Ramadan
Apa Sih Arti Kata Mokel dan Tarhib yang Sering Muncul saat Ramadan
Pada bulan Ramadan sering muncul beragam istilah seperti Mokel dan Tarhib. Lantas, apa sih arti kedua kata tersebut
TRIBUN-MEDAN.COM,- Ketika bulan Ramadan tiba, ada beragam istilah yang muncul, termasuk di media sosial.
Dalam bulan Ramadan, istilah-istilah ini biasanya ditujukan pada mereka yang tidak berpuasa.
Misalnya istilah Mokel dan Tarhib.
Istilah Mokel dan Tarhib sering dipakai di media sosial oleh konten kreaktor.
Lantas, apa sih arti Mokel dan Tarhib ini?
Baca juga: Sosok Haneen Akira dan Teh Iin, Dua Istri Ustaz Hanan Attaki Jadi Sorotan Netizen Soal Poligami
Arti Mokel
Istilah ini sebenarnya berasal dari bahasa Jawa Tengah atau Jawa Timur.
Namun, karena perkembangan teknologi yang sangat cepat, membuat istilah Mokel menyebar di kalangan masyarakat, terutama anak-anak muda.
Melansir dari laman Tribunjatim.com, Mokel berarti membatalkan puasa sebelum waktu berbuka puasa tiba.
Misalnya, ada seseorang yang sudah makan atau minum di jam 12 siang karena lapar dan haus, maka ia akan disebut Mokel.
Kata Mokel juga digunakan untuk menyebut perilaku seseorang yang membatalkan puasa secara diam-diam, kemudia ia akan berperilaku layaknya orang berpuasa di depan orang lain.
Jika dicari di Kamus Besar Bahasa Indonesia, istilah Mokel tidak akan ada.
Baca juga: BREAKING NEWS: Hari Ini Kadiskes Sumut Alwi Mujahit Sidang Perdana Dugaan Korupsi APD Covid-19
Hal ini karena istilah Mokel awalnya adalah bahasa daerah, yakni dari Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Namun, istilah Mokel ini tidak bisa digunakan untuk orang-orang yang diperbolehkan untuk tidak berpuasa, seperti ibu hamil, perempuan yang sedang haid, ibu menyusui, maupun orang yang sedang sakit.
Istilah ini seringkali dilontarkan sebagai bentuk ejekan untuk orang yang "Mokel", karena dalam ajaran Islam, menjalankan ibadah puasa adalah sebuah kewajiban.
Sehingga, apabila ada orang yang sengaja membatalkan puasa, mereka akan diejek dengan sebuah Mokel.
Selain kata Mokel, ada istilah lain untuk menggambarkan tindakan orang yang sengaja membatalkan puasanya.
Baca juga: BANTAH Politik Uang, Politisi PDIP Robby Barus Terancam Batal Duduk Lagi di DPRD Usai Mencuat di MK
Istilah lain untuk Mokel yakni, Mokah, Godin, dan Budim (buka diam-diam).
Lalu, bagaimana hukum seseorang yang melakukan Mokel atau membatalkan puasa tanpa alasan yang jelas menurut Islam?
Dosa Tidak Puasa
Menurut riwayat Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu anhu, dia berkata:
مَنْ أَفْطَرَ يَوْمًا مِنْ رَمَضَانَ مِنْ غَيْرِ عِلَّةٍ لَمْ يُجِزْهُ صِيَامُ الدَّهْرِ حَتَّى يَلْقَى اللهَ، فَإِنْ شَاءَ غُفِرَ لَهُ وَإِنْ شَاءَ عَذَّبَهُ.
“Barangsiapa tidak berpuasa satu hari di bulan Ramadhan tanpa alasan, maka tidak dibolehkan baginya mengerjakan puasa dahr sehingga dia menemui Allah. Jika Allah berkehendak, Dia akan memberikan ampunan kepadanya dan jika Allah berkehendak, Dia akan mengadzabnya.”
Jadi, dengan kata lain, membatalkan puasa dengan sengaja adalah hal yang tidak boleh dilakukan.
Baca juga: Pengusungan Edy Rahmayadi Sebagai Calon Gubernur Menguat, PKS Bersedia Koalisi dengan PDIP
Hal tersebut telah dijelaskan di atas bahwa orang yang tidak berpuasa satu hari saja di bulan Ramadan, maka ia tidak akan bisa menggantinya dengan puasa dahr.
Arti kata Tarhib
Mengutip dari laman Kemenag Kota Malang, kata Tarhib memiliki asal usul yang sama dengan kata Marhaban.
Perlu kamu ketahui, jika arti kata Marhaban adalah Selamat Datang.
Kata Tarhib secara bahasa berarti menyambut, menerima dengan penuh kelapangan hati.
Sedangkan menurut istilah, Tarhib memiliki arti menyambut kedatangan bulan Ramadhan dengan penuh kesiapan.
Mudahnya, kata Tarhib diartikan sebagai ungkapan selamat datang atas kedatangan yang membawa keindahan.
Mengutip dari kanal YouTube Qultum TV, Ustaz Adi Hidayat menerangkan tentang arti kata Tarhib Ramadhan yang sebenarnya.
Ia mengatakan jika kata 'Tarhib' berasal dari kata rahaba yurahibu yang artinya suatu keadaan tenang, nyaman dan lapang.
Lebih lanjut dikatakannya bahwa bulan Ramadhan akan segera datang, maka umat Muslim harus lapang menenyambutnya.
"Bulan Ramadhan akan datang setahun hanya sekali, jadi kita harus lapang menerimanya.
Dia datang dan kita harus mempersiapkan diri untuk menerimanya, karna akan membawa banyak pahala di bulan ini," ujarnya.
Ustaz Adi Hidayat menjelaskan arti dari kata 'Tarhib ramadhan' adalah pembahasan tentang upaya diri umat Muslim harus menerima dan lapang dengan kehadiran Ramadhan.
"Tarhib Ramadhan adalah pembahasan tentang upaya diri kita supaya lapang, nyaman untuk menerima yang dibawa Ramadhan," sambungnya.
TribunPalu juga mengutip dari laman TribunSumsel yang mana di sana telah melasir informasi yang sama dari Bappeda Provinsi Aceh.
Menurut bahasa kata Tarhib artinya luas atau lebar.
Kemudian secara istilah siartikan dengan enyambut kedatangan bulan Ramadhan dengan segala kesiapan, keluasaan, kelapangan, keterbukaan dan kelebaran yang dimiliki.
Hal itu dilihat baik dari materil maupun spiritual, jiwa dan raga serta segala apa yang ada dalam diri kita.
Maka dari itu dapat disimpulkan jika Tarhib Ramadhan adalah menyambut kedatangan bulan Ramadhan dengan berbagai kesiapannya.
Ini juga dijadikan sebuah tradisi di berbagai tempat sebagai bentuk suka cita bersama menyambut Ramadhan.
Nah itulah arti kata Tarhib Ramadhan yang sesungguhnya dari istilah bahasa Arab populer menjelang bulan Ramadhan.(tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter
Berita viral lainnya di Tribun Medan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Puasa-Ramadhan-2024.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.