangku kelas 6 SD tersebut, MM kerap meraba bagian vitalnya saat tidur malam hari.
Aksi itu berulang kali dilakukan MM hingga membuat korban risih. Ia lalu mengadukannya ke ibu dan keluarganya.
Baca juga: LINK NONTON Live Streaming Man City Vs Sheffield Jam 22.00 WIB, Akses di Sini Gratis via HP
Geram mendengar cerita korban, pihak keluarga dan warga sekitar sontak mendatangi lalu menghakimi MM di rumahnya.
"Belum sampai diperkosa, tapi yang jelas pengakuan korban sering diraba-raba tengah malam saat tidur," ujarnya.
Kendati sempat menjadi bulan-bulanan warga, MM berhasil dievakuasi pihaknya bersama aparat ke Mapolsek Soromandi. Saat ini situasi di TKP kondusif dan warga sudah kembali ke rumah masing-masing.
"Alhamdulillah situasi sudah kondusif, rumah pelaku juga aman tidak menjadi sasaran perusakan oleh warga," ungkapnya.
Baca juga: Pj Gubernur Sumut Ajak Masyarakat Galakkan Menanam Pohon: Dampaknya pada Generasi Berikutnya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/pencabulan_remaja-15-tahun-dicabuli-3-waria.jpg)