Tribun Wiki
Sejarah dan Arti Warna Bendera Buddhis yang Muncul Tiap Perayaan Waisak
Bender Buddhis yang sering muncul dalam perayaan Waisak ternyata memiliki makna dan arti tersendiri. Simak arti dari bendera Buddhis
Ketua Vihara Khanti Paramita, Yulianah mengatakan menjelang perayaan Hari Raya Waisak antar pengurus telah melakukan berbagai persiapan dan saling berbagi tugas.
"Dalam rangka menyambut detik-detik Waisak ke 2568 BE tahun 2024, kami pengurus sudah bersiap diri yang pertama yaitu membersihkan Altar, ruang dharmasala dn sekitar Vihara. Lalu, memasang umbul-umbul dan bendera buddhist," ucap perempuan yang karib disapa Yulan, Rabu (22/5/2024).
Baca juga: 30 Twibbon Hari Raya Waisak 2024 dengan Design Menarik
"Kami juga berbagi tugas untuk hari H ada tim persiapan persembahan Altar seperti lilin, dupa, bunga, buah dan lain-lain. Lalu, ada tim penyambutan umat yang hadir, tim pelaksanaan prosesi, tim pemimpin kebaktian dan tim pengarah penyulutan lilin 5 warna oleh sesepuh. Terakhir dharmaduta untuk khotbah dhamma," tambah dia.
Yulan menjelaskan Waisak jatuh pada 23 Mei 2024 pukul 20.52.42 WIB.
Yulan menuturkan adapun tradisi yang biasa dilakukan umat Buddha menjelang Waisak yakni tradisi tidak makan daging atau disebut cia cai.
"Selanjutnya untuk umat Buddha yang dengan keinginan sendiri boleh melaksanakan cia cai atau tidak mengkonsumsi makanan yang terkandung dari makluk hidup. Mulai dari malam Capgo sampai selesai puja bhakti detik-detik Waisak. Semoga dengan tekad menjalankan sila dan membersihkan kilesa, hati, ucapan dan pikiran pun bersih," ucap dia.
Baca juga: Perayaan Hari Raya Tri Suci Waisak 2568 B.E./2024 di Vihara Borobudur
Arti Warna Bendera Buddhis
Melansir situs Kementerian Agama (Kemenag) Jateng, Bendera Buddhis berawal dari gagasan Panitia Pertahanan Buddhis Sri Lanka (Buddhist Defence Committee) di tahun 1885, untuk membuat bendera yang dapat menjadi simbol dan lambang yang dapat diterima oleh semua aliran umat Buddha di dunia.
Warna-warna pada bendera itu kemudian diambil dari warna aura tubuh Sang Buddha yang terdiri dari:
- Warna biru berasal dari warna rambut Buddha melambangkan bakti atau pengabdian;
Baca juga: Libur Waisak, Wisatawan yang Berkunjung ke Karo Capai 22.120 Orang
- Warna kuning emas dari warna kulit Buddha melambangkan kebijaksanaan;
- Warna merah tua dari warna darah Buddha melambangkan cinta kasih;
- Warna putih dari warna tulang dan gigi Buddha melambangkan kesucian;
- Warna jingga adalah warna yang diambil dari warna telapak tangan, kaki dan bibir Buddha yang melambangkan semangat.(tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Bendera-Buddhis.jpg)