PSMS vs Semen Padang

PSMS Medan vs Semen Padang Ricuh, Edy Rahmayadi Berupaya Tenangkan Suporter

Pertandingan PSMS Medan melawan Semen Padang FC diwarnai kericuhan di Stadion Baharoeddin Siregar, Lubukpakam, Deliserdang, Senin (22/1/2024).

Tayang: | Diperbarui:
TRIBUN MEDAN/APRIANTO TAMBUNAN
Pembina PSMS Medan, Edy Rahmayadi (tengah topi hitam) berupaya menenangkan kericuhan suporter di pertandingan PSMS Medan melawan Semen Padang FC diwarnai kericuhan di Stadion Baharoeddin Siregar, Lubukpakam, Deliserdang, Senin (22/1/2024). 

Pada paruh kedua, jalannya pertandingan semakin panas. Laga baru berjalan "4 menit, PSMS harus bermain dengan 10 orang setelah Sandeni Sidabutar diganjar kartu merah. 

Situasi tersebut berhasil dimanfaatkan dengan baik tim Kabau Sirah untuk menyamakan kedudukan, berkat gol Vivi Asriza di menit ke-52. 

PSMS Medan kemudian mendapatkan kerugian kedua, setelah Nico Malau yang baru saja di masukkan di menit "58 diganjar kartu merah. 

Hingga pertandingan usai, skor pun berakhir imbang untuk kedua tim. 

Caretaker Pelatih Kepala PSMS Medan, Legimin Rahardjo mengatakan, pertandingan tersebut berjalan cukup menarik dengan adanya beberapa insiden dan banyaknya kartu yang diberikan wasit.

Namun, Legimin mengaku, cukup kecewa dengan hasil pertandingan tersebut. 

"Saya minta maaf. Hasil memang mengecewakan. Tapi pemain sudah bermain maksimal sampai menit akhir. Ini lah hasil maksimal yang bisa kami dapat," kata Legimin sesudah pertandingan, Senin (22/1/2024). 

Ia mengatakan, hukuman kartu merah Sandeni Sidabutar di awal paruh kedua sangat berpengaruh terhadap strategi yang disiapkan pelatih.

Sehingga Semen Padang FC bisa menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

"Tiba-tiba kartu merah di babak kedua. Sangat berpengaruh terhadap permainan. Karena, kita sudah siapkan skema yang berbeda jeda babak pertama," ujarnya 

Dikatakannya, pada pertandingan ini para pemain PSMS Medan memiliki motivasi yang sangat tinggi.

Mengingat, para pemain PSMS Medan tetap mendominasi meski harus bermain 9 orang di babak kedua. 

"Para pemain sangat termotivasi untuk membuktikan di pertandingan ini. Tapi memang hasil masih mengecewakan untuk kita," katanya. 

Menanggapi asa lolos ke semifinal Liga 2, Legimin mengaku tetap optimistis bisa melaju ke babak selanjutnya. 

"Kita tetap yakin lolos. Mau itu juara grup atau runner-up. Kita akan berusaha semaksimal mungkin sampai pertandingan terakhir," ujarnya. 

Sumber: Tribun Medan
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved