Tribun Wiki
Hukum Menjual Daging Kurban Beserta Kulitnya Menurut Islam
Bagaimana hukum menjual daging kurban beserta kulitnya menurut Islam. Simak penejelasan berikut ini
"Panitia boleh menjual kulit kurban tersebut menurut mazhab Imam Hambali dan Imam Abu Hanifah," kata Buya Yahya.
Ia mengatakan, uang dari hasil penjualan kulit kurban tidak boleh dikuasai oleh panitia.
Uang tersebut harus benar-benar dibagikan kepada fakir miskin yang berhak menerima daging kurban.
"Hasilnya dikembalikan kepada orang yang berhak menerima kurban," ungkap Buya Yahya.
Ia menjelaskan, kenapa alasan panitia boleh menjual kulit kurban, karena mungkin sebahagian masyarakat ada yang tidak bisa mengolah kulit hewan.
Baca juga: Hukum Kurban Secara Online, Berikut Penjelasan dan Tata Caranya
Sehingga kulit tersebut bisa dijual.
Dengan catatan, uang hasil penjualan harus kembali lagi ke masyarakat.
Fakir Miskin Boleh Menjual Daging Kurban Miliknya
Idul Adha menjadi momen yang sangat menggembirakan bagi warga muslim.
Pasalnya, umat muslim yang terbilang mampu dan berkecukupan bisa saling berbagi dalam bentuk daging korban/
Namun begitu, para penerima daging kurban ini belum tentu bisa menyantapnya.
Alih-alih memakan daging kurban, mereka justru kelaparan karena tidak ada nasi di rumah.
Baca juga: 13 Tata Cara Menyembelih Hewan Kurban Beserta Bacaan Doa dan Adab yang Mesti Diketahui
Kadangkala, kondisi ekonomi yang serba sulit ini memaksa seseorang untuk melakukan berbagai hal demi bertahan hidup.
Karena kondisi ini pula, muncul pertanyaan mengenai bolehkah fakir miskin menjual daging kurban miliknya untuk membeli nasi dan kebutuhan pokok?
Jawabannya boleh.
Aisyah RA pernah meriwayatkan tentang seorang fakir atau hamba sahaya bernama Barirah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/kurban-protokol.jpg)