Berita Viral
Dapat Ulasan Buruk di Grup Kencan, Pria Ini Gugat 27 Wanita Rp1 Triliun, Merasa Reputasinya Dirusak
Pria tersebut menggugat 27 wanita sebesar ebih dari Rp1 triliun setelah mereka memposting komentar negatif tentang dia di grup kencan di Facebook
Dia mengaku telah berkencan dengannya dan menjelaskan bagaimana D'Ambrosio menjadi “melekat dengan sangat cepat,” memamerkan uangnya, dan “terus berbicara tentang bagaimana saya tidak ingin melakukannya. lihat sisi buruknya, terutama saat dia sedang melakukan panggilan bisnis.”
Hal ini memicu banyak komentar serupa dari wanita lain yang menceritakan pengalaman mereka bersama D'Ambrosio.
“Saya berkencan dengannya beberapa kali lebih dari setahun yang lalu - dia memberi tahu saya apa yang ingin saya dengar sampai saya tidur dengannya dan kemudian dia menjadi hantu… Saya akan menghindarinya,” tulis seorang wanita.

“Dia pernah ditempatkan di sini sebelumnya. Pengiklan tersebut mengatakan bahwa dia mengiriminya banyak pesan yang memanggil namanya karena dia tidak ingin menghabiskan malam bersamanya,” anggota grup lainnya memposting.
Nikko D'Ambrosio mengaku pernah berkencan dengan wanita yang membuat postingan asli di grup Facebook 'Are We Dating the Same Guy', melakukan sejumlah “kencan biasa-biasa saja”, menunjukkan bahwa mereka tidak pernah terlibat dalam hubungan kencan eksklusif.
Dia sekarang menuduh para wanita tersebut menyebarkan kebohongan tentang dirinya di grup dalam upaya untuk merusak reputasinya.
Pengacara D'Ambrosio menyebut kliennya telah menjadi sasaran pencemaran nama baik, doksing, dan pelanggaran privasi sebagai akibat dari perilaku terdakwa dan dia sedang mencari kompensasi.
Sesuai gugatannya, dia meminta $75 juta.
Baca juga: Bangunan di Jalan Sei Deli Ambruk dan Viral di Sosial Media, Ini Keterangan Camat Medan Barat
“Para tergugat menyiarkan kebohongan mereka yang keterlaluan, kejam, dan keji tentang penggugat dengan mengetahui bahwa pernyataan tersebut salah atau dengan sembrono mengabaikan apakah pernyataan tersebut benar atau tidak,” demikian bunyi pengaduan D'Ambrosio.
“Perilaku mereka yang salah sangat keterlaluan dan sangat ekstrem sehingga melampaui semua batas kesopanan dan dianggap sebagai tindakan yang keji dan sama sekali tidak dapat ditoleransi dalam komunitas yang beradab,” tambahnya.
D'Ambrosio juga mengklaim bahwa berbagi foto pribadi di grup Facebook dan menjadi sasaran banyak komentar negatif menyebabkan dia mengalami “penghinaan pribadi, penderitaan dan penderitaan mental, tekanan emosional, stres, kecemasan, dan hilangnya pendapatan”.
(*/TRIBUN-MEDAN.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter
Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.