Breaking News

Berita Viral

NASIB PILU Ibu Farida, Ditunggu-tunggu Tak Kunjung Pulang ke Rumah, Ternyata Ditelan Ular Piton

Farida, merupakan ibu rumah tangga yang tinggal di Dusun 3 Paraja, Desa Kalempang, Kecamatan Pitu Riawa, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Editor: AbdiTumanggor
Istimewa
NASIB PILU Ibu Farida, Ditunggu-tunggu Tak Kunjung Pulang ke Rumah, Ternyata Ditelan Ular Piton. (Istimewa) 

Kepala Desa Kalempang, Suardi Rosi, mengatakan, ada warga yang juga pekerja kebun menemukan barang-barang milik korban saat hendak turun ke desa.

"Selain suami korban, sepasang suami istri yang hendak turun ke desa dari area perkebunan desa juga menemukan barang milik Farida (korban). Keduanya pun melaporkan ke warga desa," ungkapnya. 

Warga temukan ular piton mengembang

Setelah beberapa saat mencari, warga kemudian menemukan ular piton yang sulit bergerak dan bagian perutnya mengembang seperti telah menelan sesuatu.

Warga kemudian menangkap dan membelah perut ular itu dan menemukan korban di dalamnya.

"Warga yang mencari jejak ular piton itu adalah Ali Sofyan dan Ammang, keduanya kemudian membelah ular piton tersebut dan menemukan tubuh korban," katanya.

Setelah korban dikeluarkan dalam tubuh piton, jenazah korban kemudian diantar ke rumah duka di Pangkajenne, Kabupaten Sidrap, untuk langsung dimakamkan.

Dua orang pria sedang menangkap seekor ular piton di depan pekarangan rumah.
Dua orang pria sedang menangkap seekor ular piton di pekarangan rumah. (Istimewa)

Bagaimana ular bisa memangsa manusia?

Ular sanca kembang atau ular Python reticulatus memang sangat kuat.

Ular piton melilit mangsanya dan menghancurkannya, membunuhnya sampai mati lemas atau menderita serangan jantung.

Namun memakan mangsanya adalah masalah lain.

Ular piton tidak mengunyah makanannya, tapi harus menelan utuh mangsanya.

Untungnya rahang ular dihubungkan oleh berbagai ligamen yang sangat fleksibel, sehingga rahangnya mampu meregang jika memakan mangsa dalam ukuran besar.
Meski begitu, tetap ada keterbatasan.

"Faktor yang membatasi adalah tulang belikat manusia karena tidak bisa dilipat," ujar Mary-Ruth Low, staf konservasi & riset dari lembaga Wildlife Reserves Singapore sekaligus pakar ular piton mengatakan kepada BBC.

Jadi kendati ular piton - yang merupakan ular terpanjang di dunia - sudah banyak menyerang manusia di masa lampau, para ahli sudah lama mempertanyakan apakah mereka bisa menelan manusia dewasa.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved