Berita Medan

Remaja yang Dibacok Geng Motor Tewas, Sempat Jalani Perawatan di Rumah Sakit

Nurma, kakak korban mengatakan, sang adik dinyatakan meninggal dunia, pada Jumat (7/6/2024) sekira pukul 14.00 WIB.

Tayang:
Editor: Ayu Prasandi
HO
Suasana di rumah duka, di Jalan Sehati, Kelurahan Tegal Rejo, Kecamatan Medan Perjuangan. (Ho) 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - SAS (16) remaja yang jadi korban pembacokan geng motor meninggal dunia.

Warga Jalan Sehati, Kelurahan Tegal Rejo, Kecamatan Medan Perjuangan ini dinyatakan tewas, setelah sempat menjalani perawatan medis di rumah sakit usai kepalanya dibacok oleh geng motor.

Nurma, kakak korban mengatakan, sang adik dinyatakan meninggal dunia, pada Jumat (7/6/2024) sekira pukul 14.00 WIB.

"Kemarin adik saya nggak nggak sempat di operasi, karena terlalu beresiko, terus keadaannya juga sangat parah," kata Nurma, Selasa (11/6/2024).

Katanya, saat itu celurit yang dibacok ke kepalanya menembus ke otak kanan dan kiri adiknya.

"Saraf besar yang ada di kepalanya juga rusak. kata dokter pas hari kamis kemarin, adik saya sudah mati batang otaknya," sebutnya.

"Adik saya sudah nggak bisa bernafas kalau tanpa bantuan alat. Jadi kemungkinan dia bangun cuma 1 persen," sambungnya.

Pasca kejadian celurit yang dibacok ke kepala korban masih menempel sampai di bawa ke rumah sakit.

"Waktu di pindahkan ke Rumah Sakit Martena dan saat cerulitnya mau dicabut adik saya masih merespon, cuma tidak bisa bicara, hanya mengerang saja," ujarnya.

Lebih lanjut, ia dan pihak keluarga berharap kepada pihak kepolisian, agar pelaku lain yang masih buron dapat segera di tangkap.

"Kami percayakan sepenuhnya kepada pihak kepolisian polisi. Semoga adik saya bisa mendapatkan keadilan dan pelaku di hukum, walaupun yang membunuh adik saya masih dibawah umur," ucapnya.

Suasana di rumah duka, di Jalan Sehati, Kelurahan Tegal Rejo, Kecamatan Medan Perjuangan. (Ho)
Suasana di rumah duka, di Jalan Sehati, Kelurahan Tegal Rejo, Kecamatan Medan Perjuangan. (Ho) (HO)

Sebelumnya, dua dari tiga anggota geng motor ditangkap polisi, usai membacok dua orang remaja hingga berlumuran darah.

Kedua pelaku yakni Rendy Aritonang (19) warga Jalan Medan Utara, Kecamatan Medan Tembung, dan AR (16) warga Jalan Kemenangan Tangkul 2 Kecamatan Medan Tembung.

Sementara seorang pelaku lainnya berinisial A (17) masih di buron polisi.

Menurut Kapolsek Medan Timur, Kompol Briston Agus Munthecarlo Napitupulu, peristiwa itu terjadi di Jalan Pasar V Setia, Kecamatan Medan Perjuangan, pada Rabu (5/6/2024).

Para pelaku ini ditangkap usai membacok dua remaja bernama Yusuf Sunarto (18) dan SA (16). 

Kedua korban ini merupakan warga Jalan Sehati, Kelurahan Tegal Rejo, Kecamatan Medan Perjuangan.

Briston menyampaikan, kronologis kejadian itu bermula ketika kelompok geng motor pelaku ingin membalas dendam kepada para korban yang juga merupakan kelompok geng motor.

"Kronologinya perkelahian remaja ini berawal dari saling ejek. Pada saat itu korban A (Ahmad) ini sedang mengantarkan seorang perempuan ke rumahnya," kata Briston kepada Tribun-medan, Jumat (7/6/2024).

"Kebetulan di dekat rumahnya, para pelaku ini sedang nongkrong di situ. Kemudian saling ejek, sehingga terjadi keributan kecil," sambungnya.

Ia mengatakan, lalu keesokan harinya para korban ini sedang duduk di sebuah warung di kawasan Jalan Pasar V Setia, Kecamatan Medan Perjuangan.

"Kemudian para pelaku mendatangi para korban yang waktu itu lagi nongkrong di warung," sebutnya.

Dijelaskannya, waktu itu para pelaku ini dengan mengendarai sepeda motor berbonceng tiga mendatangi korban sambil membawa sejumlah senjata tajam.

Lalu, pelaku Ahmad Rangga dan A (DPO) turun dari sepeda motor sambil memegang senjata tajam dan langsung mengejar kedua korban.

"Tersangka atas nama AR dan A langsung turun mengejar korban sambil membawa senjata tajam jenis celurit dan membaca korban," ujarnya.

Briston menyampaikan, para pelaku membacok korban Yusuf dibagian pinggangnya.

Sementara korban SA dibacok dibagian kepala, hingga celuritnya menempel di kepalanya.

"Setelah melampiaskan emosinya, kemudian para pelaku kabur sementara korban dilarikan ke rumah sakit," ucapnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan, setelah menerima laporan terkait kejadian itu pihaknya pun langsung melakukan penyelidikan dan meringkus dua dari tiga pelaku.

Dari tangan para pelaku, polisi turut menyita barang bukti berupa sebilah celurit dan samurai.

Selain itu, pihaknya juga mengamankan satu unit sepeda motor Honda Beat milik para pelaku.

Briston juga menjelaskan, saat ini kedua korban masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat luka bacok yang dideritanya.

"Kondisi korban sampai saat ini masih kritis di rumah sakit dan sudah dioperasi. Kemarin malam pukul 23.00 WIB celurit sudah bisa dicabut dan dioperasi," pungkasnya.

(Cr11/Tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved