Berita Viral

TRAGIS! Bocah 10 Tahun di NTT Meninggal Terbakar Kena Ledakan Saat Main Meriam Bambu

Meriam bambu kerap dimainkan jelang dan saat perayaan Natal dan Tahun Baru seperti sekarang ini.

Tayang:
Editor: Satia
Poskupang
Ilustrasi Meriam bambu, Rikardus Fono bocah laki - laki berusia 10 tahun asal Kampung Kolokoa, Malanuza, Kabupaten Ngada meninggal akibat ledakan meriam bambu. Korban meninggal Jumat 29 Desember 2023 atau sehari setelah keluar dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). 

Sementara ibu mereka, Maria Goreti Mogi, adalah seorang petani berjuang sendiri.

"Mama juga sekarang sakit - sakit," ujar Feligius.

Baca juga: Berniat Balas Dendam ke Suaminya yang Selingkuh, Wanita Ini Malah Berakhir Masuk Penjara

Feligius mengatakan, Rikardus masih duduk di bangku SD namun sangat peduli dengan kondisi keluarga terutama ibunya.

Setiap Sabtu, saat hari pasar di Malanuza, Rikardus biasanya mendorong gerobak barang untuk membatu ekonomi keluarga.

Menyadari kondisi yang dihadapi keluarga saat ini, Feligius berharap ada uluran tangan dari pihak mana saja yang berkenan membantu biaya pengobatan Rikardus.

"Semoga ada yang bisa bantu kami," harapnya.

Sementara itu Dokter Paulina, Direktris RSUD Bajawa membenarkan bahwa Rikardus Fono tidak punya Kartu Indonesia Sehat (KIS).

Dirinya sudah berkonsultasi dengan pihak BPJS Kesehatan Kantor Unit Ngada mendaftarkan Rikardus Fono guna meringankan biaya pengobatan namun tidak ada solusi.

Baca juga: JAM TAYANG Luton Town Vs Chelsea Malam Ini, Cek Kondisi Tim dan Prediksi Line-up Luton Vs Chelsea

Dia menyebut Rikardus Fono saat ini bukan telah keluar dari RSUD Bajawa atas permintaan keluarga.

"Kasus pasien ini, luka bakar disebabkan krn (karena) kelalaian sndiri (main meriam bambu) maka klu (kalaupun) pun ada KIS tdk (tidak) bisa dicover. Ini pun sdh (sudah) kami konsultasikan ke pihak BPJS," ujar dr. Paulina saat dihubungi TRIBUNFLORES.COM, Kamis 28 Desember 2023 pagi.

Lepas dari kasus yang menimpa Rikardus Fono dr. Paulina menegaskan KIS sangat penting sehingga masyarakat perlu memerhatikan secara serius.

"Kami selama ini sudah edukasi untuk pasien yg dirawat tidak pnya kartu KIS agar saat mereka pulang segera urus KIS, jangan tunggu masuk dirawat dulu baru urus, karena jangka waktu untuk aktif kartu KIS itu 14 hari," tambahnya.

Meski tergolong berbahaya, permainan meriam bambu masih marak di wilayah Kabupaten Ngada.

Baca juga: Profil Dodit Mulyanto, Komika yang Merupakan Guru Musik Dikabarkan Akan Nikahi Angelina Ci

Meriam bambu kerap dimainkan jelang dan saat perayaan Natal dan Tahun Baru seperti sekarang ini.

Pantauan di Kota Bajawa, dua minggu sebelum perayaan Natal bunyi meriam terdengar dari berbagai arah. Kebanyakan yang bermain meriam adalah anak - anak dan remaja.

Kasie Humas Polres Ngada, Iptu Sukandar menerangkan, Polres Ngada melalui Bhabinkamtibmas sudah mensosialisasikan kepada masyarakat agar menghindari permainan berbahaya termasuk meriam bambu. Polres Ngada juga tengah mendalami kejadian di Kampung Kolokoa.

 

Artikel ini diolah Tribunnews

Baca Berita Tribun Medan Lainnya di Google News

Sumber: Pos Kupang
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved