Ramadan
Menelan Ludah atau Air Liur Bisa Membatalkan Puasa Ramadan, Jika Hal Ini Terjadi
Seseorang yang menelan ludah saat Ramadan bisa membatalkan puasa bila hal ini terjadi. Simak penjelasannya
TRIBUN-MEDAN.COM,- Seseorang yang tengah menjalankan ibadah puasa Ramadan sulit menghindari untuk menelan ludah atau air liur.
Biasanya, hal ini terjadi karena produksi air liur pada kelenjar ludah yang terjadi secara alami di dalam mulut.
Sejumlah ulama sepakat, bahwa menelan ludah atau air liur memang tidak membatalkan puasa.
Hanya saja, ada sejumlah hal yang tidak boleh dilakukan, karena bisa membatalkan puasa.
Baca juga: Selain Anak-anak, Siapa Saja yang Tidak Wajib Menjalankan Ibadah Puasa Ramadan? Berikut Ulasannya
Sebelum lebih jauh membahas ini, Dosen Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang, Dr Syamsurizal Yazid, MA menjelaskan, bahwa seseorang yang menelan ludah atau air liur saat puasa memang tidak dilarang.
Dikutip dari laman umm.ac.id, dasar dibolehkannya seseorang menelan ludah saat puasa Ramadan berdasarkan ayat Alquran.
يُرِيْدُ اللّٰهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيْدُ بِكُمُ الْعُسْرَ ۖ
“…Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran…”. (QS.2: 185)
مَا يُرِيْدُ اللّٰهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِّنْ حَرَجٍ
“…Allah tidak ingin menjadikan bagimu sedikit pun kesulitan…” (QS. 5: 6)
وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِى الدِّيْنِ مِنْ حَرَجٍۗ
“…dan (Allah) tidak menjadikan kesulitan untukmu dalam agama…” (QS. 22: 78)
Baca juga: Jadwal Imsakiyah Puasa 1 Ramadan Muhammadiyah di Medan, Aceh dan Padang
Ibnu Kathīr, di dalam kitab Tafsīr al-Qur’ān al-Adhīm, ketika menafsirkan al-Qur’an, surat Al-Hajj, ayat 22 di atas, antara lain, mengatakan bahwa Allah tidak akan membebankan kepada hamba-Nya sesuatu di luar kemampuannya dan tidak juga mewajibkannya mengerjakan sesuatu yang akan menyulitkannya, melainkan Allah akan memberikan jalan keluar atas kesulitan tersebut.
Berdasarkan ayat-ayat di atas bahwa Allah tidak mempersulit manusia di dalam menjalankan ajaran agama.
Menelan air liur atau ludah bagi manusia sesuatu yang sulit dihindari (masyaqqah), karena hal ini merupakan suatu yang secara alami terjadi sesuai dengan sunnatullah.
Baca juga: Inilah yang Lebih Didahulukan Sebelum Puasa Ramadan, Sahur atau Mandi Wajib Dulu?
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.