Kesehatan
Cara Mencegah Flu Singapura Agar Tidak Menyerang Anak
Sejumlah wilayah di Indonesia kembali dilanda flu Singapura. Umumnya, yang menjadi korban flu Singapura adalah anak-anak
Termasuk pada bapak atau ibu.
"Anak ada gejala tadi suruh di rumah dulu agar tidak menyebar. Tunggu masa penularan 3-5 hari. Maka dia tidak menular lagi," tutupnya
Gejala flu Singapura
Ada beberapa gejala flu Singapura adalah:
1. Demam;
2. Nyeri tenggorokan;
3. Timbul luka di sekitar tenggorokan, lidah, dan bibir;
Baca juga: Benarkah Obat Sakit Kepala Bisa Memicu Anemia Aplastik, Simak Penjelasan BPOM dan Pakar Kesehatan
4. Nyeri pada mulut;
5. Kehilangan nafsu makan;
6. Lemas;
7. Muncul bintik-bintik kemerahan pada tangan dan kaki.
Wabah di Kabupaten Batang
Dokter Spesialis Anak Tan Evi menerangkan, kasus flu Singapura di Kabupaten Batang sempat muncul pada saat pandemi Covid-19.
Setelah sempat mereda, kasus serupa kembali terjadi.
"Dulu, sebelum Covid, pernah ada wabahnya. Ini ada lagi. Jadi, kenapa disebut flu Singapura, karena dulu wabahnya di Singapura. Tapi, penyakit aslinya HFMD," terang Tan Evi, dilansir dari Tribun Banyumas.com.
Baca juga: 5 Penyakit Mengerikan Jika Tetap Nekat Berhubungan Sesama Jenis
Ia menerangkan, flu Singapura ini umumnya menyerang kaki, tangan, dan mulut penderita.
Gejala awal flu singapura, penderita akan mengalami demam, atau sakit tenggorokan, kemudian akan muncul sariawan, ruam dan lepuh pada tangan serta kaki.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/flu-SIngapura-merebak-di-Kabupaten-Batang.jpg)