Sumut Terkini

TEMPAT Wisata Karo Sepi dan Mulai Ditinggalkan Pengunjung, Begini Tanggapan ASITA dan PHRI Sumut

Baik itu pungli yang semakin marak, penerapan bayar berlapis, harga makanan dan minuman dipatok terlalu tinggi menjadi penyebabnya.

Penulis: Husna Fadilla Tarigan | Editor: Ayu Prasandi
Instagram.com/@sumut.viral
Viral Puncak 2000 Siosar yang berlokasi di Nagara, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, Sumatera Utara terbengkalai dan sepi pengunjung. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Tempat wisata di Karo belakangan menjadi perbincangan publik, dimana beberapa tempat yang dulunya populer mulai sepi pengunjung.

Bahkan lokasi tersebut mendapat beragam keluhan dari masyarakat yang berkunjung.

Salah satunya seperti objek wisata Siosar yang sudah sepi tak seramai masa kejayaannya dulu.

Masyarakat menilai, saat ini aktivitas wisata di Kabupaten Karo sudah kurang diminati karena oknum-oknum yang merugikan wisatawan.

Baik itu pungli yang semakin marak, penerapan bayar berlapis, harga makanan dan minuman dipatok terlalu tinggi menjadi penyebabnya.

Menanggapi hal itu, Solahuddin Nasution Ketua DPD Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Sumut menyampaikan, bahwa daya tarik wisata berbanding lurus dengan harga.

"Kalau daya tarik wisata bagus, harga tidak mahal pasti akan tetapi ramai pengunjung. Maka ketika daya tariknya bagus tapi harganya terlalu mahal pasti akan ditinggalkan masyarakat," ujarnya kepada Tribun Medan, Selasa (7/5/2024).

Solahuddin mengatakan, ia juga sering mendengar beberapa keluhan dari orang-orang sekitar, bahwa kutipan atau biaya masuk berlipat cukup meresahkan.

Ia menilai, melihat hal itu sudah jelas lama kelamaan lokasi wisata tersebut akan ditinggalkan pengunjung.

"Karena daya tariknya belum tinggi misalnya. Padahal pada masa covid Siosar ini paling diburu, karena masyarakat banyak mencari lokasi outdoor dengan udara dan pemandangan yang bagus," ungkapnya.

Perihal pencegahan pungli dan harga di suatu objek wisata, ia mengatakan harusnya sejak awal kebijakan demikian termonitor oleh pemerintah daerahnya, sehingga hal seperti ini tetap terdeteksi.

"Mengontrol harga dan kualitas, karena peran pemerintah itu tidak boleh lepas," katanya.

Untuk konteks daya tarik lokasi wisata di Tanah Karo ini dikatakannya masih memiliki daya tarik yang tinggi.

Karena menawarkan pemandangan alam yang baik, udara segar dan jauh dari hiruk pikuk kendaraan umum.

Disebutnya ada 3 hal yang ditawarkan dalam menjalankan objek wisata, pertama something to see, something to do, dan something to buy.

"Jadi ketiga hal tersebut harus sejalan, apa yang dilihat pengunjung, apa yang diberikan aktivitas apa yang ditawarkan, dan apa yang bisa dibeli masyarakat ketika berkunjung kesana," katanya.

Dari ketiga hal tersebut jika salah satunya tidak terpenuhi, ujarnya lama kelamaan akan ditinggalkan oleh masyarakat.

"Kalau pengunjung tidak puas, salah satunya pincang, sudah tidak berhasil menciptakan atmosfer parawisata," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumatera Utara Denny S Wardhana menyampaikan, di sektor pariwisata, kegiatan seperti itu sebenarnya sangat merugikan.

"Harusnya pengelola bekerjasama dengan pemerintah setempat, agar bisa mengatasi hal-hal krusial seperti pungli dan biaya lokasi wisatanya," ujar Denny kepada Tribun Medan, Selasa (7/5/2024).

Dikatakannya, suatu destinasi wisata itu akan berkembang jika mendapatkan kerjasama dari berbagai pihak.

"Sehingga disini perlu peran dari berbagai sektor untuk melakukan penegasan, terutama terkait pungli yang sangat meresahkan para wisatawan," pungkasnya.

Viral Puncak 2000 Siosar yang berlokasi di Nagara, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, Sumatera Utara terbengkalai dan sepi pengunjung.
Viral Puncak 2000 Siosar yang berlokasi di Nagara, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, Sumatera Utara terbengkalai dan sepi pengunjung. (Instagram.com/@sumut.viral)

Sebelumnya viral sebuah video yang memperlihatkan kondisi terkini wisata Puncak 2000 Siosar viral di media sosial.

Diketahui, wisata Puncak 2000 Siosar berlokasi di Nagara, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

Wisata Puncak 2000 Siosar ini sebelumnya sempat menjadi salah satu lokasi wisata favorit.

Namun baru-baru ini, seorang pengunjung memperlihatkan kondisi terkini lokasi wisata yang berada diketinggian 2000 meter diatas permukaan laut (mdpl) itu.

Dalam sebuah video yang dibagikan akun Instagram @sumut.viral, tampak kawasan wisata Puncak 2000 Siosar tersebut sepi dengan pengunjung.

“Kondisi terkini lokasi wisata siosar puncak 2000 Kabupaten Karo. Ada yg tau kira⊃2; kenapa?,” isi narasi dalam unggahan itu.

Pada video viral berdurasi singkat itu, perekam memperlihatkan kondisi Puncak 2000 Siosar yang diduga terbengkalai.

Tampak kawasan wisata itu ditumbuhi rumput-rumput liar, termasuk perosotan yang dulunya jadi wahana favorit.

“Siosar Puncak 2000 yang duu viral sekarang terbengkalai hancur ditinggalkan wisatawan. Rumputnya tumbuh di perosotan ini dan semak semuanya. Bunga-bunganya ditutupi oleh semak-semak, hancur,” ucap perekam.

Tak hanya arena dan wahana bermain, penginapan yang berada di kawasan wisata Puncak 2000 Siosar itu juga ikut terbengkalai.

“Ini penginapannya. Entah ada entah nggak yang nginap di sini nggak tahu kita. Semak-semak semua ini, hancur,” sambung perekam sambil memperlihatkan kondisi kawasan wisata itu.

Dulunya, kawasan wisata Puncak 2000 Siosar ini sempat viral dan pengunjung berduyun-duyun berwisata kesana.

Beberapa wahana di kawasan wisata tersebut sempat menarik perhatian pengunjung, termasuk area bermain yang bertema Teletubbies.

Namun kini wisata itu terbengkalai dan sepi.

Video yang memperlihatkan kondisi terkini Puncak 2000 Siosar itu viral dan beredar luas di media sosial.

Warganet menduga kawasan wisata itu sepi pengunjung lantaran maraknya pungli.

“MAHAL & PUNGLI. Jika ada investor selanjutnya, cukup byk PR yg harus dibenahi. Sangat disayangkan lokasi wisata yg harusnya jadi kebanggaan masyarakat karo sekaligus penyumbang devisa bagi daerah tidak terkelola dengan baik. #pemdakaro #pariwisatasumut,” tulis @mirwadi_zur.

“Mereka yang membunuh rezeki mereka sendiri dengan pungli habis ini tinggal nyalain pemerintah aja orang2 sana,” tulis @igofahrezy.

“Aku orang karo, tapi palak kali liat wisata karo inj, semua kalau masuk kawasan wisata ada retrubusi sidebuk2, gundaling, piso2, siosar, dan laukawar. Makanya paling maalas kalau orang ngajk jalan ke brastagi dkk. Semua mahal (alasan nya tempat wisata),” tulis @rezkypranantabangun.

(cr26/tribun-medan.com)
 

Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved