Sumut Terkini
Update Kasus Jaksa Konsumsi Makanan non Halal yang Dibeli di Maju Bersama, Polisi Periksa Ahli
Subdit Industri dan Perdagangan Ditrreskrimsus Polda Sumut menjadwalkan memeriksa ahli terkait laporan Abdul Hakim Sorimuda Harahap
Penulis: Fredy Santoso | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Subdit Industri dan Perdagangan Ditrreskrimsus Polda Sumut menjadwalkan memeriksa ahli terkait laporan Abdul Hakim Sorimuda Harahap, jaksa yang bertugas sebagai Kabag Hukum Pemkab Sergai.
Kasubdit Indagsi Ditrreskrimsus Polda Sumut AKBP Bambang Rubianto menjelaskan, pihaknya segera terbang ke Jakarta untuk meminta keterangan ahli.
"Sudah terbit surat perintah untuk berangkat ke Jakarta meminta keterangan ahli. Nanti akan disampaikan bagaimana hasilnya,"kata AKBP Bambang Rubianto, Selasa (2/4/2024).
Mantan Kasubdit Cyber Crime Polda Sumut ini mengatakan, laporan Abdul Hakim yang melaporkan swalayan Maju Bersama Jalan Gagak Hitam/Ringroad masih proses penyelidikan, belum ditingkatkan ke penyidikan.
Nantinya, keterangan ahli ini yang akan menentukan ada tidaknya tindak pidana dalam kasus makanan non halal mengandung babi berada di etalase makanan halal pada swalayan Maju Bersama.
Jika ditemukan tindak pidana, maka laporan Abdul Hakim bisa ditingkatkan ke penyidikan.
"Sekarang posisinya masih penyelidikan. Hasil keterangan Ahli selanjutnya apabila terpenuhi unsur pidana kita naikkan ke penyidikan."
Sebelumnya, Maju Bersama di Jalan Gagak Hitam /Ring Road Kota Medan resmi dilaporkan ke Polda Sumut karena menjual produk makanan yang mengandung babi di etalase produk halal.
Pelapornya adalah Abdul Hakim Sorimuda Harahap seorang konsumen yang sempat mengkonsumsi makanan tersebut.
Abdul Hakim juga tercatat sebagai seorang Jaksa dan kini menjabat sebagai Kabag Hukum Pemkab Serdang Bedagai.
"Iya tadi sudah saya laporkan resmi di Polda Sumut managemen Swalayan Maju Bersama karena yang mereka lakukan melanggar Undang-Undang Perlindungan konsumen," ujar Abdul Hakim ketika dihubungi melalui telepon selulernya Sabtu, (16/3/2024).
Mantan Kasi Datun Kejari Sergai tahun 2013 ini menyebut awalnya yang membeli makanan mengandung babi di swalayan itu adalah istrinya yang saat itu berbelanja bersama anaknya.
Saat itu makanan kemasan tersebut digabung dengan makanan lain yang halal. Mereka baru sadar malam harinya setelah makanan sudah dikonsumsi.
"Belanjanya itu hari Minggu tanggal 10 Maret sekitar jam 13.00 gitu (Swalayan Maju Bersama di Jln Ringroad Medan). Aku nggak ikut karena saat itu lagi di rumah. Sama anak istri belanjanya. Jadi setelah pulang jam 16.00 sampai di rumah aku masih nonton TV. Dibilang istri saat itu ada kue dibeli, aku bilang nanti malam lah kita makan," kata Abdul.
Ia pun sejak sore sempat keluar rumah dan baru kembali pulang sekitar jam 22.00. Sekitar setengah jam kemudian disaat itulah istrinya mengajak makan kue tersebut.
"Aku nonton TV keluar istri dari kamar. Dibilangnya ayoklah makan kue tadi. Ayok aku bilang," ucap Abdul menirukan kembali ucapannya.
Saat itu mereka pun memakan makanan itu di kamar. Satu potong makanan sudah selesai ditelan. Baru satu potong lagi yang dikasih oleh istrinya hampir mau ditelan juga.
"Sama-sama mau kedua ini. Enak juga ya aku bilang sama istri. Apa merknya aku bilang. Diambilnya di meja dan nggak lama tersedak istriku. Akupun curiga tapi aku pikir expired. Sempat marah aku sama istri makanya kalau beli tengok-tengok aku bilang gitu sama istri," ungkap Abdul.
Tidak lama kemudian, istri Abdul pun memerintahkannya untuk membaca sendiri. Ia pun ketika itu mengaku sempat kebingungan karena setelah dilihat tidak ada masalah pada expired.
"Dibilang Pa tengoklah. Aku ambil kaca mata dan lihat kotaknya. Aku bolak balik nggak ada masalah tapi rupanya setelah dilihat lagi ada gambar babinya. Langsung muntah kami di situ,"katanya.
Sebelum protes kepada manajemen, Abdul yang juga pernah menjadi Kasi Intel mendatangi dahulu swalayan pagi-paginya.
Saat itu ia pun memotret barang bukti dilokasi. Disebut saat itu ternyata benar produk yang dibeli digabung dengan makanan halal lain.
"Pagi-pagi naik sepeda motor aku ke swalayan. Aku fotoin lah, banyak kali disusun di situ. Setelah dari situ aku pulang ke rumah ambil mobil dan kembali lagi ke swalayan. Tapi saat itu berhentinya di rumah makan ayam penyet Jakarta. Di situ aku hubungi Kabag Hukum Pemko Medan supaya orang Disperindag Medan datang," ucap Abdul.
Ia mengaku dirinya bersama dengan managemen sudah diambil keterangannya oleh Disperindag.
Bahkan katanya, hari Kamis lalu pihak Kementerian Agama dari Jakarta pun sudah sempat menemuinya dan menanyakan kejadian ini.
Ia mengaku hanya bisa menyampaikan apa adanya. Diakui kalau pihak managemen juga sudah ada meminta maaf kepadanya. Meski dari sisi agama ia telah memaafkan namun kasus ini harus tetap dilanjutkan.
"Makanan dari luar itu. Sekarang ini jangan banyak gaya, lagi trend beli makanan makanan dari luar. Hati-hatilah karena seperti ini (mengandung babi). Intinya sama orang Kementerian Agama sudah kita berikan klarifikasi. Orang Kementerian Agama sempat datang ke kantor kemarin itu dan ngadap Pak Bupati (Darma Wijaya). Cuma aku kebetulan lagi di Kejati. Ya sudah diambil keterangan aku dan istri di Maju Bersama kami ketemunya sama orang Kementerian Agama yang turun dari Jakarta," katanya.
(Cr25/tribun-medan.com)
100 Kg Sabu Diamankan Polda Sumut di Tanjungbalai, Modus dari Luar Negeri |
![]() |
---|
Karhutla di Kecamatan Sipoholon, Warga Bersama Aparat Padamkan Api |
![]() |
---|
Dalami Keberadaan Smartboard, 20 Kepsek di Langkat Diperiksa, Termasuk Istri Oknum PPK di Disdik |
![]() |
---|
Tim Labfor Polda Sumut Lakukan Olah TKP Terkait Penemuan Mayat Wanita di Samosir |
![]() |
---|
7 Modus Pengedaran Narkoba di Tanjungbalai dan Asahan, Ada di Tempat Hiburan Malam |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.