Breaking News

MotoGP 2024

Jurnalis Bongkar Ducati Ogah Rugi Datangkan Marquez, Meski Jorge Martin Jadi Tumbal

Efek Marc Marquez di Ducati jadi sorotan. Jurnalis otomotif senior asal Amerika Serikat, Dennis Noyes

Tayang:
Editor: Dedy Kurniawan
@mj_photogp via gridoto
Pembalap Gresini Skuad Ducati, Marc Marquez, 

Tribun-Medan.com - Efek Marc Marquez di Ducati jadi sorotan. Jurnalis otomotif senior asal Amerika Serikat, Dennis Noyes, mengomentari situasi kejuaraan dunia MotoGP saat ini.

Baca juga: Musnahkan Barang Bukti, Kajari Toba Samosir: 14 dari 33 Perkara adalah Kasus Sabu

Di antarany soal keputusan Ducati tepat menjadikan Marc Marquez sebagai pembalap pabrikan Ducati setelah Francesco Bagnaia.

Baca juga: Resep Tauco Udang Telur Puyuh Khas Medan, Nikmat Disantap Bersama Lontong Kuah Soto

Baca juga: Dikenal Pasangan Kocak, Komika Heri Horeh Ternyata Hobi Selingkuh, Isi Chat Dibongkar Riyuka Bunga

Baby Alien julukan Marc Marquez, tampil kompetitif di Sirkuit Lusai dengan motor Ducati Desmosedici GP23.
Baby Alien julukan Marc Marquez, tampil kompetitif di Sirkuit Lusai dengan motor Ducati Desmosedici GP23. (Twitter/Marc Marquez)

"Ada yang mengatakan bahwa Ducati telah mengambil keputusan yang tepat karena mereka memiliki salah satu tim terkuat di dunia dan menjadi sejarah dunia," kata Noyes dilansir dari MotoSan.

"Ada juga yang menyebut itu sebuah kesalahan karena kehilangan juara muda seperti Jorge Martín atau Enea Bastianini. Kita tahu Jorge akan ke tim resmi Aprilia, lalu ke mana kita akan pergi?"

Baca juga: Jose Mourinho Kasih Kode, Ungkap Hasrat Ingin Melatih Megabintang Lionel Messi


"Apakah dia melakukannya dengan benar atau dia melakukan kesalahan? Mereka sangat ambisius, mereka ingin mempertahankan tiga pembalap dan tim satelit Pramac."

" Apa yang terjadi? Mereka telah menandatangani kontrak bersama Marquez, Mereka kehilangan Martín dan Bastianini dan segala sesuatu tampaknya menunjukkan bahwa mereka akan kehilangan tim satelitnya."

"Seseorang yang penting, dengan tanggung jawab dan hak untuk melakukannya, bertemu dengan Martin di Catalunya dan mengatakan kepadanya bahwa dia akan menjadi orang yang terpilih."

Baca juga: Aksi Peduli: Indako Wujudkan Melalui Donor Darah

Menurut Noyes, banyak yang mengira Marquez akan menerima motor pabrikan di Pramac.

Namun, Marquez mengatakan bahwa dia tidak akan berpindah dari satu tim satelit ke tim lain.

Manajer tim Ducati, Gigi Dall'Igna sudah bisa melihat data Marc bersama motor GP23, dan dia tidak ingin menjadi manajer tim lain punya kesempatan untuk mengontrak Marquez.

Baca juga: Dikenal Pasangan Kocak, Komika Heri Horeh Ternyata Hobi Selingkuh, Isi Chat Dibongkar Riyuka Bunga

"Hanya menghitung hari menjelang MotoGP Belanda, rookie paling sensasional adalah Marc Marquez," ujar Noyes.


"Ini adalah level yang sangat sulit dicapai, ia memenangkan kejuaraan dunia di tahun pertamanya dengan enam podium, dua pole position, dan empat lap tercepat."

"Sangat sulit untuk membandingkan level pembalap dari satu era ke era lainnya. Namun tidak pernah dalam sejarah Kejuaraan Dunia kita memiliki situasi di mana setiap motor mampu memenangkan perlombaan."

"Pedro (Acosta) memiliki dua balapan tersisa untuk mengalahkan rekor Marquez sebagai pembalap termuda yang menang, tetapi menurut saya dia tidak terobsesi dengan hal itu," ucap Noyes.

Sementara itu, Yamaha masih mati-matian mencari tim satelit untuk mencoba menyamakan kedudukan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved